DPRD Kab. Bekasi Akan Panggil Pelaksana Proyek Tanggul Banjir Sungai Citarum

JAWA BARAT

CIKARANG, (PRLM).-Pimpinan Komisi C pada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bekasi, pada dua minggu ke depan akan memanggil salah satu pelaksana proyek pembangunan tanggul banjir Sungai Citarum dari PT Wijaya Karya (Wika) ke gedung dewan.

Selain memanggil pelaksana teknis PT Wika, Komisi C pun akan memanggil Camat Muaragembong, Kepala Desa Pantai Sederhana, dan perwakilan masyarakat.

Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Bekasi, Aep Saeful Rohman mengatakan, agenda pemanggilan tersebut dilakukan terkait proses perkembangan pekerjaan pembangunan tanggul Sungai Citarum.

"Kita ingin mengetahui sejauh mana progress report pembangunan tanggul tersebut tahap pertama yang dilakukan PT Wika. Selain itu, alasan kami memanggil para unsur pemerintahan di Kecamatan Muaragembong karena kami juga menerima keluhan dari warga sekitar terkait pembangunan tanggul tersebut," ungkap Aep saat ditemui di ruang kerjanya di Gedung DPRD Kabupaten Bekasi, Desa Sukamahi Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Kamis (11/4).

Dijelaskan Aep, terkait keluhan warga, pihaknya menerima laporan ada friksi (gesekan) yang terjadi antara pelaksana proyek dengan Kepala Desa Pantai Sederhana, Zeny.

Gesekan tersebut yakni tidak adanya titik temu mengenai kesepakatan ganti rugi rumah yang akan tergusur oleh pembangunan tanggul tersebut.

"Kepala desa tetap bersikukuh menolak pembangunan tanggul itu karena katanya belum ada kesepakatan uang ganti rugi. Dari pihak BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) Citarum memang tidak ada alokasi untuk ganti rugi, melainkan uang kerohiman," ungkap Aep.

Sedangkan, dilanjutkan Aep, saat dirinya melakukan peninjauan ke lapangan dan menanyakan kepada warga yang diperkirakan rumahnya tergusur, warga di Desa Pantai Sederhana tidak mempermasalahkan uang kerohiman.

"Saat kami menanyakan tentang uang kerohiman itu, warga tidak mempermasalahkannya? Malah dengan adanya pembangunan tanggul itu, warga merasa terbantu karena permasalahan banjir yang selama ini terjadi, akan segera teratasi. Dengan demikian, warga pun tidak akan khawatir kalau debit air Sungai Citarum meningkat," katanya.

Berdasarkan perbedaan pendapat tersebut, dikatakaj Aep, disinyalir ada oknum-oknum yang memanfaatkan dengan adanya pembangunan tanggul tersebut.

Bahkan, dijelaskan Aep, kepala desa meminta uang ganti rugi sebesat Rp 5 juta untuk satu unit rumah yang tergusur akibat pembagunan itu.

"Ada indikasi kalau kepala desa itu mengada-ngada terkait ganti rugi tersebut, karena berbeda sekali dengan pernyataan para warga yang kami tanyai. Untuk itu, kami akan memanggil setiap pihak untuk duduk bersama mencari jalan keluar yang terbaik," ucap dia. (A-198/A-89)***

Baca Juga

Dua Terduga Teroris Jaringan Alqaidah Diringkus Densus 88

JAWA BARAT

INDRAMAYU, (PRLM).- Detasemen Khusus 88 Mabes Polri menangkap dua orang terduga teroris di dua tempat berbeda pada Jumat (15/1/2016), Keduanya disinyalir terkait dengan pengeboman Jakarta, Kamis (14/1/2016) lalu.

Angin Puting Beliung Menerjang Dusun Cisalak

JAWA BARAT
Angin Puting Beliung Menerjang Dusun Cisalak

KUNINGAN, (PRLM).-Puluhan jiwa dalam delapan kepala keluarga penghuni lima rumah warga lingkungan RT 4 RW 2, Dusun Cisalak, Desa Cipedes, Kecamatan Ciniru, Kabupaten Kuningan, pada Sabtu (16/1/2016) malam terpaksa diungsikan ke sejumlah rumah tetangganya.

Ormas di Majalengka Tolak Paham Radikalisme

JAWA BARAT
BUPATI Majalengka Sutrisno, Wakil Bupati Majalengka Karna Sobahi, unsur muspida dan tokoh ulama serta ormas Islam di Kabupaten Majalengka memngangkat tangan untuk menunjukan kesepakatan mereka melolak paham radikal dan ISIS, Senin (18/1/2016) di gedung Yu

MAJALENGKA,(PRLM).- Bupati Majalengka, tokoh antar-agama serta seluruh Ormas Islam di Kabupaten Majalengka lakukan deklarasi serta penolakan paham radikalisme dan paham ISIS di Kabupaten Majalengka, Senin (18/1/2016) di Gedung Yudha Karya Abdi Negara.

Polisi Lumpuhkan Pembunuh Waria

JAWA BARAT
TIGA tersangka pelaku pembunuhan terhadap Jejen Jaenudin, warga Desa Majasari, kecamatan Ligung sedang dimintai keterangan penyidik Polres Majalengka. Mereka ditangkap di rumahnya amsing-masing Selasa (19/1/2016) sekitar pukul 02.00 dini hari.*

MAJALENGKA,(PRLM).- Polres Majalengka tangkap tiga pelaku pembunuh Jejen Suteja bin Sarkowi (29) warga Desa Majasari, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalemgka. Korban yang seorang waria mayatnya ditemukan di kawasan Jatiwangi Square 6 November 2015 lalu.