Seluruh Warga Blok Cigintung Mengungsi Karena Pergerakan Tanah

MASYARAKAT di Blok Cigintung, Desa Cimuncang, kecamatan Malausma Kab Majalengka sedang menunggu kendaraan untuk mengangkut barang mereka ke lokasi pengungsian, Rabu (17/4/13). Seluruh warga di Blok Cigintung, Desa Cimuncang, kecamatan Malausma  mengungsi
TATI PURNAWATI/KC
MASYARAKAT di Blok Cigintung, Desa Cimuncang, kecamatan Malausma Kab Majalengka sedang menunggu kendaraan untuk mengangkut barang mereka ke lokasi pengungsian, Rabu (17/4/13). Seluruh warga di Blok Cigintung, Desa Cimuncang, kecamatan Malausma mengungsi menyusul tanah di lingkungan mereka terus bergerak.*

MAJALENGKA, (PRLM).- Sebanyak 600 Kepala Keluarga atau sebanyak 1.600 jiwa warga Blok Cigintung, Desa Cimuncang, Kecamatan Malausma, Kabupaten Majalengka kini mengungsi ke rumah kerabat atau familinya masing-masing menyusul seluruh pemukiman dan kondisi tanah di wilayah tersebut terus bergerak dan anjlok sekitar 0,5 cm setiap jamnya.

Bahkan di beberapa titik ruas jalan antara Blok Cigintung menuju ibu kota desa Cimuncang tepatnya sekitar 10 meter dari ujung perkampungan, tanah anjok sedalam 1,5 hingga 2 meter. Hasil pengukuran Dinas Bina Marga dan Ciptakarya anjloknya jalan di titik petama mencapai 2 m dengan bentangan hingga 17 m. Sekitar 20 m dari lokasi tersebut juga terjadi hal serupa hanya bentangannya mencapai 8 m. Demikian juga titik lainnya. Akibatnya ruas jalan tersebut terputus tidak bisa dilalui kendaraan roda empat ataupun roda dua.

Akibat kondisi tersebut PT PLN pun kini melakukan pemadaman listrik untuk wilayah tersebut karena dikhawatirkan akan terjadi gangguan atau kebakaran akibat tiangnya roboh atau akibat lainnya.

Kini seluruh pemukiman di wilayah tersebut kini dikosongkan karena ditinggal mengungsi seluruh penduduknya. Mereka mengosongkan seluruh isi rumahnya, khawatir lahan tanah yang ditempatinya akan anjlok atau longsor seperti yang menimpa gunung Jatipasir yang terjadi pada Minggu kemarin.

“Kami teliti ternyata anjloknya tanah terjadiu setiap jam sekali sekitar 0,5 cm. Itu mulai dirasakan tadi malam sekitar pukul 13.00 WIB. Makanya kami semua hamper tdak tidur karena mengemas barang untuk pindah ke pamili masing-masing,” ungkap Mumin. (C-28/A_88)***

Baca Juga

Sekarung Granat Asap Ditemukan di TPA Cipayung

DEPOK, (PR).- Sejumlah granat asap aktif dan amunisi gas air mata ditemukan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung, Kota Depok, Kamis 19 Oktober 2017. Polisi masih menyelidiki penemuan tersebut.

Cirebon Kaji Kebijakan Sekolah Wajib Pakai Mebel Rotan

SUMBER, (PR).- Pemerintah Kabupaten Cirebon sedang mengkaji kemungkinan menerapkan kebijakan mewajibkan penggunaan mebel rotan di sekolah negeri,  baik untuk kegiatan belajar mengajar di kelas, maupun ruang lainnya.