Pemilih Pemula Pemilukada KBB Capai 20 Persen

POLITIK

NGAMPRAH, (PRLM).-Jumlah pemilih pemula di Kabupaten Bandung Barat saat ini mencapai 20 persen atau sekitar 200.000 suara dari total calon pemilih dalam daftar pemilih tetap (DPT).

Banyaknya jumlah pemilih pemula dinilai signifikan untuk meningkatkan partisipasi pemilih dalam Pemilukada Bandung Barat 19 Mei 2013.

"Potensi pemilih pemula sangat besar. Partisipasi mereka dalam Pemilukada akan membantu meningkatkan target partisipasi secara keseluruhan, yakni sampai 80 persen," kata Iing Nurdin, Ketua Pokja Sosialisasi KPU Kabupaten Bandung Barat, Rabu (10/4).

Dengan tingginya jumlah pemilih pemula, menurut dia, KPU Kabupaten Bandung Barat gencar melakukan sosialisasi bekerja sama dengan perguruan tinggi.

Dalam sosialisasi tersebut, para pemilih pemula yang kebanyakan pelajar SMA dan SMK itu diberikan pengetahuan tentang Pemilukada sehingga mereka bisa memberikan hak suaranya di TPS.

KPU juga mengimbau setiap guru kewarganegaraan dan kepala sekolah di semua SMA-sederajat di Kabupaten Bandung Barat agar menyosialisasikan pentingnya partisipasi dalam Pemilukada.

"Selain itu, kami juga memberikan pemahaman agar para pemilih pemula mengetahui visi dan misi para pasangan calon. Jangan sampai mereka asal memilih," ujarnya.

Sosialisasi terhadap pemilih pemula, kata Iing gencar dilakukan lantaran minimnya partisipasi warga di daerah perkotaan dan permukiman padat penduduk pada Pilgub Jabar lalu. Padahal, menurut dia, penduduk di daerah perkotaan identik dengan latar belakang pendidikan yang tinggi.

"Namun kenyataannya, justru partisipasi para pemilih di pelosok yang partisipasinya tinggi. Idealnya kan makin tinggi pendidikannya makin tinggi kesadarannya untuk berpartisipasi," tuturnya.

Meski demikian, Iing optimistis bahwa partisipasi pemilih dalam Pemilukada kali ini lebih tinggi dibandingkan dengan partisipasi dalam Pilgub Jabar. Salah satu indikatornya, menurut dia, yaitu antusiasme pemilih pemula untuk ikut berpartisipasi dalam Pemilukada.

Kepala SMAN 1 Rongga, Agus Saeful Muhram mengaku sudah menyosialisasikan segala hal terkait Pemilukada kepada siswanya bekerja sama dengan KPU Kabupaten Bandung Barat.

Sosialisasi itu dihadiri sejumlah guru PPKN dan perwakilan siswa dari berbagai sekolah di selatan Kabupaten Bandung Barat, mulai dari Cililin, Sindangkerta, Cipongkor, Gununghalu, hingga Rongga.

"Dalam sosialisasi itu disampaikan berbagai pandangan mengenai Pemilukada. Intinya agar siswa memberikan hak suaranya pada hari pencoblosan," ujarnya.

Meski demikian, dia mengungkapkan, perhatian pemilih pemula dalam Pemilukada nanti cukup terbagi dengan persiapan mereka menjelang ujian nasional (UN). Sebab, hari pelaksanaan Pemilukada Bandung Barat hanya sehari berselang setelah UN tingkat SMA berakhir.

"Kami maklumi jika perhatian mereka lebih fokus ke UN. Sebab, persiapan UN juga membutuhkan pemikiran yang ekstra," (A-192/A-89)***

Baca Juga

Kisruh Golkar dan PPP Bikin Menkumham Trauma

POLITIK
JAKARTA, (PRLJM).- Dualisme kepemimpinan di tubuh Partai Golkar dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menjadikan posisi Menteri Hukum dan HAM (Menkumham), Yasonna Hamonangan Laoly semakin dilematis.
 

Pimpinan DPD RI Bisa Kocok Ulang 2,5 Tahun

POLITIK

JAKARTA, (PRLM).- Ketua Pansus Tata Tertib (Tatib) DPD RI Muhammad Asri Anas menegaskan, dalam ketentuan lama setiap pimpinan alat kelengkapan DPD RI sebelumnya bisa diganti setiap tahun setelah dievaluasi oleh anggota dan atau masyarakat.

Musda DPD PAN Kab. Bandung di Sutan Raja

POLITIK

SOREANG,(PRLM).- Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Kab. Bandung mengadakan musyawarah daerah di Hotel Sutan Raja Soreang, Minggu (24/1/2016). Musda dihadiri ratusan pengurus dan simpatisan PAN serta Sekretaris DPW PAN Jabar Hari Darmawan, dan Ketua PD Muhammadiyah Kab.

Irman Gusman Dukung Gerakan Poros Maritim Pemuda

POLITIK

JAKARTA, (PRLM).- Ketua DPD RI Irman Gusman mendukung Gerakan Poros Maritim Pemuda Tahun 2016 dan Jambore Poros Maritim Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) sebagai upaya untuk mewujudkan program pembangunan pemerintahan Jokowi-JK dalam poros maritim Indonesia.