Headlines

Mantan Presiden Soeharto “Hidup Lagi”

YOGYAKARTA, (PRLM).- Mantan Presiden Soeharto “dihidupkan” lagi yang disimbolisasikan dalam bentuk patung setinggi 3,5 meter dilengkapi dengan Monumen Tempat Lahir Jenderal Besar HM Soeharto di Dusun Kemusuk Lor, Desa Argomulyo, Kecamatan Sedayu, Bantul, Jumat (1/3/13).

Peresmian monumen kelahiran mantan presiden kedua yang berkuasa selama 32 tahun tersebut, dilakukan oleh adik tiri Soeharto, Probosutedjo, disaksikan Siti Hardiyanti Indra Rukmana, sejumlah mantan menteri pada masa Orde Baru, di antaranya mantan Menteri Koordinator Bidang Kesra Haryono Suyono, serta para mantan prajurit pejuang kemerdekaan yang tergabung dalam Paguyuban Wehrkreis (WK) III, Legiun Veteran.

Peresmian bertepatan ulang tahun Serangan Belanda, 1 Maret 1949, untuk mengingatkan peran besar Soeharto dalam mempertahankan kemerdekaan RI. Sebelum ini, Monumen Serangan Oemoem 1 Maret 1949 telah dibangun oleh Presiden Soeharto di "Titik 0" Yogyakarta.

Adapun pilihan tempat di Kemusuk sebagai monumen untuk menunjukkan tempat kelahiran almarhum pada 8 Juni 1921 dan meninggal di Jakarta pada 27 Januari 2008, dimakamkan disamping istrinya, Suhartinah, di Astana Giribangun, Karanganyar, Jateng.

Lokasi monumen seluas 1.000 meter di bekas rumah merupakan rumah tinggal ibunda Soeharto, (alm) Ny Sukirah, istri dari Kerto Sudiro. Tanah leluhur Soeharto tersebut, sebelumnya sudah diwariskan kepada para keluarga, lalu dibeli lagi oleh Probosutedjo. Perlengkapan monumen antara lain patung Soeharto berpakaian militer lengkap di pintu masuk, dua patung lainnya di dalam ruang monumen, yang dilengkapi dengan silsilah keluarga dan peran Soeharto dalam sejarah Indonesia.

Keluarga Soeharto tampak emosional dalam menyambut monument kelahiran tersebut. Siti Hardiyanti Rukamana (Tutut) dan Probosutedjo mengulas keunggulan almarhum selama memimpin Indonesia. Tutut tidak mengakui ayahnya mengundurkan diri dari tampuk kekuasaan. Soeharto menyatakan berhenti dan menyerahkan kekuasaan kepada penerusnya.
“Beliau tidak mengundurkan diri. Jika dikatakan mengundurkan diri, itu sama halnya mengatakan beliau tidak bertanggungjawab,” ujar dia.

Dia menggambarkan sikap ayahnya sebagai cermin jiwa besar kepemimpinannya karena sikap mengundurkan diri bisa mencegah pertumpahan darah dan memperbanyak korban.

Probosutedjo memuji sikap kesederhanaan kakak tirinya. Rumah di Jalan Cendana 8 Menteng Jakarta Pusat, itu kekayaaan paling berharga, tetapi jauh dari megah dibanding rumah yang dimiliki mantan presiden lainnya. Soeharrto juga tidak memiliki harta, apalagi menumpuknya. Soeharto digambarkan jauh lebih miskin dari presiden lainnya.

Adapun tujuan membangun monument Pak Harto, kata dia, supaya jejak kakaknya tidak punah seperti jejak Kerajaan Majapahit. (A-84/A-108)***

Customize This