Sayembara Antipolitik Uang Berhadiah Motor

CIREBON, (PRLM).- Komunitas untuk Penataan Kebijakan Publik (Komunal) menggelar sayembara Sntipolitik uang pemilihan wali kota (pilwalkot) Cirebon. Sayembara gerakan antipolitik uang di Pilwalkot Cirebon tersebut memperebutkan hadiah utama sebuah sepeda motor, dan hadiah lainnya berupa televisi LCD 21 inch lemari es, tape recorder, dan hadiah hiburan.

Menurut Direktur Eksekutif Komunal, Hery Susanto, digelarnya sayembara antipolitik uang tersebut didasari oleh keprihatinan sikap warga Cirebon. Berdasarkan atas hasil survei yang dilakukan Komunal, sebanyak 47% warga Kota Cirebon menganggap politik uang sebagai hal yang wajar. "Angka prosentase sampai 47% itu cukup tinggi," ujarya.

Dikatakan dia, politik uang termasuk dari tiga faktor yang merusak pilwalkot Cirebon, selain penyelenggara pilkada dan PNS yang tidak netral

Menurut Hery, sayembara yang dibuka sejak 12 Februari lalu, akan ditutup pada 24 Februari pukul 20.00 WIB. "Hasilnya akan kami undi pada Senin 25 Februari di Sekretariat Komunal," katanya.

Syarat mengikuti sayembara yakni laporan harus disertai dengan bukti laporan ke Panwaslu disertai saksi. Selama 10 hari sayembara dibuka, katanya, belum satupun warga yang mendaftar sebagai peserta sayembara.

Kalaupun tidak sedikit warga yang datang ke Sekretariat Komunal, lanjut Hery, hanya untuk mengajukan sejumlah pertanyaan terkait dengan sayembara. "Ada beberapa warga yang datang menanyakan soal aspek keamanan mereka kalau mereka melaporkan praktik politik uang ke Panwaslu agar bisa menjadi peserta sayembara," katanya.

Diakui Hery, meski dengan iming-iming hadiah utama sepeda motor, namun tidak berarti warga memiliki cukup keberanian untuk melaporkan praktik politik uang. "Dari pertanyaan yang diajukan, terutam soal jaminan keamanan, sedikit banyak bisa diambil kesimpulan, mereka tidak cukup berani melaporkan praktik kecurangan itu," ujarnya.

Hery mengakui, pihaknya memang tidak bisa menjamin keamanan warga yang berani melapor. "Kami tidak memiliki kemampuan untuk menjamin keamanan. Kalaupun ada yang berani melapor dan menjadi peserta sayembara, kami hanya bisa mendukung melalui jalur non litigasi," tuturnya.

Sementara itu terkait dengan sayembara tersebut anggota Panwaslu Kota Cirebon Munarso yang dikonfirmasi menyatakan, sah-sah saja kalau Komunal menggelar sayembara itu. "Kami bahkan berterima kasih kalau ada warga atau kelompok warga yang membantu tugas kami. Mudah-mudahan saja dengan iming-iming hasih, akan banyak warga yang melaporkan kecurangan pelaksanaan pilkada ke Panwaslu," katanya. (A-92/A-147)***

Baca Juga

Biaya Pilkada Serentak 2017 Capai Rp 4,2 Triliun

JAKARTA, (PR).- Besarnya biaya Pilkada yang dikeluarkan dari pajak yang dibayar rakyat, akan terbuang sia-sia jika proses tahapan Pilkada tidak dimanfaatkan sebaik-baiknya.

KPU Belum Bagikan Bahan Kampanye Pilkada Cimahi

CIMAHI, (PR).- Sepuluh hari setelah masa kampanye dimulai pada 28 Oktober 2016 lalu, sampai saat ini Komisi Pemilihan Umum Kota Cimahi masih belum membagikan bahan peraga kampanye kepada ketiga tim sukses pasangan calon peserta Pilkada Cimahi 2017.

Atty, Cawalkot Cimahi Paling Kaya

CIMAHI, (PR).- Seluruh peserta Pilkada Cimahi 2017 sudah menyampaikan laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) kepada Komisi Pemberantasan Korupsi. Dari enam calon wali kota/wakil wali kota, calon wali kota petahana Atty Suharti diketahui memiliki harta yang paling banyak.