Konflik Sabah: Tentara Kesultanan Sulu Mutilasi Sejumlah Polisi Malaysia

LUAR NEGERI

KINABALU, (PRLM).- Konflik di Sabah antara pemerintah Malaysia dengan tentara Kesultanan Sulu terus mengeskalasi. Memasuki sepekan konflik di negara bagian Malaysia yang beribukotakan Kinabalu itu, sudah 27 orang tewas dari kedua belah pihak berseteru.

Tentara Sulu yang merupakan warga Filipina Selatan itu mengklaim wilayah Sabah sebagai milik Kesultanan Sulu dan meminta Malaysia mengembalikan itu. Namun, pemerintahan Najib Razak menolak itu. Ini menyebabkan kekerasan di Sabah tak kunjung henti. Bahkan, hubungan kedua belah pihak berseteru smeakin memanas.

Apalagi, belakangan ini ada laporan seperti dikutip Sydney Morning Herald, Kamis (7/3/13), tentara Sulu yang merupakan warga Muslim asal Filipina Selatan itu, melakukan praktik mutilasi terhadap sejumlah polisi Malaysia. Dilaporkan, insiden itu terjadi pada 2 Maret di Desa Simunul, Semporna, Sabah. (A-133/A-108)***

Baca Juga

Migrasi Internasional Capai 41 Persen Dalam 15 Tahun Terakhir

LUAR NEGERI

NEW YORK, (PRLM).- Menurut studi PBB yang dirilis minggu, dalam 15 tahun terakhir jumlah orang yang bermigrasi ke negara-negara asing melonjak 41 % mencapai 244 juta pada tahun 2015.

Di antara orang-orang itu, 20 juta di antaranya adalah pengungsi.

Pengungsi Suriah Kesal Diberi Harapan Palsu

LUAR NEGERI

BERLIN, (PRLM).- Sebagian di antara para imigran Suriah yang sadar bahwa mereka dibawa ke Berlin untuk kepentingan protes anti-imigran, mengaku sangat kecewa.

Satu Kota di Jerman Larang Pria Pengungsi ke Kolam Renang

LUAR NEGERI

BORNHEIM, (PRLM).- Sebuah kota di Jerman melarang pria pengungsi dari kolam renang umum setelah beberapa perempuan mengeluhkan pelecehan.

Presiden Rohani Ingin Iran Kembali Menjadi Negara Gemilang

LUAR NEGERI

TEHERAN, (PRLM).- Setelah sanksi internasional terhadap Iran resmi dicabut, pemerintah Iran, Minggu (17/1/2016) pun merayakan hal tersebut dan menilai itu sebagai era baru yang historis. Dia juga menyebut itu sebagai lembaran emas dalam sejarah Iran.