300 Nama Guru Honorer Tidak Masuk Uji Publik

PENDIDIKAN

BANDUNG, (PRLM).- Sebanyak 300 nama guru honorer Kota Bandung tidak terdaftar dalam uji publik calon peserta ujian calon pegawai sipil (CPNS) Kategori II. Mereka merupakan tenaga honorer yang tidak dibayar oleh APBD dan APBN melainkan oleh BOS atau sumber dana lainnya.

Padahal beberapa waktu lalu para guru mengikuti validasi data pemberkasan di SMPN 49 Kota Bandung dan secara administratif telah memenuhi syarat untuk diikutkan dalam daftar nama calon peserta uji CPNS Tenaga Honorer Kategori II.

"Ada nama-nama yang tidak tercantum dalam daftar uji publik sekarang ini. Justru yang tidak memenuhi syarat malah ada dalam daftar tes CPNS," kata Ketua Forum Komunikasi Guru Honorer Kota Bandung (FKGH) Yanyan Herdiyan di Gedung Indonesia Menggugat (GIM) Jln. Perintis Kemerdekaan Kota Bandung, Rabu (10/4/13).

Yanyan memaparkan saat ini ada 1.713 orang yang terdiri dari 627 guru honorer dan 1.086 administrasi yang namanya masuk mengikuti uji publik. FKGH meyayangkan adanya pembiaran dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Bandung dan Dinas Pendidikan Kota Bandung.

Secara administratif syarat guru honor harus terus menerus mengajar di sekolah tersebut untuk dapat mengikuti tes calon CPNS. Akan tetapi banyak guru yang juga bekerja di luar kemudian kembali lagi mengajar dan diberikan SK oleh kepala sekolah.

Selain itu FKGH juga mendapat temuan guru yang ketika pemberkasan menuliskan datanya sebagai guru kemudian pada uji publik malah dimasukan sebagai tenaga administrasi. Contohnya Taufik Margamulyana dari SD Sayuran 4 Cijerah sehari-hari sebagai guru olahraga dan Tien Novita guru kelas 2 di SD Sayuran 2 sehari-hari sebagai tapi keduanya dimasukan sebagai tenaga administrasi.

"Saya tidak tahu mengapa guru waktu pemberkasan mencantumkan sebagai guru tapi hasil verifikasi validasi nama tersebut sebagai tenaga administrasi. Para guru juga mempertanyakan ke BKD tapi tidak dapat jawaban jelas," kata Yanyan. (A-208/A-88)***

Baca Juga

Pengamat Mengecam Buku Agama Anti-pluralisme

PENDIDIKAN

JOMBANG, (PRLM).- Terungkapnya kasus peredaran buku pelajaran agama Islam untuk siswa SMA yang materinya berisi teks anti-pluralisme merupakan akibat dari mekanisme penyusunan buku pelajaran yang buruk, kata seorang pengamat pendidikan.

UN SMA, SMK, dan MA dari 13-16 April

PENDIDIKAN

SOREANG,(PRLM).- Ujian Nasional (UN) untuk siswa SMA, SMK, dan MA akan dilaksanakan dari 13-16 April mendatang. Hasil UN akan dicantumkan bersamaan dengan nilai sekolah dan nilai-nilai rata-rata hasilnya di tingkat sekolah, kabupaten/kota, provinsi, maupun nasional.

Mahasiswa UII Belajar Mengolah Air Limbah di Jepang

PENDIDIKAN

YOGYAKARTA. (PRLM).- Dua mahasiswa Fakultas Teknik Lingkungan Universitas Islam Indonesia (UII), Adam Ikhya Alfarokhi dan Anandhitya Rheza Adrian mendapat kesemoatan belajar mengolah limbah air di Hokkaido University, Jepang, dalam program pertukaran mahasiswa.

Kota Bandung Kekurangan Guru SD

PENDIDIKAN

BANDUNG, (PRLM).- Kota Bandung kekurangan guru sekolah dasar (SD) sekitar 2.000 orang. Penerimaan tenaga pendidikan pada tahun ini tidak mampu menutupi kekurangan tersebut. Ditambah lagi, guru SD juga kesulitan menaikkan pangkatnya karena disharmoni aturan.