Kebijakan Satu Anak di Cina "Makan" Korban Anak Kecil

BEIJING, (PRLM).- Kebijakan satu anak di Cina telah menyebabkan tragedi bagi sejumlah keluarga di negara komunis tersebut, seperti yang dialami pasangan suami istri Chen Liandi and his wife Li Yuhong asal Kota Wenzhou, Provinsi Zhejiang.

Seperti dilaporkan Sky News, Kamis (7/2), petugas BKKBN Cina mendatangi rumah mereka setelah mendapat kabar bahwa pasangan tersebut memiliki tiga orang anak.

Padahal, sesuai aturan, warga di kota hanya dibolehkan memiliki seorang anak. Kecuali jika kedua pasangan merupakan anak tunggal, dibolehkan memiliki dua anak tetapi ini pun harus melalui proses berbelit.

Singkat cerita, setelah didatangi petugas, keluarga Liandi diminta untuk segera membayar denda sebesar 40.000 yuan (Rp 64 juta) lantaran telah melanggar kebijakan satu anak. Liandi sempat berargumen, bahkan berkelahi gara-gara denda tersebut.

Saat berdebat itulah, seorang anaknya yang masih balita terjatuh ke jalan raya. Pada saat yang sama, sebuah mobil pemerintah melintas dan sang bayi pun terlindas hingga meninggal dunia. (A-133/A-89)***

Baca Juga

Rasakan Suasana Swiss, Italia dan Maroko di Hua Hin

PENGEMBANGAN  pariwisata Thailand mulai memanfaatkan daerah-daerah pinggiran. Jadi traveler yang merasa sudah bosan menikmati objek wisata yang ada di Bangkok, bisa mengalihkan perjalanan ke Hua Hin atau Cha Am.

Teleskop Hubble Mengangkasa 15 Tahun Lebih Lama

HUBBLE, teleskop luar angkasa NASA yang diluncurkan 24 April 1990 lalu akan tetap berada di angkasa lima tahun lagi sebagaimana NASA telah memperpanjang kontraknya saat ini.

Pariwisata Turki Terancam Ambruk

ANKARA, (PR).- Serangan bom di Istanbul yang menewaskan 41 orang dan melukai 239 lainnya, telah membuat pariwisata Turki semakin hancur. Pasalnya, dalam setahun ini sudah lima kali serangan bom dan pariwisata Turki telah terkena dampaknya.

KIM  Jong Un  menemui para pilot tentara yang telah merampungkan tur wilayah pertempuran di area tersebut.*

Kim Jong-un Mengidap Obesitas dan Insomnia

SEOUL, (PR).- Pemimpin Korea Utara Kim Jong-Un dilaporkan mengidap obesitas yang harus segera ditangani, jika tak ingin penyakit tersebut nantinya menggangu kinerja pemerintahan.