Tanpa Dihadiri Kedua Terdakwa

Hakim Memvonis Kasus Korupsi Dana Hibah 4 Tahun Penjara

BANDUNG RAYA
SIDANG korupsi dana hibah Kota Bandung di Ruang Sidang III Pengadilan Tipikor Bandung, Jln. LLRE Martadinata, dipenuhi sejumlah wartawan. Sidang beragendakan putusan majelis hakim itu tidak dihadiri kedua terdakwa, penasehat hukum, atau keluarga terdakwa.
SATRYA GRAHA/PRLM
SIDANG korupsi dana hibah Kota Bandung di Ruang Sidang III Pengadilan Tipikor Bandung, Jln. LLRE Martadinata, dipenuhi sejumlah wartawan. Sidang beragendakan putusan majelis hakim itu tidak dihadiri kedua terdakwa, penasehat hukum, atau keluarga terdakwa.*

BANDUNG, (PRLM).-Majelis hakim perkara korupsi dana hibah Kota Bandung tahun anggaran 2009-2010, memvonis kedua terdakwa kasus itu dengan hukuman penjara 4 tahun, denda Rp 50 juta, dan subsider 2 bulan penjara.

Sidang putusan digelar di Ruang III Pengadilan Tipikor Bandung, Jln. LLRE Martadinata, Kota Bandung, Rabu (10/4) siang.

Ketua Majelis Hakim Eka Saharta membeberkan, terdakwa Deni Wardani dan Syaf Maulana terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan sesuai dakwaan jaksa penuntut umum. Vonis hakim itu lebih berat 1,5 tahun ketimbang tuntutan jaksa penuntut umum.

Dalam sidang sebelumnya, JPU Anang Suhartono dan Lia Pratiwi menuntut kedua terdakwa dengan pasal 3 (subsider) juncto pasal 18 UU No. 31/1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU No. 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Jaksa menuntut kedua terdakwa dengan hukuman 2 tahun 6 bulan penjara, denda Rp 200 juta, subsider 3 bulan.

Hakim mengeluarkan vonis tersebut atas beberapa pertimbangan. "Hal yang memberatkan, kedua terdakwa telah menyulitkan jalannya persidangan karena tidak hadir selama persidangan. Sementara hal yang meringankan, kedua terdakwa telah mengembalikan kerugian negara yang totalnya Rp 300 juta. Terdakwa juga belum pernah dihukum," katanya.

Usai sidang, JPU Anang Suhartono menuturkan, vonis tersebut akan disampaikan kepada keluarga para terdakwa.

"Jadi belum inkracht. Tergantung bagaimana keputusan keluarga atas vonis ini dan langkah apa yang akan diambil mereka. Termasuk soal dendanya. Apakah keluarga akan membayarnya atau tidak," ucapnya.

Mengenai keberadaan kedua terdakwa yang belum diketahui rimbanya, JPU akan lebih intensif mencarinya. "Tentunya berkoordinasi juga dengan pihak terkait. Bagaimanapun juga, mereka harus mempertanggungjawabkan perbuatannya," katanya.

Dalam sidang kemarin, kursi terdakwa kosong melompong. Kursi penasehat hukum pun tak ada yang mengisi. Tidak ada satupun perwakilan keluarga terdakwa yang hadir. Kursi pengunjung malah dipenuhi para wartawan yang sejak pagi menunggu digelarnya sidang.

Perkara itu bermula saat kedua terdakwa menerima dana hibah dari Kota Bandung senilai masing-masing Rp 150 juta di tahun 2010.

Deni adalah Ketua Lembaga Kajian Lingkungan Kota Bandung. Sementara Syaf mengaku sebagai Ketua Lembaga Kajian Ekonomi Kota Bandung.

Dengan dana itu, dalam proposalnya, Deni akan melakukan 5 kegiatan seperti penghijauan kota, pelatihan penghijauan, dan lainnya. Sementara Syaf Maulana lebih ke arah kegiatan kajian ekonomi.

Namun hingga akhir 2010, kegiatan itu tidak pernah dilaksanakan dan dananya dipakai untuk kepentingan pribadi. Itu sebabnya kami menjerat mereka dengan UU Tipikor. Dalam perjalanan penyelidikan, mereka mengembalikan seluruh kerugian negara tapi kemudian menghilang. (A-128/A-89)***

Baca Juga

Karpet Merah Istana Negara Dibuat di Cilame

BANDUNG RAYA
Karpet Merah Istana Negara Dibuat di KBB

NGAMPRAH, (PRLM).- Karpet merah identik dengan istana, pertunjukan, ataupun perayaan. Karpet mewah ini sering kali menjadi pemikat dalam setiap kegiatan seremonial, termasuk di Istana Negara.

Cegah Terorisme, Polres Bandung Gelar Razia Besar

BANDUNG RAYA
APARAT Polres Bandung sedang melakukan razia di Jalan Raya Kopo, dekat perbatasan Kota dan Kabupaten Bandung, Kamis (14/1/2016) malam.*

SOREANG, (PRLM).- Pascaserangan bom yang terjadi di Jakarta, Polres Bandung menggelar razia berskala besar. Tindakan tersebut, dilakukan guna mencegah aksi serupa terjadi di Kabupaten Bandung.

Bersepeda di Areal Proyek SPORT Arcamanik

BANDUNG RAYA
SEJUMLAH anak bermain sepeda di lintasan beton kawasan Sentra Pembinaan Olah Raga Terpadu (SPORT) Arcamanik, Kota Bandung, Minggu (17/1/2016). Warga bermain dan berolah raga lari pagi memanfaatkan sebagian sarana yang sudah selesai, meski proyek penyelesa

Tatang Mengaku Korban Politik

BANDUNG RAYA

BANDUNG, (PRLM).- Anggota parlemen Kota Bandung, Tatang Suratis menolak dakwaan jaksa yang menyatakan Tatang telah melakukan korupsi dana hibah ke koperasi serba usaha Bina Mandiri Warga.