10 Gardu Listrik Dipadamkan Akibat Banjir

BANDUNG RAYA

SOREANG, (PRLM).- Manajer PLN Rayon Baleendah Asep Kukun mengatakan akibat bencana banjir dilakukan pemadaman listrik. Untuk rayon Baleendah sebanyak 3.441 pelanggan dipadamkan listriknya.

"Kita melakukan pemadaman gardu listrik. Hal itu guna keselamatan warga dan bersama," ucapnya Senin (8/4/2013).

Asep mengatakan pemadaman listrik sudah dilakukan sejak pertama kali terjadi banjir. Hingga akhirnya 10 gardu dipadaman.

Gardu yang dipadamkan adalah gardu Pelita Elang Mas di Jalan Raya Bojongsoang 187 pelanggan, gardu pom bensin cigado Jalan Cigado 618 pelanggan. Kemudian gardu Desa Andir Jalan Parunghalang 628 pelanggan.

Selanjutnya gardu Kampung Cibadak Jalan Parunghalang 557 pelanggan, gardu Cigado Jalan Cigado 235 pelanggan, gardu Pelita Elang Mas A Jalan Raya Bojongsoang 107 pelanggan.

"Kemudian gardu Wing Wah jurusan 1,4, dan 5 sebanyak 913 pelanggan. Gardu WAH PT wing 1 pelanggan, gardu JBH arah wah khusus, dan gardu WAH jur 3, sebanyak 195 pelanggan," ujarnya. (A-195/A-147)***

Baca Juga

Ratiyem, 4 Jam Lebih Bertahan di AtasTower Setinggi 80 Meter

BANDUNG RAYA

SOREANG, (PRLM).-Diduga karena depresi, Ratiyem (31) nekat memanjat menara telefon seluler setinggi 80 meter di Kampung Cilisung, RT 2 RW 5, Desa Sukamenak, Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung, Sabtu (25/4/2015).

Beredar, Fotocopy Dua Surat LO Dalam Kasus Korupsi SMA 22

BANDUNG RAYA

BANDUNG, (PRLM).- Pasca ditahannya Wakil Sekretaris Pengadilan Negeri Bandung, Alex Tachsin Ibrahim karena tersangkut korupsi penggantian lahan SMA 22, kini beredar foto copy dua surat legal opinion (LO) dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jabar.

Pembunuh Sisca Yofie Surati Presiden

BANDUNG RAYA

BANDUNG, (PRLM).- Ade Ismayadi, terpidana 20 tahun penjara dalam kasus terbunuhnya Sisca Yofie, akan meminta grasi kepada Presiden RI. Selain itu, Ade juga akan menyurati Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

Retakan Tanah di Pangalengan Kian Mengkhawatirkan

BANDUNG RAYA
Retakan Tanah di Pangalengan Kian Mengkhawatirkan

SOREANG, (PRLM).- Retakan tanah kembali terjadi di Desa Megarmukti Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung setelah sebelumnya terjadi pada 2011 lalu. Kondisi retakan tanah kian mengkhawatirkan meski lokasinya jauh dari permukiman warga.