Pilgub Jawa Barat

Debat Akhir, Semua Antusias

BANDUNG, (PRLM).- Debat Calon Gubernur (Cagub) Jawa Barat (Jabar) terakhir pada akhir masa kampanye berlangsung penuh antusias baik dari pendukung dan panelis. Pendukung kelima calon tidak henti-hentinya memberi sorakan mendukung kandidat pilihannya hingga Pembawa Acara Alfito Deannova Gintings harus menenangkan penonton beberapa kali. Sementara itu, kedua panelis Pakar Politik dari Universitas Parahyangan (Unpar) Asep Warlan Yusuf dan Guru Besar dari Universitas Indonesia (UI) Rhenald Kasali pun berinteraksi dengan memanfaatkan durasi dua menit untuk menanyakan beberapa pertanyaan.

Dalam sesi pertama acara yang disiarkan langsung stasiun TV One dari Bandung Convention Center, Jalan Soekarno Hatta ini, semua pasangan diminta menjelaskan visi dan misinya, menjawab pertanyaan panelis, debat satu pasangan dengan empat pasangan lain, dan menyampaikan ajakannya agar rakyat tidak golput (golongan putih) datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada Minggu (24/2/13).

Dalam perjalanan debat, pasangan Cagub Nomor Urut Satu Dikdik Muliana Arief Mansur-Cecep Nana Suryana Toyib mengatakan dengan mengusung visi Tawadhu (Tertib, Aman, Wibawa, Asri, Dinamis, Harmonis, dan Unggul). Selain itu untuk membangun Jabar, Dikdik juga menekankan pentingnya memberi tindak pidana ringan (tipiring) jika dalam beberapa hal ditemukan ketidaksesuaian dengan aturan yang ada.

Soal otonomi daerah dan ketimpangan kesejahteraan di Jabar Cecep menjelaskan selama ini pemerintah masih terlalu mudah memberi izin eksploitasi kekayaan Jabar. Padahal seharusnya peraturan tata ruang harus ditegakkan. Heryawan mendebat hal ini dengan mempertanyakan koordinasi dengan pemerintah kab/kota soal perizinan. "Pemerintah provinsi sebenarnya punya wewenang secara hirarki berdasarkan undang-undang, hanya saja selama ini gubernur masih berbeda bendera dengan bupati/walikota," jawab Cecep. Sementara itu, Dede mengapresiasi kemampuan hukum Dikdik dan menawarkan Dikdik menjadi staf ahli hukum. "Dengan senang hati," kata Dikdik.

Sementara itu, pasangan Cagub Nomor Urut Dua, Irianto MS Syaifuddin (Yance)-Tatang Farhanul Hakim menekankan kembali janji memberikan Rp500 juta bagi semua desa. Asep mempertanyakan gagasan ini karena kondisi setiap desa yang berbeda-beda tetapi Yance tetap memberikan jumlah yang sama. Yance menjawab meski bantuannya sama, namun peruntukannya nantinya akan dibuat berbeda sesuai dengan kebutuhan.

Soal pendidikan, Tatang mengatakan akan melakukan program pendidikan 12 tahun. Dikdik mempertanyakan cara membangun karakter pelajar. Tatang menjawab solusi karakter hanya bisa dibangun dengan sentuhan agama. Soal pendidikan di Indramayu, Heryawan memberi apresiasi pada Yance sedangkan Dede secara terang-terangan meminta izin mengangkat Yance sebagai staf ahli pendidikan jika Dede menjadi gubernur terpilih. "Silakan, saya siap," kata Yance.

Pasangan Cagub Nomor Urut Tiga, Dede Yusuf Macan Effendi-Lex Laksamana dalam menjelaskan visi dan misinya mengatakan pembangunan menuju kesejahteraan di Jabar hanya bisa dilakukan 'babarengan' (bersama-sama). Babarengan dalam hal ini dimaksudkannya bekerja sama dengan wakil gubernurnya kelak dan rakyat Jabar.

Soal tata kota di Bandung sebagai ibukota Jabar, Dede yakin kemacetan, sampah, dll bisa diselesaikan dengan melibatkan semua pihak terkait termasuk pemerintah kota. Kandidat lain yang mempertanyakan komitmen Dede dan Lex membenahi ibukota selama menjabat dalam pemerintahan provinsi yang sering beralasan tidak memiliki wewenang. "Kenapa tidak berhenti kalau selama lima tahun tidak dapat kewenangan?," tanya Yance. Dede menjawab,"Saya bertanggung jawab pada rakyat dan ingin menyelesaikan tanggung jawab saya hingga Juni 2013".

Pasangan Cagub Nomor Urut Empat, Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar menyampaikan dalam masa pemerintahan Heryawan, sudah banyak prestasi yang dilakukan. Sementara itu, Rhenald sempat menanyakan cara pasangan ini menjaga hubungan harmonis kelak. Namun, keterbatasan waktu membuat Deddy tidak sempat menjawab. "Waktunya habis padahal sudah semangat kita menjawab," kata Deddy dengan santai.

Soal korupsi, Heryawan punya gagasan membangun sistem yang sulit dimanipulasi, meningkatkan kesejahteraan pegawai, membangun moralitas, dan menegakkan hukum. Hal ini didebat Dede yang mengatakan gagasan Heryawan sangat normatif dan tidak konkret. Lex lalu mempertanyakan selama Heryawan menjabat, banyak perizinan yang ke luar lebih dari satu tahun. "Saya tidak ingat tentang itu, rasanya tidak pernah terjadi," kata Heryawan.

Pasangan Cagub Nomor Urut Kelima, Rieke Diah Pitaloka-Teten Masduki menekankan perubahan di Jabar hanya bisa dilakukan dengan menghadirkan kondisi birokrasi yang bersih. Rieke juga mengatakan tidak segan-segan melakukan evaluasi dan pergantian pejabat atau mutasi jika diperlukan. Teten menambahkan, birokrasi saat ini masih terlalu gemuk.

Soal kesehatan, Rieke menawarkan Kartu Jabar bangkit dibutuhkan agar tidak ada lagi kasus rakyat ditolak rumah sakit. Menambah fasilitas dan tenaga kesehatan pun menurut mereka perlu dilakukan. Hal ini di debat Yance yang mengatakan kartu Jabar Bangkit tidak diperlukan karena bisa diwakili dengan KTP atau e-KTP yang akan berlaku. Dengan santai, Rieke menjawab, "Ah, saya dengar baru-baru ini, Bapak juga mau menawarkan kartu sehat dan kartu pintar". Yance dan penonton kemudian menanggapi hal ini dengan gelak tawa. (A-199/A-108)***

Komentari di Facebook !