Nissan Juke Dipacu dengan Kecepatan 156 Km/Jam

SOREANG, (PRLM).- Kendaraan Nissan Juke maut yang dikendarai oleh Muhammad Dwigusta Cahaya (18) saat kecelakaan terjadi ternyata melaju dengan kecepatan sangat tinggi. dari penyelidikan pihak Kepolisian dan diperkuat keterangan para saksi, mobil tersebut melaju dengan kecepatan 156 km/jam.

"Dari hasil pengukuran oleh pihak kepolisian, dengan memperhitungkan jarak dari hasil rekaman kamera CCTV, untuk menempuh jarak 130 m Nissan juke itu hanya butuh waktu sekitar 3 detik saja. Sehingga jika dihitung kecepatan mobil maut itu sebelum terjadinya tabrakan adalah sekitar 156 Km/jam," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jabar Komisaris Besar Martinus Sitompul saat diwawancarai di Pospol Cileunyi, Rabu (10/4/2013).

Hasil rekaman tersebut, kata dia, diambil sekitar 10-15 detik sebelum kecelakaan terjadi. Namun diperkirakan kecepatan kendaraan adalah konstan. Kurang lebih 156 Km/jam, tidak akan berbeda jauh. Hasil perhitungan kepolisian ini diperkuat oleh keterangan 2 orang saksi yang dihadirkan oleh pihak kepolisian, yaitu Dewi Khodijah (30), dan Deni Rusdiana (35).

"Rumah saya tidak jauh dari lokasi, saat kejadian saya mulanya mendengar rem yang berdecit, lalu saya keluar melihat," ujar Dewi.

Lalu, kata Dewi, saat mencoba melihat ke sumber suara tersebut, dirinya melihat mobil Nissan Juke terbang melintasi median jalan dan kontan menghajar Daihatsu Xenia.

Sedangkan, saksi lainnya Deni Rusdiana, salah seorang sopir angkutan umum antar kota yang berada 30 m di belakang mobil Xenia, mengatakan bahwa pada saat kejadian lalu lintas pada saat itu tidak terlalu ramai. "Di belakang mobil Xenia sebenarnya masih ada mobil minibus lainnya namun mobil tersebut masih sempat mengerem sehingga tak menabrak Xenia," ujarnya.

Dengan hasil gelar perkara ini akan dijadikan bukti untuk proses lebih lanjut dalam penanganan kasus tabrakan maut yang menewaskan 5 orang minggu lalu. Sementara itu Muhammad Dwigusta Cahya hingga kini masih dalam perawatan di Rumah Sakit Sartika Asih Bandung setelah menjalani CT Scan, namun belum bisa dimintai keterangan karena kondisinya masih belum pulih. (A-211/A-147)***

Baca Juga

Waspada Jika Beli Motor Bekas!

BANDUNG, (PR).- Bagi warga yang hendak membeli kendaraan bermotor bekas khususnya sepeda motor, hendaknya agar lebih mewaspadai kecocokan nomor fisik kendaraan dengan surat kendaraan. Hal itu untuk mengantisipasi kendaraan yang dibeli itu, merupakan kendaraan hasil kejahatan.

Saber Pungli Jangan Tajam ke Bawah, Tumpul ke Atas

NGAMPRAH, (PR).- Pemerintah Kabupaten Bandung Barat diminta untuk menyosialisasikan pungutan yang boleh dan dilarang dilakukan oleh pemerintah desa. Dengan demikian, pemerintah desa bisa lebih optimal dalam menggali dan mengelola potensi-potensi pendapatan asli desa untuk pembangunan di desa.