Sebagai Simbol Perlawanan

Belasan Seniman Melukis di Seng Penutup Hutan Baksil

FAHMI-JOB/"PRLM"
FAHMI-JOB/"PRLM"
"KEMBALIKAN Hutanku" salah satu lukisan yang digambar dalam aksi melukis di seng di Babakan Siliwangi. Aksi ini sebagai bentuk perlawanan terhadap rencana pemerintah membangun mall di Babakan Siliwangi, Kota Bandung, Minggu (3/3/2013).*

BANDUNG, (PRLM).- Belasan pelukis dan seniman lainnya mengekspresikan karyanya di seng-seng yang menutupi hutan kota Babakan Siliwangi (Baksil). Lukisan-lukisan di seng itu sebagai simbol perlawanan terhadap rencana pembangunan mall dan restoran di Babakan Siliwangi. “Melukis untuk melawan” begitu ucap Tisna Sanjaya, seniman asal Bandung yang juga Duta Babakan Siliwangi.

Selain itu, Tisna juga mengatakan, jika tujuan aksi kali ini adalah untuk menjaga lingkungan hidup Kota Bandung, “tujuannya untuk menjaga lingkungan hidup di Bandung, dan ini fokusnya di Babakan Siliwangi karena hutan kota Babakan Siliwangi ini adalah paru-paru kota Bandung,” paparnya ketika diwawancara di Babakan Siliwangi, Jln. Siliwangi, pada Minggu (3/3/2013).

Tujuan lain dari aksi ini adalah harapan agar seng-seng yang menutupi ribuan pohon di Baksil ini dicabut. “Sayang sekali jika ribuan pohon ini harus terhalangi oleh seng. Maka dari itu, dengan cara melukis ini diharapkan si lukisan ini bisa dicopot kemudian dipamerkan di galeri,” harapnya.

Tema yang diusung dalam aksi ini adalah kegelisahan dan tentang lingkungah hidup. Tema kegelisahan dan lingkungan hidup dirasa pas untuk mewakili perasaan para seniman yang tidak seuju dengan pembangunan di hutan Kota Baksil.
Tisna optimis jika pembangunan di paru-paru kota Bandung tidak akan terjadi, “Kalau terus-terusan, tekun, dan melakukan usaha budaya sebagai bentuk perlawanan, saya rasa pembangunan itu tak akan jadi,” tutur Tisna.

Tisna berharap, aksi ini bisa terus berlanjut dan memancing respon pemerintah. “Lukisan ini dalam rangka merespon pola pembangunan yang suka ditutup sama seng. Harapannya, lukisan ini bagus, lalu dicopot dan dipamerkan di galeri, kalau sengnya dicopot kan nanti pohonnya keliatan,” ujarnya.

Aksi melukis di seng ini sendiri akan terus dilanjutkan sampai semua seng bisa terwarnai. Komunitas atau kelompok yang tergabung dalam aksi ini antara lain Walhi, seniman dari Seni Rupa ITB, SOS Babakan Siliwangi, bahkan rencananya Bimbo juga akan ikut serta. (fahmi-job/A-147)***

Komentari di Facebook !