Libur Panjang, Penumpang KA Meningkat

EKONOMI

BANDUNG, (PRLM).- Pada akhir pekan yang berdekatan dengan hari libur nasional ini, salah satu moda transportasi yang menjadi andalan para wisatawan domestik adalah kereta api (KA). Hal tersebut dapat dilihat dari angka okupansi yang mencapai angka maksimal yakni 100 persen pada sejumlah KA rute timur. Sementara itu, meski ada beberapa KA yang tidak mencapai okupansi 100 persen, angkanya pun cukup tinggi yakni 80 – 95 persen.

Demikian disampaikan Kepala Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) II Bandung, Bambang Setiyo Prayitno kepada wartawan pada Jumat (29/3/13) lalu. “Okupansi penumpang KA dari Bandung ke sejumlah tempat di wilayah bagian timur Pulau Jawa meningkat ke angka 100 persen. Hal tersebut diketahui berdasarkan pemantauan terhadap data pemesanan tiket,” katanya.

Dirinya menjelaskan, hingga Kamis (28/3) lalu okupansi maksimal terjadi untuk sejumlah KA rute timur seperti KA Eksekutif Malam Turangga (Bandung – Surabaya), KA Lodaya Malam (Bandung – Jogja – Solo), KA Malabar Eksekutif, Bisnis, dan Ekonomi Plus (Bandung – Blitar – Malang), KA Argowilis Kelas Eksekutif, KA Mutiara Selatan Kelas Bisnis (Bandung – Surabaya), dan KA Harina (Bandung – Surabaya via Cirebon, Pekalongan, Semarang, dan Cepu).

Sementara itu, untuk keberangkatan pada Jumat (29/3) lalu, menurut Bambang, secara rata – rata, okupansinya juga mencapai angka maksimal. “Meski demikian, memang masih ada sejumlah KA yang tidak mencapai angka maksimal tapi tetap tinggi, yakni sekitar 80 hingga 95 persen, yakni Mutiara Selatan dan Lodaya Malam,” katanya. Menurutnya, tingginya angka tersebut biasanya akan terus terjadi hingga Minggu (31/3).

Selain pada sejumlah KA di atas, kenaikan jumlah penumpang pun terjadi pada KA Ekonomi Non – AC Jarak Jauh Tujuan Timur. “Tingkat okupansi pada KA ini pun mencapai angka maksimal. Meski demikian, berdasarkan pemesanan tiket, KA Ekonomi Jarak Jauh AC untuk keberangkatan 29/3 – 31/3 seperti KA Pasundan (Kiaracondong – Surabaya), KA Kahuripan (Padalarang – Kediri), dan KA Kutojaya Selatan (Kiaracondong – Kutoarjo) baru mencapai 70 persen. Namun untuk keberangkatan Minggu (31/3/13) siang dan petang tingkat okupansinya 100 persen,” kata Bambang.

Pada kesempatan tersebut, dirinya juga menyampaikan, untuk meningkatkan mutu pelayanan, pihaknya tetap melaksanakan sejumlah kebijakan seperti pemberlakukan sistem boarding dan kapasitas angkut maksimal 100 persen untuk semua KA jarak jauh dan KA jarak menengah tertentu.

“Selain beberapa hal tersebut, kami juga melakukan pemasangan AC terhadap seluruh rangkaian KA. Hingga saat ini, sebanyak 50 unit gerbong penumpang dan Kereta Makan di antara 63 unit gerbong kelas ekonomi dan bisnis sudah dilengkapi dengan AC,” kata Bambang.

Dirinya memprediksikan, pemasangan AC dapat diselesaikan dalam waktu dekat. “Kami targetkan bisa selesai pada April mendatang. Saat ini, proses terus dilakukan dan yang tengah dipasang sebanyak 13 gerbong,” katanya. (A-207/A-108)***

Baca Juga

Kenaikan Harga BBM, DPR Minta Penjelasan Pemerintah

EKONOMI

JAKARTA, (PRLM).-Dewan Perwakilan Rakyat menyerahkan keputusan penaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi kepada Pemerintah. Namun, ‎DPR tetap meminta penjelasan dari Pemerintah terkait alasan kenaikan harga BBM yang ditetapkan mulai Sabtu (28/3/2015) ini.

Produksi Padi Jabar Pasti Naik, Belum Tentu Capai Target

EKONOMI

SUBANG, (PRLM).- Target kenaikan produksi padi Jawa Barat tahun 2015 sebanyak 2 juta ton dari tahun sebelumnya, belum tentu bisa tercapai.

Harga Minyak Dunia Kembali Merosot

EKONOMI

NEW YORK, (PRLM).- Harga-harga minyak terus merosot hari Selasa (31/3/2015) sementara para investor menunggu hasil perundingan nuklir Iran yang bisa mendorong minyak mentah Iran membanjiri pasar global yang sudah melimpah.

Jabar Targetkan Capai LPE 6,6% pada 2016

EKONOMI

BANDUNG, (PRLM).-Pemerintah pusat memberi target kenaikan Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) 6,6 persen pada 2016 untuk Provinsi Jawa Barat. Angka berada di kisaran target Pemprov Jawa Barat sendiri sebesar 6,3 - 6,9 persen.