Ditunda Setahun

Penerapan Kurikulum 2013 untuk SLB Ditangguhkan

PENDIDIKAN

BANDUNG, (PRLM).- Penerapan kurikulum 2013 untuk jenjang Sekolah Luar Biasa (SLB) akan ditangguhkan. Pelaksanaan akan dilakukan setahun setelah sekolah umum atau tepatnya pada 2014. Ini karena kompleksitasnya kurikulum SLB.

Direktur Pembinaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus Pendidikan Dasar Kemendikbud Dr.Mudjito mengakatan meskipun jumlah siswa SLB sedikit, sekitar 116 ribu, tapi dari jumlah varian kecacatannya banyak ditambah kurikulum kompensatoris yang tidak ada di sekolah umum.

Kurikulum itu merupakan kompensasi dari kecacatan. Misalnya kompensasi untuk anak tunanetra harus ada kompentasi untuk mobilitas jadi kurikulum dicipatakan sendiri di luar kurikulum sekolah standar pada umumnya. "Kalau di SD jumlah siswanya 30 juta bisa dibuat satu kurikulum standar nasional sedangkan di SLB tidak bisa," akunya.

Menurut Mudjito, akan lebih baik jika penerapan kurikulum 2013 di SLB sedikit mundur tapi pada penerapan 2014 dapat dilakukan secara serempak di semua SLB. Saat ini jumlah SLB sekitar 1.700 memang lebih sedikit dari sekolah umum maka penyelesaian pelaksanaan kurikulum bisa lebih cepat selesai. (A-208/A-88)***

Baca Juga

Diskusi Unpad Merespon

PENDIDIKAN
Diskusi Unpad Merespon

Teten: Presiden Ingin Ajaran Islam Moderat Dijaga

PENDIDIKAN

JAKARTA, (PRLM).- Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam rapat terbatas (Ratas) yang dihadiri oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddi, Ketua MUI Din Syamsudin, serta beberapa Rektor Universitas Islam Negeri (UIN), termasuk Rektor UIN Jakarta Prof.

Festival Permainan Tradisional Untuk Bendung Elektronik

PENDIDIKAN

SOLO, (PRLM).-Di tengah maraknya permainan anak-anak berbasis teknologi elektronik saat ini, Sekolah Dasar (SD) Islam "Al Fattah", Manahan, Solo, mengisi waktu jeda pasca-ujian kenaikan kelas (UKK) dengan mengadakan festival permainan tradisional.

Pencairan BOS Madrasah di KBB Masih Belum Jelas

PENDIDIKAN

NGAMPRAH, (PRLM).- Dana bantuan operasional sekolah (BOS) untuk madrasah di Kabupaten Bandung Barat masih belum jelas kapan bisa dicairkan.