Kebijakan Satu Anak di Cina "Makan" Korban Anak Kecil

BEIJING, (PRLM).- Kebijakan satu anak di Cina telah menyebabkan tragedi bagi sejumlah keluarga di negara komunis tersebut, seperti yang dialami pasangan suami istri Chen Liandi and his wife Li Yuhong asal Kota Wenzhou, Provinsi Zhejiang.

Seperti dilaporkan Sky News, Kamis (7/2), petugas BKKBN Cina mendatangi rumah mereka setelah mendapat kabar bahwa pasangan tersebut memiliki tiga orang anak.

Padahal, sesuai aturan, warga di kota hanya dibolehkan memiliki seorang anak. Kecuali jika kedua pasangan merupakan anak tunggal, dibolehkan memiliki dua anak tetapi ini pun harus melalui proses berbelit.

Singkat cerita, setelah didatangi petugas, keluarga Liandi diminta untuk segera membayar denda sebesar 40.000 yuan (Rp 64 juta) lantaran telah melanggar kebijakan satu anak. Liandi sempat berargumen, bahkan berkelahi gara-gara denda tersebut.

Saat berdebat itulah, seorang anaknya yang masih balita terjatuh ke jalan raya. Pada saat yang sama, sebuah mobil pemerintah melintas dan sang bayi pun terlindas hingga meninggal dunia. (A-133/A-89)***

Baca Juga

Jelang Pilpres, Clinton Unggul Tiga Poin atas Trump

WASHINGTON, (PR).- Empat hari jelang pilpres AS, pesaingan antara dua capres, Hillary Clinton dan Donald Trump, semakin menegangkan. Keduanya saat ini bersaing sangat ketat, sehingga sulit untuk memprediksi siapa yang akan menjadi pemenang.

Clinton Kalah Karena Gagal Raih Dukungan Kaum Perempuan AS

WASHINGTON, (PR).- ​Donald Trump unggul atas Hillary Clinton lewat serangkaian kemenangan mengejutkan di negara bagian Florida, Ohio, Iowa, dan North Carolina. Sementara Clinton unggul di Virginia dan Nevada.

Berharap Fenomena Trump Bisa terjadi di Prancis

PARIS, (PR).- Kemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden Amerika Serikat 8 November 2016 lalu telah menjadi momentum positif, bukan hanya bagi warga Prancis, melainkan juga dan politisi konservatif dan nasionalis.