Abdikan Diri Mendidik Siswa Meski Berbaring

Rumah Een Sukaesih Akan Jadi Sanggar Belajar Al Barokah

PENDIDIKAN
EEN Sukaesih (50) sambil berbaring di tempat tidur, sedang memberikan bimbingan belajar kepada sejumlah siswa SD dan SMP di rumahnya di Dusun Batukarut RT 01/06, Desa Cibeureum Wetan, Kec. Cimalaka, Jumat (5/4/13).*
ADANG JUKARDI/PRLM
EEN Sukaesih (50) sambil berbaring di tempat tidur, sedang memberikan bimbingan belajar kepada sejumlah siswa SD dan SMP di rumahnya di Dusun Batukarut RT 01/06, Desa Cibeureum Wetan, Kec. Cimalaka, Jumat (5/4/13).*

SUMEDANG, (PRLM).- Dinas Pendidikan (Disdik) Kab. Sumedang akan menjadikan rumah Een Sukaesih (50) di Dusun Batukarut RT 01/06, Desa Cibeureum Wetan, Kec. Cimalaka menjadi Sanggar Belajar “Al Barokah”. Di rumah itu lah, Een mengabdikan dirinya membimbing belajar sekaligus memotivasi minat belajar para siswa SD dan SMP.

Walau sambil berbaring di tempat tidur karena keterbatasan fisik badannya, Een tetap berjuang keras tanpa pamrih memberikan tambahan ilmu dan pengetahuan bagi para siswa di luar jam belajar di sekolahnya.

“Bu Een itu pejuang pendidikan sekaligus aktivis sosial. Beliau mampu memberikan kontribusi positif bagi kemajuan pendidikan Sumedang, melalui spiritnya yang luar biasa. Saya menyaksikan langsung, di kamar tidurnya Bu Een memberikan bimbingan belajar dan motivasi terhadap para siswa SD dan SMP di luar jam sekolah. Oleh karena itu, cocok jika rumah Bu Een ini dijadikan sanggar belajar. Sesuai keinginan Bu Een sendiri, sanggar belajar itu diberi nama Sanggar Belajar Al Barokah,” kata Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kab. Sumedang, Herman Suryatman di kantornya, Selasa (9/4/13).

Menurut dia, melalui sanggar belajar tersebut, diharapkan aktivitas bimbingan belajar Een itu bisa terangkat ke permukaan hingga menjadi acuan dan contoh bagi sanggar belajar lainnya di Sumedang. Bahkan semangat dan motivasi Een yang luar bisa, harus menjadi teladan sekaligus diterapkan para guru di sekolahnya. Aktivitas bimbingan belajar dengan pendekatan psikologi terhadap para siswa, sekaligus bisa memacu kinerja, program dan kegiatan di lingkungan Disdik sendiri.

“Semangat yang luar biasa pada diri Bu Een ini, harus ditularkan kepada guru lainnya. Dalam kondisi sakit dan keterbatasan fisiknya, beliau mampu berbuat maksimal dan optimal bagi kemajuan pendidikan di Sumedang. Apalagi kita yang normal, seharusnya bisa lebih dari itu. Kita akan mencetak ribuan bahkan jutaan guru yang memiliki spirit seperti Bu Een ini. Keberadaan Bu Een ini, bisa mentransformasi semangat dan motivasi bagi guru lainnya. Semangatnya melampui semangat kita yang normal. Sebagai bentuk apresiasi, kita akan memberikan penghargaan kepada Bu Een pada peringatan Hari Jadi Kabupaten Sumedang dan Hardiknas nanti,” ujar Herman. (A-67/A_88)***

Baca Juga

Ujian Nasional 2015

Sembilan SMA/SMK Cianjur tidak Lulus

PENDIDIKAN
SEKRETARIS Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur yang juga menjabat sebagai Ketua Panitia UN, Jum'ati mengatakan, berdasarkan data yang diterimanya UN susulan yang seharusnya diikuti oleh 23 iswa itu hanya diikuti oleh 14 siswa.*

CIANJUR, (PRLM).- Ujian Nasional (UN) susulan yang dilaksanakan sejak Senin (20/4/2015) di Kabupaten Cianjur ternyata tidak dihadiri oleh seluruh siswa yang harus mengikuti UN susulan. Dari 23 peserta UN susulan untuk siswa SMA/SMK, 9 siswa di antaranya tidak bisa hadir.

Forum Terbuka Bakal Calon Rektor UPI

PENDIDIKAN
ENAM Bakal Calon rektor UPI diperkenalkan oleh moderator, pada Forum Terbuka Penyajian Kertas Kerja Bakal Calon Rektor Universitas Pendidikan Indonesia Masa Bakti 2015-2020, di Gedung Achmad Sanusi UPI, Jalan Setiabudi, Kota Bandung, Selasa (28/4/2015).

Peringatan Hardiknas, TNI Beri Pemahaman Wawasan Kebangsaan

PENDIDIKAN

BOGOR, (PRLM).- Peringatan hari pendidikan nasional (Hardiknas) tidak hanya dilakukan dengan upacara bendera.

Ujian Nasional 2015

Siswa Tasikmalaya Masih Menggunakan Sitem Manual

PENDIDIKAN

TASIKMALAYA, (PRLM).- Sarana dan prasarana untuk melaksanakan Ujian Nasional (UN) secara Online atau sistem komputerisasi belum memadai hampir diseluruh sekolah. Pelaksanaan UN tingkat SMP di Kota Tasikmalaya seluruhnya menggunakan sistem terdahulu yakni manual.