Pilbup Bandung Barat

Baliho Liar Marak Dipasang, Pemkab Bergeming

POLITIK
SEJUMLAH baliho pasangan calon Bupati-Wakil Bupati Bandung Barat marak dipasang di sejumlah pohon di Jalan Maribaya, Lembang, Rabu (17/4). Meski melanggar Perda, pemasangan sejumlah baliho liar itu belum ditertibkan Pemkab Bandung Barat.*
CECEP WIJAYA SARI/PRLM
SEJUMLAH baliho pasangan calon Bupati-Wakil Bupati Bandung Barat marak dipasang di sejumlah pohon di Jalan Maribaya, Lembang, Rabu (17/4). Meski melanggar Perda, pemasangan sejumlah baliho liar itu belum ditertibkan Pemkab Bandung Barat.*

NGAMPRAH, (PRLM).- Ratusan baliho liar bergambar pasangan calon Bupati-Wakil Bupati Bandung Barat marak dipasang di sejumlah daerah. Meski melanggar peraturan daerah, sejumlah baliho liar itu belum ditertibkan Pemkab Bandung Barat.

Sejumlah baliho tersebut banyak dipasang di sejumlah pohon, di antaranya di sepanjang Jalan Maribaya, Kecamatan Lembang. Hampir semua baliho bergambar pasangan calon ditempel di sejumlah pohon yang berada di kiri-kanan jalan.

Kondisi serupa juga terjadi di sepanjang Jalan Kolonel Masturi, Kecamatan Cisarua. Bahkan, satu pohon ada yang ditempeli 2-3 baliho dengan gambar yang berbeda.

Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Bandung Barat, Anugerah mengungkapkan, pemasangan baliho di sejumlah pohon tersebut melanggar Perda Nomor 9 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Reklame.

Dalam peraturan itu disebutkan bahwa reklame politik ataupun komersial dilarang dipasang di pohon ataupun melintang di jalan raya karena mengganggu estetika lingkungan.

“Aturannya sudah ada, sehingga baliho-baliho itu memang harus ditertibkan. Ini akan kami koordinasikan dengan berbagai instansi terkait,” ujarnya, Rabu (17/4).

Namun, Anugerah belum bisa memastikan kapan penertiban baliho liar itu akan dilakukan. Dia mengaku akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan Satpol PP, pemerintah kecamatan, dan panwaslu setempat untuk menertibkan sejumlah baliho liar itu.

Meski pemasangan baliho liar di sejumlah pohon itu melanggar Perda, Anugerah tidak menyebutkan sanksi bagi pemasangnya. “Paling nanti akan kami cabut saja baliho-baliho itu,” ucapnya.

Camat Lembang, Endang Hadiat menyayangkan maraknya baliho liar yang dipasang di sejumlah pohon di wilayahnya. Sebab, menurut dia, pemasangan baliho itu akan merusak pohon sehingga mengganggu kelestarian lingkungan.

“Pohon-pohon itu kan sudah berusia tua, jadi sayang sekali kalau ditempeli baliho dan poster dengan cara dipaku itu. Kalau bisa, seharusnya dipasang di tempat lain,” ujarnya.

Endang sepakat dengan penertiban sejumlah baliho liar itu. Namun, hingga kini dia masih menunggu koordinasi dengan instansi terkait, termasuk dari Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang serta Panwaslu tingkat kecamatan ataupun kabupaten.

Warga Kab. Bandung Barat yang juga aktivis lingkungan Forum Peduli Lingkungan Hidup (FPLH), Thio Setiowekti menilai, pemasangan baliho di sejumlah pohon menunjukkan bahwa kandidat tidak peduli terhadap kelestarian lingkungan.

“Yang ada hanya sebatas ucapan-ucapan tanpa isi. Buktinya, belum juga terpilih jadi bupati atau wakil bupati sudah merusak lingkungan,” katanya.

Sementara itu, Thio juga menilai Pemkab Bandung Barat saat ini sudah kehilangan ruhnya dalam menjalankan roda pemerintahan. Sebab, untuk menertibkan baliho saja harus menunggu koordinasi dengan instansi lain.

“Padahal, Pemkab kan sudah diberi kewenangan untuk itu. Jadi, seharusnya yang berwenang menertibkan baliho segera lakukan kewenangannya itu,” ucapnya. (A-192/A-89)***

Baca Juga

Partai Demokrat Berhak tak Undang Marzuki Alie

POLITIK
JAKARTA, (PRLM).- Langkah DPP Partai Demokrat yang tak mengundang sejumlah kadernya dalam hajatan pelantikan struktur DPP Partai Demokrat periode 2015-2020 ditanggapi beragam oleh berbagai kalangan.
 

Jokowi Perlu Meniru Soeharto Dalam Memilih Menteri

POLITIK

JAKARTA, (PRLM).- Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah menyatakan seharusnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) meniru gaya mantan Presiden Soeharto dalam memerintah. Jokowi seperti halnya Soeharto harus bisa merekrut oleh orang-orang yang memiliki kemampuan luar biasa yang bisa dipercaya.

Nasdem tak Beri Bantuan Hukum untuk OC Kaligis

POLITIK
JAKARTA, (PRLM).- DPP Partai Nasional Demokrat (Nasdem) tidak akan memberikan bantuan hukum terhadap Ketua Mahkamah Partai Nasdem, OC Kaligis yang ditetapkan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
 

Unjuk Rasa Warnai Pengumuman Calon Bupati

POLITIK
SEJUMLAH massa yang mengatasnamakan simpatisan PDI Perjuangan Kabupaten Bandung, melakukan unjukrasa saat digelarnya deklarasi pencalonan Decky Fajar-Doni Mulyana Kurnia sebagai Cabup/Cawabup Bandung, Jumat (24/7/2015).

SOREANG, (PRLM).- Deklarasi pengumuman pasangan calon kepala daerah dari PDI Perjuangan Kabupaten Bandung, diwarnai unjuk rasa sejumlah kader partai. Aksi tersebut merupakan aksi penolakan terhadap pengusungan Decky Fajar sebagai calon bupati dalam pilkada Kabupaten Bandung 2015.