Masyarakat Tetap Bisa Gunakan e-KTP yang Salah Data

PETUGAS merekam sidik jari warga yang mengaktifkan kartu tanda penduduk elektroniknya (e-KTP) di Kantor Kecamatan Soreang, Jln. Sindang Wargi, Desa/Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, Kamis (11/4).  Masyarakat yang KTP elektronik (e-KTP) salah data agar
Proses Pembuatan E-KTP/Dok. PR

SOREANG, (PRLM).- Masyarakat yang KTP elektronik (e-KTP) salah data agar menggunakannya untuk kepentingan administrasi kependudukan. Namun, pihak kecamatan atau desa harus memberikan surat keterangan kalau ada data di e-KTP yang masih salah.

"Untuk mengganti fisik e-KTP yang membutuhkan waktu lama karena percetakan e-KTP masih terpusat di Kemendagri," kata Kabid Pendaftaran Penduduk Disdukcasip Kab. Bandung, Indriani, S.Sos, di ruang kerjanya, Kamis (11/4/2013).

Menurut Indriani, perbaikan data e-KTP yang salah bisa dilakukan di operator e-KTP di kecamatan-kecamatan. "Setelah kesalahan data diperbaiki seharusnya langsung dilakukan pencetakan e-KTP yang baru. Namun karena pencetakan e-KTP masih terpusat di Kemendagri sehingga e-KTP yang salah bisa dipakai dulu," jelasnya.

Kesalahan itu bisa dari kesalahan nama, tanggal lahir, jenis kelamin, maupun kesalahan data lainnya. "Namun pihak kecamatan atau desa memberikan surat pengantar yang menerangkan adanya kesalahan data dalam e-KTP tersebut," ujarnya.(A-71/A-147)***

Baca Juga

OBJEK wisata Curug Malela di Kamp. Manglid, Ds. Cicadas, Kec. Rongga, Bandung Barat meski sudah dua kali menerima BTL namun kondisi jalan menuju objek wisata sebagian masih berupa jalan setapak.*

Objek Wisata yang Dikelola Pemkab Bandung Barat Sulit Berkembang

NGAMPRAH, (PR).- Beberapa objek wisata yang dikelola Pemerintah Kabupaten Bandung Barat sulit berkembang. Hal ini disebabkan lahan di beberapa objek wisata bukan aset pemerintah daerah, sehingga promosi pariwisata pun tidak optimal.

Bayi Kembar Siam Asal Ciamis Dipisahkan Hari Ini

BANDUNG, (PR).- Bayi kembar siam asal Ciamis, Gesya Ummaya Ramadani dan Gisya Bizanty Ramadani yang saat ini berusia 63 hari menjalani operasi pemisahan di ruang COT lantai 3 Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Selasa, 27 September 2016.