Permasalahan Sosial Jalanan Kota Bandung Semakin Marak

BANDUNG, (PRLM).- Keberadaan doger monyet, manusia silver serta anak jalanan semakin marak di sejumlah jalan Kota Bandung. Tak komprehensifnya penangananannya oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung membuat permasalahan sosial tersebut tak tuntas dan berlarut-larut.

Dari pemantauan "PRLM" pada Minggu, (14/4/13), sejumlah jalan yang menjadi tempat atraksi doger monyet terlihat di Perempatan Jalan Buahbatu dan Soekarno-Hatta, sepanjang Jalan Pasteur dekat Rumah Sakit Hasan Sadikin, Cihampelas, Taman Dago Cikapayang. Di lokasi itu, para pengamen doger monyet, manusia silver, anak jalanan hingga pengemis menjadi pemandangan yang lazim ditemui warga Kota Bandung.

Santi Safitri selaku Ketua Kelompok Perempuan Mandiri (KPM) Dewi Sartika menilai permasalahan sosial di jalanan Kota Bandung tak tuntas karena tak komprehensifnya pemerintah dalam mengatasinya. "Yang dibutuhkan adalah pendampingan serta pemberian pekerjaan bagi orang-orang yang bekerja di jalan. Selama ini, Pemerintah Kota Bandung serta dinas sosial menggunakan pendekatan anggaran untuk menyelesaikan permasalahan itu," ujarnya saat dihubungi "PRLM".

Dia menambahkan, Pemkot Bandung hanya mau bekerja jika programnya sudah ada anggaran. Kondisi itu, tutur Santi, semakin menambah berlarut-larunya permasalahan sosial di jalanan.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Bandung Siti Masnun Samsiati mengakui masih maraknya PMKS di jalanan Kota Bandung.

"Kita tidak tinggal diam, penanganan masalah itu dilakukan seperti bekerjasama dengam rumah singgah," ujarnya. Dia mengakui keterbatasan anggara dan sarana menjadi kendala dalam penyelesaian masalah sosial tersebut.

"Anggaran yang dikucurkan juga bertahap, tak sekaligus,"kata Siti. Menurutnya, razia akan tetap dilakukan Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bandung dalam menekana maraknya PMKS di jalanan. (A-201/A-108)***

Baca Juga

Aher Himbau Warga Patuhi Arahan Terkait Jembatan Cisomang

BANDUNG,(PR).- Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengimbau kendaraan jenis apapun agar mengikuti arahan  PUPR, BPJT dan PT Jasa Marga agar menghindari ruas tol Purbalenyi, terkait dengan kerusakan jalan tol di KM 100+700 Cisomang, tepatny

Uji Nyali di Jembatan Kereta Api Cisomang

NGAMPRAH, (PR).- Jembatan itu melintang di atas sungai berwarna kecoklatan. Tingginya mencapai sekitar 100 meter dan menjadi penyangga jalur kereta api. Pemandangan curam tersebut cukup membuat ciut nyali orang yang melintasinya.