Kebijakan Satu Anak di Cina "Makan" Korban Anak Kecil

LUAR NEGERI

BEIJING, (PRLM).- Kebijakan satu anak di Cina telah menyebabkan tragedi bagi sejumlah keluarga di negara komunis tersebut, seperti yang dialami pasangan suami istri Chen Liandi and his wife Li Yuhong asal Kota Wenzhou, Provinsi Zhejiang.

Seperti dilaporkan Sky News, Kamis (7/2), petugas BKKBN Cina mendatangi rumah mereka setelah mendapat kabar bahwa pasangan tersebut memiliki tiga orang anak.

Padahal, sesuai aturan, warga di kota hanya dibolehkan memiliki seorang anak. Kecuali jika kedua pasangan merupakan anak tunggal, dibolehkan memiliki dua anak tetapi ini pun harus melalui proses berbelit.

Singkat cerita, setelah didatangi petugas, keluarga Liandi diminta untuk segera membayar denda sebesar 40.000 yuan (Rp 64 juta) lantaran telah melanggar kebijakan satu anak. Liandi sempat berargumen, bahkan berkelahi gara-gara denda tersebut.

Saat berdebat itulah, seorang anaknya yang masih balita terjatuh ke jalan raya. Pada saat yang sama, sebuah mobil pemerintah melintas dan sang bayi pun terlindas hingga meninggal dunia. (A-133/A-89)***

Baca Juga

Pencarian Korban Gempa Kinabalu yang Hilang Dilanjutkan

LUAR NEGERI

KOTA KINABALU, (PRLM).- Selain 11 orang tewas dalam gempa di Sabah, delapan orang lainnya hilang. Saat ini tim SAR terus berusaha mencari kedelapan orang hilang di Gunung Kinabalu tersebut.

Tim 6 Navy SEAL Menjelma Menjadi Mesin Pembunuh Global

LUAR NEGERI
TIM 6 Navy SEAL, dipercaya sebagai pasukan elit paling rahasia militer AS.*

VIRGINIA, (PRLM).- SEAL Team Six, unit operasi khusus rahasia AS yang paling dikenal saat membunuh Osama bin Laden, kini telah tumbuh menjadi "mesin pemburu manusia global", yang sering membunuh warga sipil dan beroperasi hanya dengan pengawasan parsial, menurut banyak laporan baru-baru ini.

Polisi Yunani Protes Larangan Masuk ke Kamar Kecil

LUAR NEGERI

ATHENA, (PRLM).- Polisi yang menjaga gedung parlemen Yunani mengatakan mereka tidak lagi diizinkan masuk untuk menggunakan kamar kecil di sana.

PM India Jadikan Yoga Program Wajib Nasional

LUAR NEGERI
PM India Jadikan Yoga Program Wajib Nasional

NEW DELHI, (PRLM).- Pada 21 Juni 2015 mendatang, dunia memperingati Hari Yoga Internasional. Khususnya di negara-negara berpopulasi Hindu dan Buddha,seperti India dan Nepal, peringatan tersebut akan dimeriahkan dengan acara yoga massal.