Kemenag Secara Resmi Melarang Haji Plus dan Umrah Sistem MLM

BANDUNG, (PRLM).- Maraknya praktik penyelenggaraan haji plus dengan sistem berantai (Multi level marketing, MLM), Rustam mengatakan, Kemenag pusat secara resmi melarang praktik penyelenggaraan haji plus dan umrah melalui sistem pemasaran berjenjang (Muilti Level Marketing/MLM).

“Hal itu disebabkan sistem MLM ditengarai merugikan kaum Muslimin dengan banyaknya laporan pengaduan dari warga yang dirugikan praktis haji plus dan umrah MLM tersebut,” kata Ketua Dewan Penasihat Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (Himpuh), H. Rustam Sumarna, di Khalifah Tour, Kamis (18/4).

Larangan Kemenag pusat itu tercantum dalam surat No. Dj.VII/HJ.09/10839/2012 tertanggal 26 Desember 2012 yang ditandatangani Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag, Anggito Abimanyu.

"Kemenag termasuk Himpuh menerima banyak keluhan dari masyarakat yang tak bisa berangkat haji akibat sistem MLM. Selain pengaduan langsung dari masyarakat juga pemberitaan di media massa yang marak soal praktik merugikan dari umrah dan haji MLM ini,” ucapnya.

Menurut Rustam, dari seminar haji dan umrah MLM yang dilaksanakan Himpuh, belum lama ini, terungkap umrah dan haji dengan sistem MLM sampai saat ini perusahaan MLM umrah dan haji belum memiliki Surat Izin Usaha Penjualan Langsung (SIUPL) dari Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan.

"Tiap perusahaan yang mengadakan usaha penjualan langsung atau MLM harus mengantongi SIUPL. Semua penyelenggara haji plus dan umrah dengan sistem MLM belum memiliki SIUPL. Akhirnya pemerintah melarang haji dan umrah MLM sebab korban juga sudah banyak," ujarnya.

Selain itu. Dewan Syariah Nasional (DSN) MUI pusat telah mencabut sertifikat syariah kepada sebuah perusahaan MLM haji dan umrah yakni PT AP.

"Sebelumnya perusahaan itu telah mengantongi surat rekomendasi DSN MUI sejak 13 Agustus 2012, tapi akhirnya MUI mencabut surat rekomendasi itu. Jadi, kalau ada MLM haji plus dan umrah yang masih beroperasi adalah tidak mengantongi izin sama sekali,” katanya.(A-71/A-89)***

Baca Juga