Persaingan Usaha dengan Mini Market

100 Pasar Tradisional di Jawa Barat Bangkrut

EKONOMI

KUNINGAN, (PRLM).- Sedikitnya 100 pasar tradisional yang tersebar di seluruh Jawa Barat bangkrut karena tidak mampu bersaing dengan toko modern. Bangkrutnya pasar tradisional tersebut terjadi sejak tahun 2003 pasca-bermunculannya toko modern, khususnya berupa minimarket di setiap kota kabupaten.

Data tersebut diungkapkan Kepala Bidang Pasar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kab. Kuningan Ocin, pada sela-sela acara sosialisasi rencana pembongkaran dan pembangunan kembali Pasar Baru Kuningan kepada puluhan pedagang lama di aula kantor Disperindag Kuningan, Senin (4/3/13).

"Data itu kami peroleh dari hasil penelitian seorang ilmuwan asal Eropa Prof. Dr. Nielsen terhadap pasar di Jawa Barat," kata Ocin.

Dalam laporan hasil penelitian itu, menurut Ocin, tidak disebutkan nama-nama maupun lokasi dari 100 pasar tradisional yang bangkrut tersebut. Namun, Ocin menduga paling tidak satu pasar di antaranya terdapat di Kab. Kuningan.

"Bisa saja satu dari 100 itu termasuk juga pasar tradisional di Kuningan. Pasalnya, Pasar Tradisional di Kec. Japara, Kuningan pun, sudah lama tidak beroperasi (bangkrut)," ujar Ocin.

Menurut Ocin, bangkrutnya pasar-pasar tradisional tersebut karena sejumlah faktor. Di antaranya gaya berbelanja konsumen berubah. Para konsumen pasar sekarang lebih memperhatikan kenyamanan saat berbelanja. Kondisi pasar tradisional yang terkesan kumuh, semrawut, becek, premanisme dan lain sebagainya, menjadikan konsumen malas datang ke pasar tradisional.

"Tak heran jika tingkat kunjungan ke pasar-pasar tradisional terus menurun. Sementara kunjungan ke pasar modern/toko modern meningkat," katanya.

Memperhatikan persoalan itu serta hal lainnya, kata Ocin, Pemkab Kuningan melalui Disperindag memandang penting melakukan revitalisasi pasar tradisional, khususnya terhadap Pasar Baru. Bangunan lama di pasar tradisional terbesar di Kab. Kuningan itu, akan dibongkar, lalu dibangun kembali dalam wujud desain pasar yang memperhatikan kenyamanan konsumen.

Sementara itu, Direktur Utama PT. ASP Land Development Cecep Hendie, selaku pengembang Pasar Baru yang hadir dalam acara itu mengatakan, pihaknya merencanakan akan membongkar Pasar Baru (toko lama) mulai 27 Mei hingga 27 Juni 2013. Dan, peletakan batu pertama pembangunannya direncanakan akan dilaksanakan tanggal 1 Juli 2013. "Sedangkan pembuatan kios darurat akan dilakukan mulai 15 Maret - 26 April. Relokasi ke kios tersebut dimulai 21 April hingga 27 Mei," katanya. (A-91/C-32/A-88)***

Baca Juga

Pendapatan Perhutani 2014 4,6 Triliun dengan Laba Bersih 380 Miliar

EKONOMI
HANDRI HANDRIANSYAH/PRLM

BANDUNG, (PRLM).-Dalam lima tahun terakhir, Perum Perhutani mengalami kerugian sekitar Rp 44 miliar akibat pencurian dan penebangan kayu ilegal.

Yogya Wajibkan Rusun Miliki Sertifikat Laik Fungsi

EKONOMI

YOGYAKARTA, (PRLM).- Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta mengeluarkan peraturan wali kota yang mewajibkan seluruh rumah susun pertelaan memiliki sertifikat laik fungsi yang diterbitkan wali kota atau pejabat yang ditunjuk yaitu Kepala Dinas Kimpraswil.

Kelompok Kesehatan Penyumbang Inflasi Tertinggi

EKONOMI

BANDUNG, (PRLM).- Badan Pusat Statistik Jawa Barat mencatat dari tujuh kelompok pengeluaran, yang mengalami inflasi, kelompok kesehatan menjadi penyumbang inflasi tertinggi dengan inflasi sebesar 0,82 persen.

Harga BBM Naik, Nelayan Paling Menderita

EKONOMI

PANGANDARAN,(PRLM).-Kalangan nelayan Kabupaten Pangandaran berharap agar pemerintah memberikan bantuan khusus kepada nelayan, seiring dengan naiknya harga Bahan Bakar Minyak.