Dimulai Pembangunan Tol Cikampek-Kertajati-Palimanan

MAJALENGKA, (PRLM).- Daerah di Kabupaten Majalengka dinilai memiliki posisi penting dalam rencana pembangunan dua ruas jalan tol, yakni jalan tol Cileunyi-Sumedang-Kertajati dan tol Cikampek-Palimanan-Kertajati. Maka Majalengka menjadi titik temu antara dua ruas tol tersebut.

Hal itu diungkapkan konstruktur PT Lintas Marga Sedaya, Hudaya Arianto salah satu kontraktor yang mengerjakan pembangunan ruas tol Cikampek-Kertajati-Palimanan pada acara pencanangan pembangunan ruas tol tersebut di Desa Jatisura, Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, Rabu (17/4/13).

Menurut Hudaya, dari panjang keseluruhan jalan tol Cikapa sepanjang 116,754 km, sepertiga diantaranya berada di Kabupaten Majalengka.

“Kabupaten Majalengka memiliki posisi strategis, karena akan menjadi titik pertemuan antara jalan tol Cikapa dan Cisumdawu. Panjang ruas tol yang ada di Majalengka mencapai 14.51 km atau dengan kata lain hampir 1/3 dari panjang tol Cikapa berlokasi di Kabupaten Majalengka,” ungkap Hudaya.

Keberadaan jalan tol Cikapa ke depan akan mendukung keberadaan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kertajati. Sebab, pintu keluar-masuk jalan tol tersebut salah satunya berada di wilayah Kertajati. “Pintu keluar-masuk berada di Kecamatan Sumberjaya dan Kecamatan Kertajati. Ini berarti sekaligus menjadi akses utama BIJB,” ungkapnya. (C-28/A_88)***

Baca Juga

Warga Terdampak BIJB Diberi Pelatihan Basic Cargo

MAJALENGKA, (PR).- Sebanyak 25 orang lulusan SMK sederajat asal Kecamatan Kertajati, atau yang terdampak oleh Bandara Internasional Kertajati, diberikan pelatihan basic cargo oleh Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia. Hal ini dilakukan agar kelak mereka bisa bekerja di bidang cargo BIJB.

SEJUMLAH  aktivis lingkungan di Kabupaten Karawang menanam bibit mangrove di Pantai Tanjungbaru, Desa Pasirjaya, Kecamatan Cilamaya Kulon, 26 Februari 2015 lalu. Kini  mangrove yang ditanam itu dilaporkan mati akibat sering diterjang gelobang pasang air l

30.600 Ha Hutan Mangrove Rusak, Ini yang Bisa Dilakukan

CIKARANG, (PR).- Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mencatat, dari 32.000 hektare hutan mangrove yang ada di Jawa Barat, hanya 1.400 hektare yang kondisinya baik. Sebanyak 30.600 hektare sisanya dinyatakan rusak parah.