Konflik Sabah: Tentara Kesultanan Sulu Mutilasi Sejumlah Polisi Malaysia

KINABALU, (PRLM).- Konflik di Sabah antara pemerintah Malaysia dengan tentara Kesultanan Sulu terus mengeskalasi. Memasuki sepekan konflik di negara bagian Malaysia yang beribukotakan Kinabalu itu, sudah 27 orang tewas dari kedua belah pihak berseteru.

Tentara Sulu yang merupakan warga Filipina Selatan itu mengklaim wilayah Sabah sebagai milik Kesultanan Sulu dan meminta Malaysia mengembalikan itu. Namun, pemerintahan Najib Razak menolak itu. Ini menyebabkan kekerasan di Sabah tak kunjung henti. Bahkan, hubungan kedua belah pihak berseteru smeakin memanas.

Apalagi, belakangan ini ada laporan seperti dikutip Sydney Morning Herald, Kamis (7/3/13), tentara Sulu yang merupakan warga Muslim asal Filipina Selatan itu, melakukan praktik mutilasi terhadap sejumlah polisi Malaysia. Dilaporkan, insiden itu terjadi pada 2 Maret di Desa Simunul, Semporna, Sabah. (A-133/A-108)***

Baca Juga

Megabintang Pop George Michael Meninggal

MEGABINTANG pop asal inggris, George Michael, meninggal di rumahnya pada Minggu 25 Desember 2016 malam waktu setempat atau Senin dini hari WIB. Laporan itu dipublikasikan pihak keluarganya.

Balas Aksi Obama, Rusia Usir 35 Diplomat AS dari Moskow

​MOSKOW,  (PR).- Hubungan Amerika Serikat dan Rusia mencapai titik terendah sejak Perang Dingin berakhir tahun 1991, setelah pemerintah Barack Obama memutuskan mengusir 35 diplomat Kremlin yang diduga ikut memfasilitasi aksi peretasan pemi

Trump: Rudal Antarbenua Korea Utara tak Bisa Jangkau AS

WASHINGTON, (PR).- Presiden terpilih Amerika Serikat, Donald Trump, Selasa 3 Januari 2016, akhirnya berkomentar soal klaim yang dilontarkan pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un dalam pidato tahun barunya pada 1 Januari 2017 lalu.

Pelaku Penembakan Brutal di Florida Idap Schizophrenia

WASHINGTON, (PR).- Pelaku penembakan di Bandara Fort Lauderdale, Negara Bagian Florida, AS, Jumat 6 Januari 2017 lalu yang menewaskan lima orang, terancam hukuman mati. Seperti dilaporkan BBC, Sabtu, 7 Januari 2017, pelaku adalah warga AS keturunan Puerto Rico bernama Esteban Santiago (26).