Aturan Mengamankan Kuota Haji Belum Kuat

BANDUNG RAYA

SOREANG, (PRLM).- Kasi Haji dan Umrah Kemenag Kab. Bandung, H. Dede Suherman mengatakan, aturam untuk mengamankan kuota haji belum kuat karena belum adanya KTP elektronik (e-KTP) secara nasional. "Program e-KTP baru berjalan efektif pada tahun ini, padahal calhaj sudah mendaftar beberapa tahun lalu ketika belum ada e-KTP," ucapnya saat hadir dalam pembukaan manasik haji KBIH Babussalam, Minggu (31/3).

Menurut Dede, untuk mengamankan kuota haji baru sebatas surat keterangan domisili dari pihak kecamatan yang mudah diurus. "Harus ada aturan lebih ketat agar kuota haji Jawa Barat bisa aman dari serbuan kaum Muslimin luar Jawa Barat. Diperkirakan dampak pemberlakuan E-KTP baru terasa pada lima tahun mendatang," ujarnya.

Kemenag Kab. Bandung.kata Dede akan menerima pendaftaran siapa saja asalkan persyaratan memenuhi. Ketika akan ada pemberangkatan haji ternyata mereka mutasi bisa dilakukan asalkan alasannya jelas dan kuat.(A-71/A-147)***

Baca Juga

Qasidah Al Alimiyah Meriahkan Imtihan

BANDUNG RAYA
GRUP Qasidah Al Alimiyah yang pernah ikut audisi D'Terong turut tampil memeriahkan acara Imtihan dan menyambut Bulan Ramadan di Pesantren Kutawaringan, Desa Maruyung, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung.*

Mio dan Jupiter Tabrakan, Dua Orang Tewas Seketika

BANDUNG RAYA

BANDUNG, (PRLM).- Telah terjadi kecelakaan yang melibatkan dua kendaraaan bermotor di kawasan Jalan PSM, depan Departemen Perhubungan Darat AD, Kiaracondong, sekira pukul 2.00 WIB, Selasa (9/6/2015).

Satpom AU Lanud Sulaiman Adakan "Sweeping"

BANDUNG RAYA

SOREANG,(PRLM).- Personel Satuan Polisi Militer Angkatan Udara (Satpomau) Lanud Sulaiman melaksanakan “sweeping” pemeriksaan kendaraan baik roda dua maupun roda empat, Rabu (10/6/2015) maupun untuk kelengkapan identitas diri, baik itu KTA (Kartu Tanda Anggota) maupun SIM (Surat Ijin Mengemudi).

Tunjangan Babinsa Bakal Naik

BANDUNG RAYA

CIMAHI, (PRLM).- Panglima TNI Jenderal Moeldoko memberi sinyal kenaikan remunerasi tunjangan operasional bagi Bintara Pembina Desa (Babinsa). Nilainya sebesar Rp 1 juta//bulan, meningkat nyaris 20 kali dari tunjangan semula.