LPMP Jabar Latih Guru Guna Persiapan Penerapan Kurikulum 2013

BANDUNG,(PRLM).- Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Jawa Barat mendapatkan tugas untuk mendidik para guru sebagai persiapan penerapan kurikulum 2013.

Nantinya guru inti yang sudah dilatih LPMP Jabar akan menyebarkan kepada kelompok berisi 40 guru dengan dana pengimbasan tiap kelompok Rp 20 juta.

"Pelatihan guru untuk persiapan kurikulum 2013 dari awal April sampai awal Juli mendatang. Awal April sudah ada sosialisasi untuk kepala Dinas Pendidikan se-Jabar," kata Kepala LPMP Jabar, Drs. H. Toto Santosa, MM, di UPI Bandung, Sabtu (16/3).

Menurut Toto, pelatihan guru untuk 728 guru inti SMP dan 896 guru inti SD bertempat di LPMP Jabar.

"Tugas guru inti nantinya akan mengimbaskan hasil pelatihannya kepada Kelompok Kerja Guru (KKG) sejumlah 40 guru. Jadi, ketika pulang dari pelatihan mendapatkan Rp 20 juta per guru untuk dana pengimbasan kurikulum 2013," ucapnya.

Pelatihan juga diberikan kepada guru mata pelajaran Pendidikan Jasmani (Penjas) SD dan Pendidikan Agama SD masing-masing 168 orang.

"Sedangkan untuk pelatihan kepada kepala sekolah SD dan SMP masing-masing berjumlah 896 orang. Nantinya kepala sekolah juga akan berperan sama seperti guru inti yakni melakukan pengimbasan kepada 40 kepala sekolah lainnya dengan dana Rp 20 juta per kelompok," katanya.(A-71/A-89)***

Baca Juga

Siswi SMK NU Banat Kudus Merintis Sebagai Perancang Busana

KUDUS, (PR). Dalam menyambut peringatan Hari Pendidikan Nasional 2016, Pemerintah Kabupaten Kudus bersama Djarum Foundation menyelenggarakan SMK Weekend. Acara ini bertujuan untuk mengenalkan lebih dalam kepada masyarakat, tentang beragam jurusan yang ada di tingkat Sekolah Menengah Kejuruan.

NASKAH soal UN SD/MI dan SDLB yang akan didistribusikan di Percetakan PT. Karya Kita, Jln. Pasirwangi, Kota Bandung, Kamis (2/5/2013).*

Soal UN Sudah Sampai di Ciamis

CIAMIS, (PR).- Sebanyak 13.039 siswa SMP di Kabupaten Ciamis siap mengikuti Ujian Nasional (UN) yang akan dilaksanakan mulai hari Senin, 9 Mei 2016. Mereka akan mengikuti ujian yang tersebar di 99 dari 114 sekolah menengah pertama penyelenggara UN.