Masyarakat Majalengka Waspada DBD

MAJALENGKA,(PRLM).- Masyarakat Majalengka dihimbau tetap mewaspadai kemungkinan munculnya penyakit demam berdarah dengue (DBD) terkait curah hujan yang masih terus terjadi serta kedepan akan memasuki musim pancaroba.

Berdasarkan data di Dinas Kesehatan Kabupaten Majalengka selama tiga bulan terhitung Januari hingga Meret tercatat sebanyak 115 kasus yang terjangkit penyakit DBD dan beberapa diantaranya meninggal sehubungan terlambat menjalani pengobatan.

Menurut keterangan Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Kabupaten Majalengka, Tris Suseno kasus DBD mulai Januari lalu hingga Maret 2013 ini pada dasarnya mengalami penurunan namun kewaspadaan harus ettap dijaga masyarakat sebab yang terjangkit DBD bila terlambat dilakukan pengobatan akan berdampak kematian.

“Upaya yang efektif adalah mencegah nyamuknya disamping pengobatan juga harus sangat cepat,” ungkap Tris Suseno.

Menurut Tris, berdasarkan data yang dimilikinya para tahun ini kasus yang paling banyak terjadi pada bulan Januari, yakni sebanyak 52 kasus, bulan berukutnya sebanyak 42 kasus dan pada bulan maret sebanyak 21 kasus.

“Setiap bulan angka penderita etrjadi penurunan, sedangkan bulan April ini kami belum menerima laporan dari lapangan baik dari Puskesmas ataupun Rumah Sakit,” ungkap Tris Suseno.

Menurutnya dari jumlah keseluruhan kasus tersebut, dua orang diantaranya dinyatakan meninggal, itu terjadi di bulan Maret lalu. Keduanya meninggal saat menjalani perawatan di salah satu Rumah Sakit di Cirebon.(C-28/A-26)***

Baca Juga

Jaipongan Meriah di Gang Sempit

Hari ke-2

-6.509502, 107.799415

 

Duh aduh karembong kayas

Disawang matak kagagas

Baheula keur jeung manehna

Karembong teh jadi saksina

(potongan lirik lagu "Karembong Kayas" ciptaan U Suryana)

 

Mayoritas Pengusaha Kecil Belum Siap Hadapi MEA

SUKABUMI, (PR).- Dari 232 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Sukabumi diperkirakan hanya 10 persen yang siap menghadapi pasar bebas Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Sedangkan sisanya, para pelaku masih dihadapkan pada berbagai kesulitan yang mengancam usahannya.

DADANG (27) membersihkan daging ayam untuk konsumen, di kios daging Pasar Kosambi, Jln. Ahmad Yani, Kota Bandung, Minggu (30/12). Menurutnya harga daging kini mengalami kenaikan dari Rp 25.000,00 mencapai Rp 30.000,00 perkilogramnya.*

Harga Kebutuhan Pokok di Subang Mulai Naik

SUBANG, (PR).- Sejumlah kebutuhan sehari-hari yang dijual di pasar tradisional Kabupaten Subang, terutama komoditas yang banyak dibeli jelang Ramadan seperti gula merah, gula pasir, daging sapi, dan telur, harganya terus naik.