Pencairan Dana BOS untuk SMA/SMK di Kota Bekasi Terhambat Akibat Persoalan Administrasi

PENDIDIKAN

BEKASI, (PRLM).-Pencairan dana Bantuan Operasional Siswa (BOS) untuk jenjang SMA/SMK terkendala persoalan administrasi. Akibatnya, dana BOS dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat tersebut hingga kini belum diterima sekolah.

“Ada kelengkapan administrasi yang belum dipenuhi, sehingga transfer dananya belum dilakukan. Ini saya akan segera mengurusinya ke Dinas Pendidikan Jawa Barat di Bandung,” ucap Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi Encu Hermana saat ditemui di Gedung Balai Patriot Kota Bekasi, Selasa (9/3).

Kelengkapan administrasi yang dimaksudnya menyangkut perjanjian seputar pengelolaan dana BOS. Meskipun kali ini merupakan tahun kedua dana BOS ditransfer langsung ke sekolah, tanpa melalui kas Disdik Kota Bekasi, tapi penandatanganan perjanjiannya tetap dilakukan pihak Disdik Kota Bekasi.

Menurut Encu, perjanjian yang harus ditandatanganinya itu memuat poin-poin berupa hak dan kewajiban Disdik Kota Bekasi. Disdik Kota Bekasi diwajibkan memonitor penerima dana BOS berikut penggunaan serta pertanggungjawabannya. Bilamana terjadi penyimpangan pada tahapan-tahapan tersebut, Disdik Kota Bekasi wajib melaporkannya.

“Jadi kami tetap bertanggung jawab terhadap penggunaan dana BOS itu walaupun penyalurannya tidak melalui Disdik,” katanya.

Dana BOS dari Pemprov Jabar untuk jenjang SMA/SMK sebesar Rp 200.000 per siswa per tahun. Dengan asumsi ada sekitar 21.979 siswa SMA dan 6.766 siswa SMK di Kota Bekasi, maka total dana BOS tingkat SMA/SMK yang diterima Kota Bekasi sekitar Rp 5,7 miliar.

Selain dari Pemprov Jabar, siswa SMA/SMK di Kota Bekasi juga menerima BOS dari pemerintah pusat yang besarannya Rp 1 juta per siswa per tahun.

Dengan tambahan program Sekolah Bebas Biaya (SBB) yang digagas Pemerintah Kota Bekasi mulai tahun 2013 ini, siswa SMA/SMK tersebut menerima pula bantuan operasional pendidikan senilai Rp 170.000 per siswa per bulan.

“Gabungan BOS dari pemerintah pusat, Pemprov Jabar, serta SBB Pemkot Bekasi membuat biaya biaya standar penyelenggaraan pendidikan senilai Rp 270.000 per siswa per tahun telah terpenuhi,” katanya. (A-184/A-89)***

Baca Juga

Unfari Kunjungi Pabrik Roti

PENDIDIKAN

BANDUNG, (PRLM).- Sebagai upaya mengenalkan produksi roti yang sehat dan higienis, para mahasiswa Teknologi Pangan Universitas Al-Ghifari (Unfari) mengadakan kunjungan industri ke pabrik roti di komplek industri Purwakarta.

Pelajar Ikuti Napak Tilas Bung Karno

PENDIDIKAN
SEJUMLAH pelajar saat melakukan kunjungan ke Rumah Bersejarah Inggit Garnasih, Jln. Ibu Inggit Garnasih (Ciateul), Kota Bandung, Senin (8/6/2015).

Ingeborg Syllm-Rapaport Menjadi Doktor pada Usia 102 Tahun

PENDIDIKAN

BERLIN, (PRLM).- Seorang perempuan Jerman yang berusia 102 tahun menjadi doktor tertua di dunia, 77 tahun setelah Nazi melarang dia ikut ujian akhir untuk mempertahankan tesis S3.

PTN Wajib Menerima 20 Persen Mahasiswa Kurang Mampu

PENDIDIKAN

TASIKMALAYA, (PRLM).- Minat pelajar untuk melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi di Universitas Siliwangi (Unsil) Tasikmalaya sangat tinggi.