Kebijakan Satu Anak di Cina "Makan" Korban Anak Kecil

LUAR NEGERI

BEIJING, (PRLM).- Kebijakan satu anak di Cina telah menyebabkan tragedi bagi sejumlah keluarga di negara komunis tersebut, seperti yang dialami pasangan suami istri Chen Liandi and his wife Li Yuhong asal Kota Wenzhou, Provinsi Zhejiang.

Seperti dilaporkan Sky News, Kamis (7/2), petugas BKKBN Cina mendatangi rumah mereka setelah mendapat kabar bahwa pasangan tersebut memiliki tiga orang anak.

Padahal, sesuai aturan, warga di kota hanya dibolehkan memiliki seorang anak. Kecuali jika kedua pasangan merupakan anak tunggal, dibolehkan memiliki dua anak tetapi ini pun harus melalui proses berbelit.

Singkat cerita, setelah didatangi petugas, keluarga Liandi diminta untuk segera membayar denda sebesar 40.000 yuan (Rp 64 juta) lantaran telah melanggar kebijakan satu anak. Liandi sempat berargumen, bahkan berkelahi gara-gara denda tersebut.

Saat berdebat itulah, seorang anaknya yang masih balita terjatuh ke jalan raya. Pada saat yang sama, sebuah mobil pemerintah melintas dan sang bayi pun terlindas hingga meninggal dunia. (A-133/A-89)***

Baca Juga

Konferensi Asia Afrika 2015

RI-Iran Tingkatkan Kerja Sama Bilateral Ekonomi

LUAR NEGERI

JAKARTA, (PRLM).- Presiden RI dan Presiden Republik Islam Iran sepakat untuk segera mengaktifkan kembali Komisi Bersama (SKB) kedua negara untuk meningkatkan kerja sama bilateral.

Uni Eropa Siap Kerahkan Kapal untuk Atasi Krisis Migran

LUAR NEGERI

BERLIN, (PRLM).- Para pemimpin Uni Eropa hari Kamis (23/4/2015) berjanji mengerahkan lebih banyak kapal, pesawat dan helikopter untuk menyelamatkan nyawa migran di Laut Tengah menyusul tewasnya ratusan migran di perairan itu dalam seminggu ini.

Prof Abdullah: Arab Saudi Langgar Gencatan Senjata

LUAR NEGERI

ADEN, (PRLM).- Pengamat politik Timur Tengah Profesor Abdul Khaleq Abdullah, Jumat (24/4/2015), mengatakan, pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi telah melanggar gencatan senjata yang sebenarnya diharapkan akan mengakhiri perang di Yaman yang sudah berlangsung lebih dari sebulan itu.

Warga Australia dan Selandia Baru Peringati Seabad ANZAC

LUAR NEGERI

SYDNEY, (PRLM).- Warga Australia dan Selandia Baru yang datang sebelum Sabtu (25/4/20155) subuh untuk memperingati 100 tahun pendaratan yang gagal dalam Perang Dunia I di Gallipoli, yang kini menjadi wilayah Turki, mencapai jumlah terbanyak selama ini.