Quick Count JSI - PilGub Jabar 2013

Profil Singkat Jaringan Suara Indonesia (JSI)

Jaringan Suara Indonesia (JSI) berdiri pada tanggal 8 Agustus 2008 dengan dilandasi semangat dan keinginan menegakkan integritas dan transparansi sebagai salah satu lembaga survei berskala Nasional. Personel JSI merupakan sekumpulan profesional yang berkeinginan mewujudkan Indonesia yang lebih baik dan memiliki rekam jejak yang panjang dalam melakukan riset di hampir seluruh wilayah Indonesia.

Perpaduan dari penegakan integritasini kami representasikan melalui tagline kami, “Hear, Feel, Act for the Smile of Indonesia”. Melalui mendengar apa yang disuarakan masyarakat, merasakan apa yang diinginkan masyarakat dan berusaha untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik.

Pendiri JSI yaitu: Widdi Aswindi, Popon Lingga Geni, Nukie N. Basuki, Eka Kusmayadi dan Fajar S. Tamin.

Pada tahun 2009, JSI melakukan survei dapil (daerah pemilihan) sebanyak 21 kali, JSI pernah melakukan pers release mengenai hasil Pemilu Legislatif untuk DPRD Provinsi Sulawesi Selatan Dapil Kota Makassar dengan mengumumkan prediksi hasil pemilihan legislatif Provinsi Sulawesi Selatan dan dimuat di harian FAJAR pada tanggal 4 Mei 2009 sebulan sebelum pelaksanaan Pemilu Legislatif. Hasilnya sangat mendekati penghitungan resmi dari KPU Provinsi Sulawesi Selatan.

Kemudian sejak tahun 2010 JSI melakukan survei politik yaitu survei mengenai Pemilukada yang hampir dilakukan di seluruh wilayah di Indonesia, selain itu JSI juga melakukan survei mengenai Kebijakan Publik untuk mengevaluasi sejauh mana persepsi publik terhadap kebijakan yang akan dan telah diambil oleh Pemerintah (baik Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Pusat). JSI juga salah satu lembaga survei yang memiliki izin dari Direktorat Jenderal Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, Kementerian Dalam Negeri dan memperoleh sertifikasi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai salah satu Lembaga Survei dan Lembaga Quick Count yang berhak menyelenggarakan Survei dan Quick Count di seluruh wilayah Indonesia.

JSI sampai saat ini sudah melakukan 302 kali survei yang dilakukan hampir di seluruh Indonesia. Survei yang biasa dilakukan JSI meliputi Survei Politik dan Survei Kebijakan Publik. JSI juga sudah melakukan 45 kali penyelenggaraan Quick Count yang dilakukan hampir di seluruh Indonesia. JSI pernah mendapatkan rekor MURI sebagai Lembaga Quick Count dengan hasil paling presisi dengan selisih absolut 0,01% dibanding hasil pleno KPUD (pada Pemilukada Kabupaten Konawe Utara dengan 8 kandidat pasangan calon).

Pada bulan Oktober tahun 2011 dan bulan Juli 2012, JSI melakukan Survei Nasional di 33 Provinsi dengan jumlah 1200 responden, dan JSI mendapat apresiasi dari seluruh kalangan karena memberikan rilis hasil survei nasional dengan detail dan lengkap mengenai Preferensi Pilihan Partai Politik Dan Presiden menjelang Pemilu tahun 2014 yang akan datang.

Akurasi dan presisi hasil riset hanya bisa diperoleh dengan kombinasi sinergis antara aplikasi metodologi yang tepat, quality control yang ketat disertai profesionalisme dan independensi personil yang menjujung tinggi idealisme dalam memperjuangkan kualitas riset.

Quick Count JSI di PilGub Jabar

Hitung cepat seringkali di sebut QuickCount selama ini mampu memprediksi hasil pemungutan suara secara akurat dan cepat, hal ini menjadikan quick count begitu dinanti sebagai acuan gambaran awal hasil perhitungan suara. Jaringan Suara Indonesia (JSI) sebagai konsultan politik dan lembaga riset yang mendapat sertifikasi sebagai lembaga resmi penyelenggara quick count dari KPU, telah berhasil menyelenggarakan quick count di sejumlah wilayah di Indonesia dengan akurat dan presisi. Sejak berdiri tanggal 8 Agustus 2008 sampai saat ini, JSI telah melakukan 45 kali quick count, 10 diantaranya adalah Quick Count untuk Pemilihan Gubernur di 10 Provinsi yang berbeda dan selebihnya adalah pemilihan Bupati/Walikota yang tersebar di seluruh Indonesia. Secara umum selisih antara hasil quick count JSI terhadap rekapitulasi perhitungan KPU tidak lebih dari 1%.

Lalu apa sebetulnya yang dimaksud Quick Count di Pilgub Jabar ini? Secara sederhana Quick Count di Pilgub Jabar ini adalah perhitungan suara di sejumlah sampel TPS untuk memprediksi hasil pemilihan langsung di Pilgub Jabar. Sampel TPS di ambil dengan menggunakan teknik penarikan sampel bertahap atau multistage random sampling, teknik ini menggabungkan beberapa metode penarikan sampel yaitu stratified, cluster, dan systematic random sampling dimana dengan metodologi ini diharapkan sampel TPS terpilih telah memenuhi kaidah keterwakilan dan memiliki peluang yang sama untuk terpilih sebagai sampel. Secara garis besar alur proses quick count ini mencakup dua hal penting yaitu tahapan sampling dan tahapan pelaksanaan di lapangan. Tahapan sampling quick count meliputi tiga tahapan diantaranya:

Pertama, penentuan jumlahsampel TPS, dengan menggunakan formula statistik yang mempertimbangkan jumlah pemilih, jumlah TPS, dan keragaman populasi pemilih dan TPS, JSI menggunakan sampel TPS sebanyak 350 TPS dari total 74.948 TPS (32.536.980 pemilih). Dalam quick count tidak seluruh TPSdi Pilgub Jabar ini dihitung sehingga hasil perhitungan ini tidak luput dari toleransi kesalahan atau margin of error kurang lebih 1% pada selang kepercayaan 99%. Referensi data untuk tahapan sampling ini mengacu pada data KPU Jawa Barat.

Tahapan kedua, mengalokasikan sampel TPS di tiap-tiap kabupaten/kota secara proporsional berdasarkan jumlah pemilih dan TPS di masing-masing kabupaten/ kota. Stratified random sampling berusaha memenuhi keterwakilan sampel di seluruh tingkatan kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat, dimana semakin banyak jumlah pemilih dan TPS di suatu tingkatan kabupaten/kota maka sampel TPS yang digunakanakan semakin banyak pula, demikian juga sebaliknya.

Tahapan ketiga, menentukan sampel TPS terpilih, diawali dengan mengurutkan desa/kelurahan di tiap-tiap kabupaten/kota berdasarkan arah mata angin, utara keselatan serta timur kebarat, selanjutnya pemilihan TPS sampel menggunakan systematic random sampling dengan menentukan secara acak satu sampel TPS terpilih sebagai titik awal lalu melompat dengan interval tertentu menuju sampel TPS berikutnya, langkah ini dilakukan sebanyak alokasi sampel TPS yang diperlukan, sehingga sampai tahapan ini diperoleh daftar sampel TPS yang tersebar di seluruh Jawa Barat.

Tahapan berikutnya, adalah tahapan pelaksanaan dilapangan, JSI menerjunkan petugas lapangan sebanyak sampel TPS yang digunakan yaitu 350 petugas lapangan. Mereka akan ditugaskan di setiap sampel TPS terpilih, dengan mengirimkan data hasil perhitungan suara sah di TPS terpilih tersebut mengunakan medium SMS. Kemudian data hasil perhitungan tersebut akan di tabulasi di pusat data JSI sampai menghasilkan prediksi hasil quick count yaitu persentase suara masing-masing pasangan kandidat yang bersaing di Pilgub Jabar.

Tahapan yang tidak kalah pentingnya adalah menjaga kualitas/validitas data yang masuk kepusat data dari para petugas di lapangan. Untuk tujuan ini dilakukan proses quality control dengan menurunkan sejumlah petugas spotcheck yang mengawasi kinerja petugas quick count, termasuk membandingkan hasil yang dikirim petugas quick count dengan hasil penghitungan suara sah di sampel TPS terpilih.

Seluruh rangkaian tahapan quick count ini bertujuan semata-mata untuk menghasilkan prediksi hasil Pilgub Jabar yang bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Dengan Quick Count Pigub Jabar ini, Jaringan Suara Indonesa (JSI) berharap bisa memenuhi rasa keingintahuan publik untuk mendapatkan informasi terpercaya yang cepat dan akurat mengenai hasil Pigub Jabar yang akan berlangsung pada tanggal 24 Februari 2013.