Headlines

Dua Ayah Cabuli Anak Kandung dan Tiri

USEP USMAN NASRULLOH/"PRLM"
USEP USMAN NASRULLOH/"PRLM"
KANIT PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) Aiptu Aep (kanan) menginterogasi salah satu pelaku pencabulan, AHB (kiri), terhadap dua anak kandungnya saat ekspose kepada wartawan di Mapolres Bandung, Jln. Bhayangkara, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, Kamis (21/3). Pelaku mencabuli anaknya hingga salah satunya hamil.*

SOREANG, (PRLM).- Dua orang ayah menyetubuhi dan menghamili anaknya masing-masing yang masih berusia di bawah umur. AHB (52) menghamili anak kandungnya sendiri, sedangkan AT (40) menghamili anak tirinya.

Kedua kasus tersebut terungkap dalam dua bulan terakhir pada Februari dan Maret 2013. Kini, kedua tersangka telah ditangkap dan ditangani oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Bandung.

Kasus pertama yaitu perkara AHB. Dia tidak hanya menghamili anak pertamanya Wulan (16)-(bukan nama sebenarnya.red) dari istrinya IS. Ternyata, tersangka pun memperkosa anak keduanya yaitu Bunga (10) secara paksa.

Kepala Kepolisian Resor Bandung Ajun Komisaris Besar Kemas Ahmad Yamin didampingi Kasat Reskrim Polres Bandung Ajun Komisaris Haerullah, melalui Kepala Unit PPA Aiptu Aep Saefullah mengatakan, kasus tersebut terungkap ketika IS melaporkan suaminya telah menyetubuhi Bunga.

“Jadi, pada waktu itu IS mendatangi Polres Bandung melaporkan aksi bejad suaminya. Setelah dilakukan pemeriksaan dan mengumpulkan keterangan, akhirnya AHB kita tangkap di salah satu masjid di dekat rumah kontrakannya,” ucapnya, di Mapolres Bandung, Kamis (21/3/13).

Sementara itu, untuk kasus kedua yakni AT yang menghamili anak tirinya. Kasus tersebut terungkap ketika Mawar (15) bukan nama sebenarnya melahirkan, pada Rabu (9/3/13).

Masih dikatakan Yamin, pencabulan yang dilakukan tersangka yaitu di rumahnya di Kampung Centang, Desa Cibodas, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung. Mawar sendiri diketahui apabila dihamili AT ketika melahirkan.

“Selama ini, tidak ada yang mengetahui apabila korban hamil. Korban bersama ibu kandungnya, juga AT yang merupakan ayah tirinya tinggal di satu rumah. Kehamilan diketahui ketika korban melahirkan,” ujarnya.

Akibat perbuatannya, kedua tersangka yang kini mendekap di ruang tahanan Markas Polres Bandung dikenakan pasal berlapis. Yaitu, terjerat Pasal 81 dan Pasal 82 Undang Undang Republik Indinesia Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. (A-195/A-88)***

Komentari di Facebook !
Customize This