Headlines
Kecelakaan Tol Purbaleunyi

Orangtua Cahya Minta Maaf Kepada Keluarga Korban

M. ILHAM PRATAMA/"PRLM"
M. ILHAM PRATAMA/"PRLM"
AGUS Adriyanto, ayah dari Muhammad Dwigusta Cahya (18) tersangka kecelakaan maut di Jalan Tol Purbaleunyi KM 135+700, Minggu (7/4/2013) meminta maaf kepada keluarga korban meninggal dunia. Agus yang merupakan GM Angasapura I Adi Sucipto, tidak menduga apabila kelalaian anaknya itu berhujung maut.*

SOREANG, (PRLM).- Orang tua dari Muhammad Dwigusta Cahya (18) tersangka kecelakaan maut di Jalan Tol Purbaleunyi KM 135+700, Minggu (7/4) meminta maaf kepada keluarga korban meninggal dunia. Mereka tidak menduga apabila kelalaian anaknya itu berhujung maut.

Cahya yang terdaftar sebagai mahasiswa semester 2 di Institut Teknologi Telkom merupakan sopir dari mobil Nissan Juke dengan nomor polisi AB 421 TA. Diduga kehilangan kendali, akhirnya keluar jalur dan menabrak Daihatsu Xenia bernopol R 8181 NK dari jalur sebaliknya di KM 135+700.

Pada kejadian itu, lima orang yang ada di kendaraan Xenia tewas. Mereka adalah Iwan Haryadi (35), Johana Trisnawati (34), Julaeha (5), Samiono (70), Suprjatini (65). Satu penumpang selamat yani Agung Nugroho (12).

Agung yang mengalami luka ringan sudah dibawa ke kediamannya di Kampung Wringin Harjo RT 2 RW 1, Desa Wringin Harjo, Kecamatan Gandrungmangu, Kabupaten Cilacap, pada Senin (8/4) dinihari.

Ayah Cahya, Agus Adriyanto yang juga General Manager Angakasapura I Adi Sucipto menyampaian bela sungkawa mendalam. "Saya menyampaikan mohon maaf dan duka mendalam kepada keluarga korban. Walau anak kami selamat, tetap ada korban dan yang berduka," ucapnya di depan Ruang Inap VIP Lodaya Mawar, Rumah Sartika Asih, tempat Cahya dirawat.

Agus mengatakan, dirinya mengaku telah mendatangi langsung rumah duka. Serta bertemu dengan korban selamat yaitu Agung. "Saya melihat mereka luar biasa dan mereka taat beribadah. Mereka menerima musibah ini, dan senang dengan kedatangan kita," ujarnya.

Agus mengaku, mendapatkan kabar Cahya kecelakaan dari pihak rumah sakit. Ketika itu, dia beserta istri dan keluarga sedang makan siang. Mereka menjelasan apabila Cahya kondisinya baik, namun belum dapat dimintai keterangan karena hilang ingatan sesaat.

Karena tidak mendapatan tiket pesawat dan kereta api untuk ke Bandung, Agus dan istri berangkat menggunaan mobil pribadi. "Dalam perjalanan kita mendapat info kalau tewas lima akibat kecelakaan itu. Saya baru menyadari kalau Cahya mengalami tabrakan," tuturnya.

Agus pun akhirnya memutusan ke Cilacap untuk melayad keluarga korban. Mereka tiba pukul 1.30 WIB, sedangkan jenazah tiba pukul 4.00 WIB. Setelah itu, akhirnya pukul 5.30 WIB, Agus dan istri ke Bandung. "Saya bertanggung jawab atas kejadian anak saya dan tewasnya lima orang," ucapnya. (A-195/A-147)***

×