Teknologi Bangunan Gunung Padang Lebih Maju

JAWA BARAT

CIANJUR, (PRLM).- Hasil penelitian tim arkelologi Situs Megalitikum Gunung Padang, Desa Karyamukti, Kecamatan Cempaka, Kabupaten Cianjur sementara menyatakan ada struktur bangunan yang bentuknya jauh berbeda dengan struktur bangunan Gunung Padang yang saat ini bisa dilihat secara kasat mata.

Pasalnya, pada eskavasi yang dilakukan tim arkelogi pada kedalaman 1-4,5 meter ditemukan batuan yang justru tidak saja hanya disusun namun sudah direkatkan dengan campuran semacam semen purba.

"Pada kedalaman 1-4,5 meter ini setelah diteliti dan diuji Laboratorium Beta Analityc Radiocarbon Dating (BETA) di Miami, Amerika Serikat, diketahui usai banguann sekitar 4500 SM yang justru mempunyai teknologi mendirikan bangunan lebih canggih dibanding di struktur luarnya yang diperkirakan usia nya 500 SM," ucap Ketua Tim Penelitian Terpadu Mandiri Gunung Padang, Ali Akbar saat dihubungi "PRLM", Selasa (2/4).

Artinya, kata Ali, peradaban pada usia bangunan lebih tua justru mempunyai peradaban yang tinggi dibanding peradaban pada bangunan diatas dengan usia lebih muda. Ini menandakan adanya penurunan peradaban entah disebabkan karena terjadi bencana alam atau peperangan yang membuat sejumlah manusia saat itu hilang," katanya.

Ali mengatakan tinggi peradabaan pada era sebelaumnya juga ditandai dengan kompisisi semen purba yang sudah mengandung besi. Padahal, dalam batu yang juga mengandung unsur besai hanya ditemukan paling banyak 3 persen kandungannya.

"Setelah kami teliti juga ada kandungan besi yang lebih dominan dalam struktur pada kedalaman sekitar 4,5 meter yang mencapai 45 persen kandungan besi, 15 persen tanah liat, dan sisanya silika," ucapnya.

Dari temuan tersebut, kata Ali, tim menduga jika mereka sudah megetahui kandungan besi yang bisa merekatkan bebatuan.

"Mereka tahu batu mana saja yang mengandung besi lalu mereka tumbuk dan kemungkina mereka bakar pada panas tertentu untuk melellehkan dan dicampurtanah liat dengan beberapa bahan sehingga terciptalah semen purba itu. Inikan menunjukan peradaban yang sangat tinggi saat itu," ucapnya.

Bahkan, diantara struktur tersebut ditemukan pecahan logam besi sepanjang 10 centimeter. Pembangunan itu diduga dilakukan oleh beberapa generasi.

Sebagai pembanding, kata Ali, Candi Prambanan yang dibuat pada sekitar 800 Masehi didirikan di atas tanah urukan setebal 14 meter. Jika di Gunung Padang ditemukan susunan batu buatan manusia sampai dengan kedalaman 8 meter, maka dunia pun akan tercengang.

"Pada kedalaman tersebut kemungkinan akan ditemukan bukti peradaban umat manusia pada 11600 SM. Padahal peradaban besar dunia baik di Mesopotamia, Mesir, maupun Yunani yang tertua berusia sekitar 4000 SM," ujarnya.

Ali mengatakan bentuk truktur bangunannya pun jauh berbeda dibanding banguann luar Gunung Padang. Beberapa batu yang direkatkan dengan semen diduga merupakan dinding bangunan yang bentuknya tidak berundak. "Namun kami belum bisa menggambarkan secara utuh karena penelitian dilakukan pada spot-spot tertentu," tuturnya. (A-186/A-26).***

Baca Juga

Kejari Tahan Kepala MAN Terkait Korupsi Ruang Belajar

JAWA BARAT
DEDE Kamaludin, Kepala Madrasah Negeri di Cianjur, digelandang menuju Lembaga Pemasyarakatan Cianjur, Kamis (5/6/2015). Dede menjadi tersangka pembangunan ruang belajar di MAN Pacet Kabupaten Cianjur dengan total anggaran Rp 4,5 miliar.*

CIANJUR, (PRLM).- Kepala salah satu madrasah aliyah negeri di Cianjur, Moh. Dede Kamaludin ditahan Kejaksaan Negeri (Kejari) Cianjur. Pria 50 tahun ini ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan ruang belajar MAN Pacet Kabupaten Cianjur tahun 2011.

Alkon Pil dan Suntik Masih Jadi Pilihan Utama

JAWA BARAT

SUKABUMI,(PRLM).-Alat kontrasepsi jenis suntik dan pil di Kabupaten Sukabumi masih menjadi pilihan utama akseptor keluarga berencana.

Meski demikian, tren pemakaian metode kontrasepsi jangka panjang, saat ini cenderung meningkat.

Keluarga Miliki Peran Penting Wujudkan Kepribadian

JAWA BARAT

BOGOR,(PRLM).-Lingkungan memiliki peran penting dalam memujudkan kepribadian individu, khususnya lingkungan keluarga. Lingkungan keluarga merupakan basis awal kehidupan bagi setiap manusia dimana awal pendidikan sebenarnya dimulai.

Pedagang Rugi Akibat Isu Merica Palsu

JAWA BARAT

GARUT, (PRLM).- Merica palsu juga ditemukan di wilayah Garut, tepatnya di Pasar Tradisional Cibatu. Bahkan beredar isu bahwa pabrik pembuatan merica palsu pun berada di dekat kawasan tersebut yaitu di Kampung Cicageur, Desa Padasuka, Kecamatan Cibatu Kabupaten Garut.