Konflik Sabah: Tentara Kesultanan Sulu Mutilasi Sejumlah Polisi Malaysia

KINABALU, (PRLM).- Konflik di Sabah antara pemerintah Malaysia dengan tentara Kesultanan Sulu terus mengeskalasi. Memasuki sepekan konflik di negara bagian Malaysia yang beribukotakan Kinabalu itu, sudah 27 orang tewas dari kedua belah pihak berseteru.

Tentara Sulu yang merupakan warga Filipina Selatan itu mengklaim wilayah Sabah sebagai milik Kesultanan Sulu dan meminta Malaysia mengembalikan itu. Namun, pemerintahan Najib Razak menolak itu. Ini menyebabkan kekerasan di Sabah tak kunjung henti. Bahkan, hubungan kedua belah pihak berseteru smeakin memanas.

Apalagi, belakangan ini ada laporan seperti dikutip Sydney Morning Herald, Kamis (7/3/13), tentara Sulu yang merupakan warga Muslim asal Filipina Selatan itu, melakukan praktik mutilasi terhadap sejumlah polisi Malaysia. Dilaporkan, insiden itu terjadi pada 2 Maret di Desa Simunul, Semporna, Sabah. (A-133/A-108)***

Baca Juga

Donald Trump Hapus Kebijakan 'Climate Change'

WASHINGTON, (PR).- Dilantik secara resmi sebagai Presiden Amerika Serikat, Jumat, 20 Januari 2017, Donald Trump langsung membuat kejutan. Pria yang menggantikan posisi Barrack Obama tersebut menghilangkan kebijakan program terkait perubahan iklim (climate change) di bawah pemerintahannya.

Ivanka Lebih Populer dari Melania Trump?

IVANKA Trump harus berhadapan dengan rumor bahwa dirinya akan menjadi first lady di negara yang dipimpin ayahnya. Namun ia menyatakan tanggapannya bahwa dengan segala hormat ia menyerahkan keputusan tersebut kepada ibu tirinya, Melania Trump.

Berkat Hakim James Robart, Kebijakan Imigrasi Trump Dibekukan

WASHINGTON, (PR).- Pengadilan federal AS, Minggu 5 Februari 2017, menolak banding dari pemerintahan Presiden Donald Trump yang meminta agar larangan perjalanan yang ditentang hakim federal James Robart pada Jumat pekan lalu kembali diberla