Kebijakan Satu Anak di Cina "Makan" Korban Anak Kecil

BEIJING, (PRLM).- Kebijakan satu anak di Cina telah menyebabkan tragedi bagi sejumlah keluarga di negara komunis tersebut, seperti yang dialami pasangan suami istri Chen Liandi and his wife Li Yuhong asal Kota Wenzhou, Provinsi Zhejiang.

Seperti dilaporkan Sky News, Kamis (7/2), petugas BKKBN Cina mendatangi rumah mereka setelah mendapat kabar bahwa pasangan tersebut memiliki tiga orang anak.

Padahal, sesuai aturan, warga di kota hanya dibolehkan memiliki seorang anak. Kecuali jika kedua pasangan merupakan anak tunggal, dibolehkan memiliki dua anak tetapi ini pun harus melalui proses berbelit.

Singkat cerita, setelah didatangi petugas, keluarga Liandi diminta untuk segera membayar denda sebesar 40.000 yuan (Rp 64 juta) lantaran telah melanggar kebijakan satu anak. Liandi sempat berargumen, bahkan berkelahi gara-gara denda tersebut.

Saat berdebat itulah, seorang anaknya yang masih balita terjatuh ke jalan raya. Pada saat yang sama, sebuah mobil pemerintah melintas dan sang bayi pun terlindas hingga meninggal dunia. (A-133/A-89)***

Baca Juga

GOOGLE turut mengulas kejadian gerhana matahari total di Indonesia.*

Google Ditinggalkan Pengiklan

GOOGLE tengah menghadapi minggu yang buruk, pasalnya sejumlah perusahaan besar menarik iklan mereka dari salah satu anak perusahaannya, YouTube.

Gempa di Batangas, 14 Mahasiswa UMY Dievakuasi

JAKARTA, (PR).- Sebanya‎k 14 Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dievakuasi dari Batangas, Filipina, Sabtu, 8 April 2017. Evakuasi dilakukan untuk memastikan keselamatan mereka setelah rangkaian gempa bumi terjadi di Batang

Wapres Amerika Serikat Sebut Korea Utara Provokator

SEOUL, (PR).- Beberapa jam jelang kunjungan Wapres AS Mike Pence ke Seoul, Minggu, 16 April 2017, Korea Utara meluncurkan rudalnya yang diklaim bisa mencapai kawasan Hawaii, AS. Namun, Seperti dilaporkan AFP, percobaan yang dilakukan pada Minggu pagi tersebut gagal.