Kebijakan Satu Anak di Cina "Makan" Korban Anak Kecil

BEIJING, (PRLM).- Kebijakan satu anak di Cina telah menyebabkan tragedi bagi sejumlah keluarga di negara komunis tersebut, seperti yang dialami pasangan suami istri Chen Liandi and his wife Li Yuhong asal Kota Wenzhou, Provinsi Zhejiang.

Seperti dilaporkan Sky News, Kamis (7/2), petugas BKKBN Cina mendatangi rumah mereka setelah mendapat kabar bahwa pasangan tersebut memiliki tiga orang anak.

Padahal, sesuai aturan, warga di kota hanya dibolehkan memiliki seorang anak. Kecuali jika kedua pasangan merupakan anak tunggal, dibolehkan memiliki dua anak tetapi ini pun harus melalui proses berbelit.

Singkat cerita, setelah didatangi petugas, keluarga Liandi diminta untuk segera membayar denda sebesar 40.000 yuan (Rp 64 juta) lantaran telah melanggar kebijakan satu anak. Liandi sempat berargumen, bahkan berkelahi gara-gara denda tersebut.

Saat berdebat itulah, seorang anaknya yang masih balita terjatuh ke jalan raya. Pada saat yang sama, sebuah mobil pemerintah melintas dan sang bayi pun terlindas hingga meninggal dunia. (A-133/A-89)***

Baca Juga

Ribuan Orang Menyemut di Cultural Night Wonderful Indonesia Laos

VIENTIANE, (PR).- Debut manis dilakukan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) dan Kementerian Pariwisata Indonesia. Itu setelah, acara bertajuk Cultural Night Wonderful Indonesia sukses digelar untuk pertama kalinya di Lao National Cultural Hall, Laos.

Tiga Kandidat Wali Kota Ini Bernama Sama

BUKHAREST, (PR).- Pemilihan wali kota adalah hal yang biasa terjadi di mana pun di dunia. Namun, di Rumania, pemilihan wali kota Draguseni menjadi berita dunia setelah tiga kandidatnya memiliki nama yang persis sama.

Bebas Visa Kunjungan Dongkrak Jumlah Turis Australia ke Indonesia

JAKARTA - Menpar Arief Yahya semakin pede, promosi Wonderful Indonesia ke Negeri Kanguru Australia semakin memperlihatkan hasil yang signifikan. Data paling gress dari ABS (Australia Bureau of Statistics), bulan April 2016, sudah dirilis.

RISET dilakukan pada lebih dari 500 orang.*

WHO: Bahaya Rokok Setara Dampak Perang

DAMASKUS, (PR).- Di tengah berkecamuknya perang saudara di Suriah, otoritas Perserikatan Bangsa-Bangsa mengeluarkan peringatan soal risiko mematikan lainnya di luar perang.