RI Kehilangan Peluang Jadi Mediator Korut dan Korsel

NASIONAL

JAKARTA, (PRLM).- Anggota Komisi I DPR RI Sidarto Danusubroto merasa sikap diplomasi RI yang mendukung penjatuhan sanksi PBB pada Pemerintah Korea Utara dalam tes dan pengembangan nuklir kurang tepat.

Menurut Sidarto, akan lebih cantik kalau kita ini bersikap abstain. "Korut kan negara yang dikucilkan oleh komunitas dunia internasional," ujar Sidarto di Jakarta, Senin (11/3/13).

Sidarto khawatir, putusan mendukung bisa mempersulit posisi Indonesia dalam kelanjutan hubungan baik yang sudah terjalin dengan Korut selama ini. Jika tadinya RI bersikap abstain, jelas ke depannya RI sangat berpeluang untuk menjadi mediator antara Korut dan Korsel.

"Kalau kita ikut mengucilkan Korut, negara itu bisa lebih nekad lagi. Karena orang atau negara yang dalam posisi terjepit itu akan lebih radikal lagi," tukasnya.

Buktinya, saat PBB mengumumkan penjatuhan sanksi lagi terhadap Korut, negara tersebut langsung beraksi dengan men-declair siap perang.

"Apakah orang, satu kelompok, atau suatu negara, kalau dia dikuncilkan, dia akan lebih radikal. Apalagi dia punya kekuatan nuklir. Kita sadari, bahwa ketegangan di satu kawasan akan berdampak pada kawasannya lainnya. Ini kita sudah ikut serta dalam menambah ketegangan di kawasan itu," tandasnya.(kominfo/A-108)***

Baca Juga

Kepolisian Poso Siapkan Operasi Baru Perburuan Kelompok Teroris Santoso

NASIONAL

POSO, (PRLM).- Kepolisian Poso Sulawesi Tengah menegaskan tidak akan berhenti memburu kelompok teroris Santoso meskipun Operasi Camar Maleo IV telah berakhir pada 9 Januari 2016.

Sopir Perkosa Wanita yang Pulang Berbelanja

NASIONAL
KEFAMENANU, (PRLM).- - Janin hasil hubungan paksa atau diperkosa yang mulai membesar membuat wanita berinisial SJ atau Stefani Janaria (27) asal Nian, Kecamatan Miomaffo Tengah, akhirnya melapor ke kantor Polres Timor Tengah Utara.

Dukun Cabul Nekat Setubuhi Korban di Gua Keramat

NASIONAL
TUBAN, (PRLM).- Perbuatan seorang dukun asal Tuban, Jawa Timur ini benar-benar bejat. Saat dimintai tolong untuk menyembuhkan orang sakit, ia malah menyetubuhi korbannya yang masih di bawah umur hingga dua kali.
 

Presiden Jokowi Lantik 13 Duta Besar

NASIONAL

JAKARTA,(PRLM).- Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) melantik 13 Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Negara Sahabat di Istana Negara, Jakarta, Rabu (13/1/2016). Pelantikan digelar sekitar pukul 10.00 dan dihadiri para keluarga duta besar.