Konflik Sabah: Tentara Kesultanan Sulu Mutilasi Sejumlah Polisi Malaysia

KINABALU, (PRLM).- Konflik di Sabah antara pemerintah Malaysia dengan tentara Kesultanan Sulu terus mengeskalasi. Memasuki sepekan konflik di negara bagian Malaysia yang beribukotakan Kinabalu itu, sudah 27 orang tewas dari kedua belah pihak berseteru.

Tentara Sulu yang merupakan warga Filipina Selatan itu mengklaim wilayah Sabah sebagai milik Kesultanan Sulu dan meminta Malaysia mengembalikan itu. Namun, pemerintahan Najib Razak menolak itu. Ini menyebabkan kekerasan di Sabah tak kunjung henti. Bahkan, hubungan kedua belah pihak berseteru smeakin memanas.

Apalagi, belakangan ini ada laporan seperti dikutip Sydney Morning Herald, Kamis (7/3/13), tentara Sulu yang merupakan warga Muslim asal Filipina Selatan itu, melakukan praktik mutilasi terhadap sejumlah polisi Malaysia. Dilaporkan, insiden itu terjadi pada 2 Maret di Desa Simunul, Semporna, Sabah. (A-133/A-108)***

Baca Juga

Bom Meledak di Attaturk, Belum Ada Korban WNI

JAKARTA, (PR).- Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia mengimbau warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Turki meningkatkan kewaspadaan setelah ledakan terjadi di‎ Bandara Attaturk, Istanbul.

Dilantik Jadi Presiden Filipina, Duterte Ogah Kenakan Jas dan Dasi

MANILA, (PR).- Rodrigo Duterte resmi dilantik sebagai Presiden Filipina ke-16 dalam upacara sederhana di Istana Malacanang, Manila, Kamis 30 Juni 2016. Seperti dilaporkan Reuters, dalam acara pelantikan tersebut, hanya media pemerintah yang dibolehkan meliput.

Pemilu Australia: Petahana Harus Galang Koalisi

CANBERRA, (PR).- Hasil pemilu Australia, Minggu 3 Juli 2016 menunjukkan bahwa Partai Buruh dan Partai Liberal hampir imbang. Data sementara menunjukkan Partai Buruh unggul atas petahana, meski belum semua suara dihitung. Suara yang dikirim lewat pos masih belum dihitung.

Formosa Tanggung Kerugian Akibat 70 Ton Ikan yang Terdampar

HANOI, (PR).- Formosa Ha Tinh Steel Corp, anak perusahaan dari Taiwan Formosa Plastics Group mengaku akan bertanggung jawab atas bencana lingkungan yang menyebabkan 70 ton ikan mati terdampar di sepanjang lebih dari 200 km (125 mil) dari pantai Vietnam pada awal April 2016 lalu.