Antisipasi Kekurangan Soal, Panitia Buka Kardus Naskah UN

BANDUNG, (PRLM).- Ketua UN Jabar Uyu Wahyudin mengatakan untuk mengantisipasi adanya naskah UN yang kurang maka pengawas akan membuka kardus besar berisi amplop-amplop yang di dalamnya ada soal untuk mencocokkan jumlah amplop dengan jumlah yang ada di catatan. Akan tetapi amplop-amplop tersebut tidak akan dibuka sampai ke ruang ujian.

“Kalau di dus besar ada lima dan di data juga lima maka cocok. Ketika ada jumlah yang tidak cocok maka itu yang akan dicocokkan dengan data. Ketika kurang maka tidak cocok dapat segera melaporkan ke percetakan. Laporan supaya cepat dari subrayon langsung ke percetakan tapi tetap ada tembusan ke UPI. Kami akan terus memantau aliran distribusi naskah UN,” kata Uyu di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Jln. Setiabudhi, Kota Bandung, Senin (15/4/13).

Koordinator Education Forum Suparman menilai dalam sejarah penyelenggaraan UN baru kali ini terjadi pengunduran jadwal akibat masalah distribusi soal yang terjadi secara masal di 11 provinsi. Ini jelas mengganggu psikologis anak dan membuktikan ketidakberesan manajemen kemendikbud dalam menyiapkan program nasional yang diyakini kemdikbud sendiri akan berjalan sessuai jaddwal.

“Setelah UN, meminta presiden mengevaluasi kinerja mendikbud atas ketidakberesan manajemen UN ini. Apalagi pengadilan sudah memutuskan UN melanggar HAM, hak anak dan banyak problem pendidikan lainnya. Mengganti Mendikbud adalah cara terbaik memulai perbaikan pendidikan dari lingkup manajemen kemdikbud itu sendiri,” katanya. (A-208/A-88)***

Baca Juga

STMIK AMIK Bandung Wisuda 151 Lulusan

BANDUNG,(PR).- STMIK AMIK Bandung Jalan Jakarta, Kota Bandung, mewisuda 151 lulusannya program sarjana dan diploma di Hotel Horison, Sabtu, 5 November 2016. Wisuda juga diisi dengan penandatanganan kerja sama peningkatan mutu mahasiswa dan penyaluran lulusan dengan empat perusahaan swasta.

Insentif Khusus Disediakan Bagi Guru di Pelosok

BANDUNG.(PR).- Pemprov Jabar akan memeratakan kebutuhan guru pada tahun depan. Pasalnya saat ini masih banyak daerah terpencil yang kekurangan tenaga pengajar. Sementara jumlah guru di perkotaan jauh lebih banyak.

PGRI Ancam Undur Dari Pengelola Dana Hibah

BANDUNG,(PR).- Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Bandung menyatakan akan mundur sebagai pengelola dana hibah guru honorer 2016 bila keputusan walikota tentang dana hibah belum juga terbit hingga 25 November 2016.