"Dana tak Bertuan" Jamsostek Tinggal Rp 1,1 Triliun

EKONOMI

BANDUNG, (PRLM).- Dirut PT Jamsostek (Persero) Elvyn G. Masassya mengatakan, jumlah dana Jaminan Hari Tua (JHT) yang sempat dikatakan "dana tidak bertuan" kini tinggal sebesar Rp 1,1 triliun ke Balai Harta Peninggalan (BHP). Jika sampai akhir 2013, masih belum diambil pekerja yang berhak maka akan dititipkan ke Balai Harta Peninggalan (BHP).

"Meski demikian, pekerja tersebut masih masih bisa mengklaim JHT-nya. Jamsostek terus berupaya menginformasikan kepada para pekerja yang memiliki hak terhadap dana tersebut untuk mengambil dan mengurus dananya," kata Elvyn saat "Media gathering Jamsostek", di Hotel Holiday Inn, Jln. Ir. H. Juanda, Bandung.

Elvyn mengatakan, demi tertib administrasi hal itu terus dikomunikasikan kepada peserta atas rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). BHP adalah Unit Pelaksana Teknis instansi pemerintah yang secara struktural berada di bawah Direktorat Perdata, Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.

Pada awalnya, dana JHT yang sempat disebut "dana tidak bertuan" itu berjumlah Rp 4,9 triliun. Jamsostek terus berupaya mencari pemiliknya hingga dana itu tinggal Rp 1,1 triliun. Dana itu tidak segera diambil karena pemiliknya kemungkinan pindah kerja tanpa memberi tahu alamat barunya.

Direktur Kepesertaan Jamsostek Juanedi mengatakan, setelah diverifikasi, sebelumnya terdapat sekitar Rp 1,8 triliun dana JHT yang belum diklaim pemiliknya dan secara berangsur sebagian sudah diambil sehingga tersisa Rp 1,1 triliun. Diperkirakan dana tersebut milik sekitar satu juta peserta.

"Dibantu dengan data dari e-KTP kini sudah terdata 59 persen peserta jamsostek pemilik dana tersebut dan angka itu akan terus meningkat sehingga kami harapkan bisa memaksimalkan penyaluran dana milik pekerja tersebut," kata Junaedi.

PT Jamsostek sudah menjalin kerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri untuk mengakses data kependudukan untuk memudahkan mendeteksi peserta jamsostek yang alpa mengklaim dana jaminan hari tuanya.

Direktur Perencanaan dan Pengambangan PT Jamsostek Agus Supriyadi mengatakan jika sebelumnya pihak menggunakan media untuk menginformasikan kepada peserta agar mereka datang ke kantor cabang, kini dengan dengan e-KTP, BUMN itu bisa lebih aktif menghubungi secara langsung karena identitasnya sudah terdeteksi. (A-78/A-147)***

Baca Juga

Transaksi di Perbatasan Gunakan Uang Ringgit

EKONOMI

JAKARTA, (PRLM).- “Untuk membangun kawasan perbatasan kita harus melibatkan seluruh stakeholders yang ada, Perwakilan RI di kawasan perbatasan juga siap dimanfaatkan untuk kepentingan kesejahteraan penduduk dan pelaku usaha,” demikian ungkap Wamenlu RI saat menerima Wakil Ketua Umum Bidang Pemban

Libur Lebaran 2015, BNI Siapkan 195 Outlet

EKONOMI

JAKARTA, (PRLM).- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) memaksimalkan seluruh program dan pelayanan yang dimiliki untuk melengkapi dan memberikan manfaat kepada nasabah dan masyarakat yang menjalankan ibadah puasa selama Ramadhan dan yang melaksanakan mudik sepanjang Liburan Idul Fitri 143

Penjahit Banjir Pesanan

EKONOMI
Penjahit Banjir Pesanan

Manfaatkan Dana Bansos untuk Subsidi KUR

EKONOMI

JAKARTA, (PRLM).- Presiden RI Joko Widodo meminta penyaluran dana-dana bantuan dipercepat untuk menggerakkan perekonomian rakyat. Dalam catatan Jokowi, ada Rp26 triliun bantuan sosial dan Rp20 triliun dana UMKM yang tersebar di 23 kementerian dan lembaga.