Warga Jetis dan Toyareka Temukan Timbunan Solar Bersubdisi

NASIONAL

PURBALINGGA, (PRLM).- Puluhan warga Jetis dan Toyareka Kecamatan Kemangkon Purbalingga Jawa Tengah, Kamis (11/4), mendatangi rumah kosong milik perwira polisi berpangkat AKP dengan inisial Snt. Rumah yang diduga menjadi tempat penimbunan solar bersubdisi.

Massa yang marah mengamuk dan menggeledah seisi rumah di RT 02 RW 09 Desa Toyareka. Mereka menemukan barang bukti timbunan solar bersubsidi yang di sembunyikan dalam 43 drum plastik berisi sekitar 600 liter serta sisa oli bekas.

Awalnya warga hanya menemukan drum berisi oli bekas di bagian depan rumah, namun setelah dilakukan penggledahan mereka menemukan puluhan drum berisi solar. Drun-drum tersebut berada di dalam rumah dan ditutupi terpal sehingga sepintas memang tidak terlihat. Setalah dibuka dan dicium baunya, ternyata berisi solar.

Mengetahui adanya timbunan solar di rumah milik Snt seorang perwira di Polres Purbalingga, warga mengamuk, kaca rumah pecah solar dituang dan oli bekas di tumpahkan ke jalanan lalu dibakar.

Sebenarnya warga mau menjarah solar namun di cegah warga lainnya karena untuk barfang bukti pengusutan. Aksi warga tidak berlanjut setelah datang polisi mengamankan lokasi.

"Jelas kita marah, kita sekarang sedang membutuhkan solar untuk mengoperasikan traktor, tapi solar sulit dicari. Tapi disini malah penimbunan yang dilakukan oknum polisi," kata Karso (45) warga setempat,

Kemungkinan jika saat ini tidak ada kelangkaan solar aktivitas mencurigakan dugaan penimbunan solar di rumah kosong tersebut tidak terpantau.

Kepala Desa Toyareka Darmin mengatakan, rumah kosong itu milik AKP Snt yang bertugas di Polres Purbalingga. Namun sekarang perwira polisi itu sudah pindah ke Desa Mewek, Kecamatan Kalimanah.

Sementara itu, puluhan personel Polres Purbalingga dan TNI yang datang ke lokasi segera mengamankan puluhan drum yang berisi oli bekas dan solar tersebut.

Kepala Kepolisian Resor Purbalingga, Ajun Komisaris Besar Ferdy Sambo mengatakan, saat ini polisi masih menyelidiki kasus itu. "Kami akan dalami untuk apa solar dan oli sebanyak itu, kita akan cek izin usahanya," katanya.

Dari rumah perwira polisi itu Polres Purbalingga telah menyita sekitar 600 liter solar dan 43 drum. Barang bukti sebanyak tiga truk dalmas (pengendali massa) di bawa ke Markas Polres Purbalingga. (A-99/A-26)***

Baca Juga

Bersikeras Tahan Abraham Samad, Polri Dinilai Bersikap Sewenang-wenang

NASIONAL

JAKARTA, (PRLM).- Polri bersikeras untuk menahan dan menangkap Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi nonaktif Abraham Samad selepas pemeriksaan di Polda Sulselbar, Selasa (28/4/2015). Namun, Kuasa Hukum Abraham Samad menolak dan menyatakan upaya paksa itu sewenang - wenang dan tak beralasan.

Upayakan Perayaan Mayday 2015 Aman dan Kondusif

NASIONAL

JAKARTA, (PRLM).- Menteri ketenagakerjaan Muhammad Hanif Dhakiri mengimbau para buruh/pekerja dan serikat buruh/serikat pekerja (SP/SB) agar dalam menyampaikan aspirasi, usulan maupun tuntutannya terkait Hari Solidaritas Buruh Internasional, 1 Mei, dapat dilakukan secara baik, tertib dan tidak m

KPK Versus Polri

Presiden Perintahkan Kapolri Jangan Menahan Novel Baswedan

NASIONAL

SOLO, (PRLM).- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan, telah mengeluarkan perintah kepada Kapolri, Jenderal Badrodin Haiti, agar penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan yang ditangkap Bareskrim Polri pada Jumat (1/5/2015) dinihari tidak ditahan.

Pangarmatim Luncurkan Buku Kisah Perjalanan Keliling Dunia

NASIONAL

SURABAYA, (PRLM).- Pengalaman belayar keliling dunia dengan KRI Arung Samudera yang dilakoni lebih dari satu tahun memberi kesan sangat mendalam bagi para pengawaknya.