Hasil Quick Count Berbeda Dengan Real Count

BANDUNG, (PRLM).-Ketua tim pemenangan pasangan Dede Yusuf-Laksaman, Didin Supriadin mengatakam, hasil quick count lembaga survey berbeda dengan hasil real count yang dilakukan tim gabungan koalisi Babarengan di 3 daerah, yakni di Kabupaten Cianjur, Kabupaten Purwakarta, dan Kabupaten Ciamis.

Dijelaskan Didin saat menggelar konferensi pers di posko pemenangan Dede Yusuf-Laksamana di Jalan Raden fatah, kota Bandung, Senin (25/2), dari ketiga daerah itu, pasangan Dede Yusuf-Lex Laksamana berhasil unggul, diikuti pasangan Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar, Rieke Diah Pitaloka-Teten Masduki, Irianto MS Syafiuddin- Tatang Fahrul Hakim, dan pasangan Dikdik Mulyana Arief-Cecep Nana Suryana Toyib.

Dijelaskan Didin, pada penghitungan real count pada Senin (25/2) hingga pukul 11.30 WIB, di Kabupaten Cianjur pasangan Dede Yusuf-Lex Laksamana berhasil mendulang 302.850 suara, sedangkan di Kabupaten Purwakarta sebanyak 135.749 suara, dan di Kabupaten Ciamis meraih 215.413 suara.

Selain real count di tiga daerah tersebut, pihaknya pun memiliki hasil quick count internal. Hasilnya, nomor urut 3 berhasil unggul sebesar 34,42 persen, diikuti pasangan Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar sebesar 30,74 persen ,

Rieke Diah Pitaloka-Teten Masduki sebesar 23,30 persen, Irianto MS Syafiuddin-Tatang Fahrul Hakim sebesar 9,78 persen, dan Dikdik-Cecep sebesar 1,74 persen.

“Kami berkesimpulan hasil akhir perhitungan real nantinya dapat berbeda dengan hasilquick count berbagai lembaga survey tersebut,” ucap Didin.

Melihat kondisi itu, pihaknya mengajak seluruh komponen masyarakat untuk secara aktif ikut berpartisipasi mengawasi dan mengawal hasil perhitungan suara real di tingkat desa, kecamatan, kabupaten/kota hingga provinsi.

Hal itu dinilai penting untuk memastikan hasil akhir suara dalam Pilgub Jawa Barat yang sesuai dengan pilihan masyarakat Jawa Barat.

“Kami berharap Pilgub Jawa Barat berlangsung jujur dan adil tanpa ada kecurangan, kalau ada kecurang maka tidak akan baik untuk Jawa Barat,” tuturnya. (A-198/A-89)***

Baca Juga

Jumlah Dukungan Calon Perseorangan Jadi Lebih Banyak

CIMAHI, (PR).- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Cimahi merevisi jumlah minimum dukungan pasangan perseorangan dalam Pilkada Serentak Kota Cimahi 2017 dari semula 29.095 dukungan menjadi 32.974 dukungan. Revisi dilakukan setelah muncul surat No.

Perlu Antisipasi Pilkada Serentak dan Pemilu di Tahun yang Sama

JAKARTA, (PR).- Penyelenggaraan Pilkada 2024 serentak secara nasional berada di tahun yang sama dengan penyelenggaraan pemilu nasional yaitu pemilihan presiden, DPR, DPD, dan juga bahkan DPRD. Hal itu perlu berbagai upaya antisipasi.

Penyortir Surat Suara Pileg Subang Tagih Honor

SUBANG, (PR).- Sejumlah pekerja sortir surat suara memprotes KPU Kabupaten Subang. Pasalnya hingga proses sortir selesai, honor mereka belum dibayar. Mereka menuntut agar KPU segera menyelesaikan pembayaran honor sesuai janji yang tertuang dalam kontrak kerja.

Bawaslu Jabar Ajak Pramuka Awasi Pilkada Serentak

SOREANG, (PR).- Pramuka Kwartir Daerah Jawa Barat menandatangani nota kesepahaman bersama dengan Badan Pengawas Pemilu Jawa Barat. Penandatangan nota kesepahaman ini bertujuan agar anggota Pramuka ikut serta aktif mengawasi pelaksanan pilkada serentak yang digelar 2017.