RI Kehilangan Peluang Jadi Mediator Korut dan Korsel

NASIONAL

JAKARTA, (PRLM).- Anggota Komisi I DPR RI Sidarto Danusubroto merasa sikap diplomasi RI yang mendukung penjatuhan sanksi PBB pada Pemerintah Korea Utara dalam tes dan pengembangan nuklir kurang tepat.

Menurut Sidarto, akan lebih cantik kalau kita ini bersikap abstain. "Korut kan negara yang dikucilkan oleh komunitas dunia internasional," ujar Sidarto di Jakarta, Senin (11/3/13).

Sidarto khawatir, putusan mendukung bisa mempersulit posisi Indonesia dalam kelanjutan hubungan baik yang sudah terjalin dengan Korut selama ini. Jika tadinya RI bersikap abstain, jelas ke depannya RI sangat berpeluang untuk menjadi mediator antara Korut dan Korsel.

"Kalau kita ikut mengucilkan Korut, negara itu bisa lebih nekad lagi. Karena orang atau negara yang dalam posisi terjepit itu akan lebih radikal lagi," tukasnya.

Buktinya, saat PBB mengumumkan penjatuhan sanksi lagi terhadap Korut, negara tersebut langsung beraksi dengan men-declair siap perang.

"Apakah orang, satu kelompok, atau suatu negara, kalau dia dikuncilkan, dia akan lebih radikal. Apalagi dia punya kekuatan nuklir. Kita sadari, bahwa ketegangan di satu kawasan akan berdampak pada kawasannya lainnya. Ini kita sudah ikut serta dalam menambah ketegangan di kawasan itu," tandasnya.(kominfo/A-108)***

Baca Juga

Enggan Kembali ke Tanah Air

Pemerintah Bahas Kasus WNI Terduga ISIS

NASIONAL
VOA/PRLM

JAKARTA, (PRLM).- Bertempat di Istana Negara hari Rabu (18/3/2015), empat menteri hadir dalam rapat terbatas mengenai Polhukam bersama Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla, masing-masing Menkopolhukam Tedjo Eddy Purdijatno, Menkominfo Rudiantara, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Menku

Presiden Hadiri Tawur Agung Nyepi

NASIONAL

YOGYAKARTA, (PRLM).- Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Ibu Negara Iriana menghadiri Upacara Agung Tawur Agung Kesanga, Hari Raya Nyepi Tahun Saka1937/2015 M, yang diselenggarakan di Candi Prambanan, Yogyakarta, Jumat (20/3/2015).

PK Mary Jane Tunggu Penetapan Hakim

NASIONAL

YOGYAKARTA, (PRLM).–Mary Jane, terpidana mati kasus narkoba asal Filipina sampai saat ini masih menunggu hari-hari penentuan nasibnya.

Mahkamah Agung (MA) akan menentukan majelis hakim yang akan menanggani perkara yang berasal dari Pengadilan Negeri Sleman.

Faktor Politis dan Ekonomi Picu Gerakan ISIS

NASIONAL

JAKARTA, (PRLM).- Tumbuhnya gerakan ISIS di Suriah dan Irak tidak semata-mata disebabkan oleh faktor ideologis, namun juga dipicu oleh faktor politis dan ekonomi.