Tak Perlu Enggan Minta Bantuan LBH

NGAMPRAH, (PRLM).- Masyarakat jangan enggan meminta bantuan lembaga bantuan hukum (LBH) untuk memperjuangkan hak dalam hal permasalahan hukum. Apabila masyarakat tidak berani atau enggan meminta bantuan, LBH harus melakukan upaya penjemputan kepada aspirasi masyarakat.

"Tidak dipungkiri, sebagian masyarakat merasa apatis terhadap proses hukum. Namun, demi rasa keadilan, masyarakat harus menghilangkan anggapan itu," ucap pembina LBH Insani, Dahlan Abdul Hamid saat dijumpai pada sela-sela Launching LBH Insani di Cibogo Indah, Kecamatan Cipatat, Sabtu (13/4/13).

Menurut Dahlan, anggapan apatis masyarakat, bisa jadi muncul karena keadilan hukum belum terimplikasi secara utuh. Selain enggan melaporkan suatu kejadian, dampak sikap apatis masyarakat terhadap hukum, berpotensi memunculkan aksi anarkistis.

Sikap anarkistis, akibat ketidakpercayaan masyarakat terhadap hukum, tetap tidak bisa dibenarkan. Ketika hukum seakan tidak mampu menyentuh keadilan masyarakat, lalu masyarakat ingin memperjuangkan hak hukum, keberadaan LBH bisa menjadi solusi.

Mengenai fungsi keberadaan LBH, tutur Dahlan, masyarakat bisa melakukan pengaduan atas pelayanan dari pemerintah daerah. Misalkan tidak puas dengan pelayanan dari pemerintah daerah, melalui LBH, masyarakat dapat melakukan class action. (A-206/A-88)***

Baca Juga

Ini Modus Komplotan Begal yang Beraksi di Tamansari

BANDUNG, (PR).- Tersangka HM alias Odon yang ditembak mati merupakan otak pelaku pembegalan. Ia juga tidak segan-segan melukai korban ketika beraksi menggunakan senjata tajam berupa pedang.

Angka Laporan Kekerasan Anak Kota Bandung Menurun

BANDUNG,(PR).- Angka pelaporan kejadian kekerasan terhadap anak dan perempuan di Kota Bandung menurun. Hingga Oktober 2016, tercatat terdapat 68 kasus kekerasan yang dilaporkan masyarakat.