Boediono Tantang Produsen Mobil Ciptakan Kendaraan Murah


WAKIL Presiden Prof. Dr. H. Boediono didampingi sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II dan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menekan tombol sirine sebagai tanda diresmikannya pabrik Perakitan Kendaraan Bermotor dan Pusat Riset dan Pengemba
DODO RIHANTO/PRLM
WAKIL Presiden Prof. Dr. H. Boediono didampingi sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II dan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menekan tombol sirine sebagai tanda diresmikannya pabrik Perakitan Kendaraan Bermotor dan Pusat Riset dan Pengembangan PT Astra Daihatsu Motor (ADM), Kawasan Industri Surya Cipta, Karawang Timur, Senin (22/4/13).*

KARAWANG, (PRLM).- Wakil Presiden, Boediono, menantang produsen automotif di Indonesia menciptakan kendaraan murah sekaligus ramah lingkungan. Kendaraan tersebut diperlukan untuk memenuhi segmen antara kendaraan roda dua (R2) dan roda empat (R4).

Namun demikian Boediono tidak memerinci jenis kendaraan yang dimaksudnya. Dia hanya mengatakan produsen automotif di dunia tengah berlomba menciptakan kendaraan tersebut. "Saya berharap produsen di Indonesia jangan kalah saing. Bila perlu Indonesia lebih cepat dan ke luar sebagai pemenang dalam menciptakan kendaraan murah namun ramah lingkungan," ujar Wapres saat memberikan sambutan dalam acara Peresmian Pabrik Perakitan Kendaraan Bermotor dan Pusat Riset dan Pengembangan PT Astra Daihatsu Motor (ADM), Kawasan Industri Surya Cipta, Karawang Timur, Senin (22/4/2013).

Turut hadir dalam acara itu Menteri Perindustrian MS Hidayat, Menteri Perhubungan EE Mangindaan, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik, dan juga Duta Besar Jepang untuk Indonesia Yoshinori Katori. Juga Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, serta Presdir Daihatsu Motor Company Jepang Koichi Ina.

Menurut Boediono, Indonesia memungkinkan menciptakaan kendaraan tersebut. Sebab di negara ini banyak tersedia tangan-tangan terampil yang siap dilatih dalam bidang automotif. Terlebih lagi, tenaga kerja Indonesia terbilang ekonomis di banding tenaga kerja di negara lain.Ruang untuk pengembangan automotif di Indonesia terbuka luas.

Dikatakan juga, dirinya sangat senang dapat meresmikan pabrik ADM di Karawang. Sebab, pengembangan pabrik ADM merupakan janji pihak manajemen ABM yang dilontarkan dua tahun silam. "Saya senang sekali Astra Daihatsu Motor mampu menepati janjinya," kata Boediono.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan dalam sambutannya mengatakan, pertumbuhan kendaraan bermotor harus diimbangi dengan kapasitas jalan agar tidak menimbulkan dampak yang merugikan. "Semoga ADM bisa terus memproduksi kendaraan yang ramah lingkungan," kata Heryawan.

Sebelumnya, Presiden Direktur ADM, Sudirman MR, mengatakan, pembangun pabrik di Indonesia merupakan salah satu komitmen dari Daihatsu untuk memajukan industri otomotif di Tanah Air. "Pembangunan pabrik ini telah menelan investasi lebih dari Rp2,1 triliun sejak pemancangan tiang pertama pada 2011," kata Sudirman.

Disebutkan, pabrik. ADM di Karawang ditargetkan dapat memproduksi mobil 120 ribu unit per tahun. Sementara ini produksi Daihatsu di Indonesia mencapai 460 ribu unit dari sebelumnya 340 ribu unit per tahun.

Pabrik baru ini merupakan pabrik Daihatsu kelima setelah Sunter Press Plant, Karawang Casting Plant, Sunter Assembly Plant, dan Karawang Engine Plant. Karawang Assembly Plant mempekerjakan 1.700 karyawan baru, sehingga karyawan Astra Daihatsu saat ini berjumlah 10.790 orang.

Dijelaskan, pabrik perakitan Karawang Assembly Plant dicanangkan pembangunannya oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tanggal 27 Mei 2011. Luas pabrik 7 hektar dan berdiri di atas lahan seluas 94 hektar. Fasilitas pabrik baru sangat terpadu dan mampu melakukan semua proses produksi kendaraan roda empat.

Proses produksi yang dapat dilakukan di pabrik ini yakni meliputi proses welding (pengelasan), painting (pengecatan) dan assembling (Perakitan). Selain itu pabrik ini juga memiliki mesin press berkecepatan tinggi.

Dalam proses produksi tersebut Daihatsu menerapkan konsep SSC (simple, slim, dan compact) pada fasilitas produksinya. Konsep ini sama persis seperti yang diterapkan pabrik Daihatsu di Kyushu, Jepang. "Pembangunan pabrik baru ini menelan investasi lebih dari Rp2,1 triliiun," ujar Sudirman. (A-106/A-147)***

Baca Juga

Bidik Direct Flight Tiongkok, Runway Sam Ratulangi Diperpanjang

MANADO, (PR).- Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado segera bersolek. Runway Bandara akan ditambah 150 meter menjadi 2.800 meter dari sebelumnya 2.650 meter. Area terminal akan ditingkatkan menjadi 4.000 meter persegi. Jumlah garbarata pun ditambah menjadi lima.

Harga Gabah Murah, Petani Kesulitan Modal Tanam

MAJALENGKA,(PR).- Sejumlah petani di Majalengka mengeluhkan rendahnya harga jual gabah kering giling yang hanya mencapai Rp 400.000 hingga Rp 450.000 per kuintal, atas hal tersebut mereka minta Bulog untuk melakukan penyerapan gabah petani.

Aplikasi PayTren Bidik Satu Miliar Pengguna

BANDUNG, (PR).- Ambisi besar diungkapkan PT Veritra Sentosa Internasional. Perusahaan sistem pembayaran dengan produk aplikasi PayTren ini menargetkan mampu menggaet satu miliar pengguna.

Serangpanjang Kini Mempunyai Pasar Tradisional

SUBANG, (PR).- Setelah bertahun-tahun dimekarkan dari Kecamatan Sagalaherang, baru kali ini Serangpanjang mempunyai pasar tradisional sendiri, menyusul diresmikannya Pasar Ciawitali Serangpanjang oleh Wakil Bupati Subang Imas Aryumningsih, Selasa 10 Mei 2016.