Enam Komisioner KPU Kab./Kota di Jabar Mengundurkan Diri Menjelang Pileg 2014

POLITIK

BANDUNG, (PRLM).-Sebanyak enam orang komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) kabupaten/kota di Jawa Barat mengundurkan diri menjelang Pemilihan Legislatif (Pileg) 2014.

Keenamnya mengundurkan diri karena menjadi bakal calon anggota legislatif (caleg) dari jalur partai politik (parpol) maupun nonparpol.

Menurut Ketua KPU Jabar Yayat Hidayat, dari keenam orang itu, satu orang mendaftar menjadi caleg Dewan Perwakilan Daerah (DPD).

"Sisanya yakni lima orang lagi mendaftar sebagai caleg DPR dan DPRD tingkat kabupaten dan kota," kata Yayat di kantor KPU Jabar, Jl. Garut Kota Bandung.

Komisioner yang mengundurkan diri menjadi caleg dari jalur parpol adalah Ikin Sodikin dari KPU Kota Cimahi yang mendaftarkan diri sebagai caleg untuk DPR dari Partai Kebangkitan Bangsa.

Kemudian, Osin Permana dari KPU Kabupaten Bandung mendaftarkan diri sebagai caleg untuk DPRD Kab. Bandung.

Ketiga, Dadang yang merupakan komisioner KPU Kab Garut mendaftarkan diri sebagai caleg untuk DPRD Garut dari Partai Demokrat (PD).

Kemudian Ase Riyadi yang merupakan Ketua KPU Sukabumi yang mendaftarkan diri sebagai caleg DPRD Sukabumi dari Partai Golongan Karya.

Kelima, Nanang Herdiyana dari KPU Kab. Ciamis yang mendaftarkan diri sebagai caleg untuk DPRD Kab. Ciamis dari Partai Demokrat. Sementara, kata Yayat, komisioner KPU Kab. Cianjur Unang Margana mendaftarkan diri menjadi calon anggota DPD RI.

Mengenai keikutsertaan komisioner KPU ke Pileg 2014, Yayat menyatakan, mereka sudah diwajibkan mengundurkan diri sebelum masa pendaftaran dimulai.

Batas akhir pengunduran diri adalah pada 5 April sementara pendaftaran caleg dimulai pada 9 April.

"Jadi, ketika proses pendaftaran sudah tidak ada lagi yang menjabat sebagai anggota KPU," ujarnya.

KPU pun telah menerbitkan surat keputusan (SK) pemberhentian untuk keenam orang tersebut pada 8 April yang lalu. (A-160/A-89)***

Baca Juga

Wakil Ketua DPR tak Setuju Penundaan Pilkada Serentak

POLITIK

JAKARTA, (PRLM).- Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon mengatakan, pilkada serentak tidak setuju ditunda. Jika calon pilkada di satu daerah pemilihan umum daerah hanya ada satu calon (calon tunggal/pasangan) dipilih saja secara aklamasi.

MPR Ingin Jokowi Sukses Menjalankan Pemerintahan

POLITIK

JAKARTA, (PRLM).- Ketua MPR RI Zulkifli Hasan mengungkap pembicaraannya dengan Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu, tentang para menterinya yang jalan sendiri-sendiri.

Pilkada Serentak 2015

Ada Cabup Lain, Pilkada Purbalingga Urung Ditunda

POLITIK

PURBALINGGA, (PRLM).- Kekhawatiran pelaksanaan pilkada di Purbalingga Jawa Tengah bakal tertunda hingga 2017 pupus sudah, sebab pasangan Tasdi SH dan Dyah Hayuning Pratiwi SE B.Con akhirnya mendapat lawan.

Pilkada Serentak 2015

Jangan Terbitkan Perppu Berdasarkan Kepentingan Elite Parpol

POLITIK

JAKARTA, (PRLM).- Koordinator Komite Pemilih Indonesia/TePI Jerry Sumampaouw mengakui jika yang terganggu dengan calon tunggal tersebut hanya elite parpol, padahal UU Pilkada itu sendiri dibuat oleh pemerintah dan DPR RI.