Kebijakan Satu Anak di Cina "Makan" Korban Anak Kecil

BEIJING, (PRLM).- Kebijakan satu anak di Cina telah menyebabkan tragedi bagi sejumlah keluarga di negara komunis tersebut, seperti yang dialami pasangan suami istri Chen Liandi and his wife Li Yuhong asal Kota Wenzhou, Provinsi Zhejiang.

Seperti dilaporkan Sky News, Kamis (7/2), petugas BKKBN Cina mendatangi rumah mereka setelah mendapat kabar bahwa pasangan tersebut memiliki tiga orang anak.

Padahal, sesuai aturan, warga di kota hanya dibolehkan memiliki seorang anak. Kecuali jika kedua pasangan merupakan anak tunggal, dibolehkan memiliki dua anak tetapi ini pun harus melalui proses berbelit.

Singkat cerita, setelah didatangi petugas, keluarga Liandi diminta untuk segera membayar denda sebesar 40.000 yuan (Rp 64 juta) lantaran telah melanggar kebijakan satu anak. Liandi sempat berargumen, bahkan berkelahi gara-gara denda tersebut.

Saat berdebat itulah, seorang anaknya yang masih balita terjatuh ke jalan raya. Pada saat yang sama, sebuah mobil pemerintah melintas dan sang bayi pun terlindas hingga meninggal dunia. (A-133/A-89)***

Baca Juga

Polisi Gunakan Pokemon Go untuk Tangkap Buronan

RICHMOND, (PR).- Popularitas Pokemon Go di dunia sudah tak diragukan lagi. Bahkan, kini polisi di Amerika Serikat menggunakan permainan itu untuk memancing buronan.

Jelang Olimpiade, Kadar Udara di Rio Masih Buruk

SAO PAULO, (PR).- Pada tahun 2009 ketika Brazil berhasil menjadi negara tuan rumah penyelenggara Olimpiade 2016, pihaknya menyatakan bahwa kadar udara di Rio sudah dalam batas-batas yang direkomendasikan WHO. Faktanya, data di lapangan menunjukkan hasil yang berbeda.

Protes Massa Warnai Pawai Obor Olimpiade Rio 2016

RIO DE JANEIRO, (PR).- Setelah 3 bulan berkeliling di kota-kota di Brazil, akhirnya obor Olimpiade Rio tiba di Rio de Janeiro. Para atlet Brazil memberikan obor kepada walikota Rio, Eduardo Paes, setelah sebelumnya menyebrangi Guanabara Bay.

Facebook Siapkan Algoritma Hilangkan Clickbait

JEJARING sosial facebook mengumumkan akan mulai mengurangi clickbait (jebakan klik) yang muncul di news feed pengguna. Hal ini dilakukan Facebook sebagai upaya membangun diri sebagai web berita dan pembaruan sosial.