Cahaya Alquran tak Sebatas Lomba, Tapi Diamalkan

BANDUNG RAYA

BANDUNG, (PRLM).- Kepala Kanwil Kemenag Jabar, Drs. H. Saeroji mengatakan, Seleksi Tilawatil Quran (STQ) jangan hanya sebatas dimaknai sebagai lomba untuk meraih juara. STQ diarahkan untuk memupuk kecintaan kepada Alquran.

"Kecintaan kepada Alquran dalam posisi mengkhawatirkan karena dikikis perubahan era globalisasi dan pengaruh media massa," kata Saeroji dalam pembukaan STQ Jabar di Pusdai Jabar, Minggu (7/4/13).

Dia mencontohkan tradisi mengaji Alquran selepas salat magrib sampai Isya yang kini mulai ditinggalkan. "Warisan budaya yang posiutif diganti dengan mimpi-mimpi melalui media massa maupun hiburan. Bahkan, anak-anak bercengkerama di depan televusi sampai larut malam," katanya.

Untuk itu, Kemenag Jabar melakukan terobosan dengan "Gerakan Mahrib Mengaji" untuk mengembalikan kembali tradisi itu. "Memang tantangannya amat berat karena media hiburan lebih menyihir anak-anak dan generasi muda daripada mengaji Alquran," katanya.(A-71/A-108)***

Baca Juga

Qasidah Al Alimiyah Meriahkan Imtihan

BANDUNG RAYA
GRUP Qasidah Al Alimiyah yang pernah ikut audisi D'Terong turut tampil memeriahkan acara Imtihan dan menyambut Bulan Ramadan di Pesantren Kutawaringan, Desa Maruyung, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung.*

Mio dan Jupiter Tabrakan, Dua Orang Tewas Seketika

BANDUNG RAYA

BANDUNG, (PRLM).- Telah terjadi kecelakaan yang melibatkan dua kendaraaan bermotor di kawasan Jalan PSM, depan Departemen Perhubungan Darat AD, Kiaracondong, sekira pukul 2.00 WIB, Selasa (9/6/2015).

Satpom AU Lanud Sulaiman Adakan "Sweeping"

BANDUNG RAYA

SOREANG,(PRLM).- Personel Satuan Polisi Militer Angkatan Udara (Satpomau) Lanud Sulaiman melaksanakan “sweeping” pemeriksaan kendaraan baik roda dua maupun roda empat, Rabu (10/6/2015) maupun untuk kelengkapan identitas diri, baik itu KTA (Kartu Tanda Anggota) maupun SIM (Surat Ijin Mengemudi).

Tunjangan Babinsa Bakal Naik

BANDUNG RAYA

CIMAHI, (PRLM).- Panglima TNI Jenderal Moeldoko memberi sinyal kenaikan remunerasi tunjangan operasional bagi Bintara Pembina Desa (Babinsa). Nilainya sebesar Rp 1 juta//bulan, meningkat nyaris 20 kali dari tunjangan semula.