Diloloskannya PBB dan PKPI Menjadi Pelajaran bagi KPU

JAKARTA, (PRLM).- Dengan diloloskannya Partai Bulan Bintang (PBB) dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) menjadi peserta Pemilu 2014 menjadi pelajaran bagi penyelenggara Pemilu untuk tahapan berikutnya. Lolosnya, PBB dan PKPI melalui jalur pengadilan yang panjang dan melelahkan menjadi pelajaran penting bagi KPU dan Bawaslu untuk tidak lagi sembrono melakukan penyelenggaraan dan pengawasan tahapan Pemilu kedepan.

"Refleksi proses verifikasi partai politik menunjukkan KPU tidak menerapkan standar yang adil bagi partai politik dan kurang memahami situasi lapangan, penggunaan sistem aplikasi SIPOL diawal verifikasi yang justru menimbulkan ketegangan serta pengawasan oleh Bawaslu yang tidak mengambil aspek penyelenggara sebagai fokus pengawasan," ucap Manajer Pemantauan Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) Masykurudin Hafidz, di Jakarta, Senin (25/3/13).

Pelajaran ini, kata dia, harus benar-benar diambil baik oleh KPU maupun Bawaslu karena tahapan selanjutnya yang jauh lebih krusial dan lebih melibatkan banyak pihak yaitu tahapan pencalonan. Potensi gugatan dalam pencalonan lebih tinggi dan gaduh lagi karena setiap calon dapat melaporkan kerugian yang dialaminya ke Bawaslu hingga ke PT TUN.

Oleh karena itu, kata dia, KPU dan Bawaslu dalam pelaksanaan dan pengawasan pencalonan ini harus secermat mungkin dalam memeriksa kebenaran dan keabsahan bakal calon misalnya tentang keabsahan KTP, ijazah dan sejumlah surat pernyataan dan keterangan lainnya.

"Semakin cermat verifikasi bakal calon oleh KPU dan pengawasannya oleh Bawaslu maka semakin rendah potensi sengketa yang akan timbul, dengan begitu kegaduhan yang tidak perlu, tidak terjadi lagi atau sejak awal bisa diantisipasi," tuturnya. (A-194/A-108)***