Program Tanam Padi di Polibag Terhenti

BANDUNG RAYA

SOREANG, (PRLM).- Program penanaman padi di polibag di lingkungan Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) Pemkab Bandung terhenti. Hanya di rumah dinas Bupati Bandung yang masih setia menanam padi di dalam polibag.

"Awalnya ide menanam padi di dalam polibag berasal dari Pak Bupati agar OPD-OPD memberi contoh kepada masyarakat," kata Kepala Dinas Pertanian Kehutanan dan Perkebunan (Distanhutbun) Kab. Bandung. Ir. H. Tisna Umaran, di Lapangan Upakarti, Jumat (12/4/2013).

Menurut Tisna, apabila berdasarkan perhitungan ekonomi, maka penanaman padi di dalam polibag lebih banyak biaya yang harus dikeluarkan. "Tapi untuk sekadar ketahanan pangan dan pendidikan tidak lah mengapa. Kalau untuk diperhitungkan secara ekonomi memang tak ekonomis," ujarnya.

Untuk keperluan rumah tangga, kata Tisna, bisa saja dicoba menanam padi di taman atau halaman rumah bukan di polibag. Taman bunga bisa diganti dengan tanaman padi, kangkung, tomat, atau cabe sehingga rumah tangga bisa memenuhi sendiri kebutuhannya.(A-71/A-147)***

Baca Juga

243 CPNS Terima STTPL Prajabatan

BANDUNG RAYA

SOREANG,(PRLM).- Sebanyak 243 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk kategori I dan II Pemkab Bandung menerima Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) Prajabatan.

Bermain Masak-masakan di Gang Maleer

BANDUNG RAYA
DUA anak bermain masak-masakan, di salah satu gang di Jalan Maleer V, Kota Bandung, Kamis (2/7/2015). Minimnya lahan dan makin sedikitnya fasilitas bermain menjadi salah satu permasalahan yang kerap terjadi di kota besar.*

Marak, Oknum Wartawan dan LSM Yang Memeras Kades

BANDUNG RAYA

NGAMPRAH, (PRLM).-Beberapa kepala desa di Kabupaten Bandung Barat merasa resah karena diperas oleh oknum wartawan dan lembaga swadaya masyarakat. Setelah dana desa bisa dicairkan, sejumlah kades mengaku sering dimintai uang, terlebih saat ini kian dekat dengan hari Lebaran.

Potensi ZIS Kab. Bandung Bisa Rp 30 Miliar/Bulan

BANDUNG RAYA

SOREANG,(PRLM).- Bupati Bandung Dadang M. Naser menyatakan apabila kaum Muslimin memiliki kesadaran dalam membayar zakat, infak, maupun sedekah (ZIS), maka dalam sebulan bisa berkumpul Rp 30 miliar sebulan. Hal itu apabila setiap Muslim memberikan ZIS-nya setiap bulan Rp 10.000,00.