Unswagati Targetkan Perubahan Status Jadi PTN Tahun Ini

CIREBON, (PRLM).- Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Kota Cirebon menargetkan perubahan status menjadi perguruan tinggi negeri (PTN) bisa direalisasikan tahun ini.

Selain itu, Unswagati juga berencana menurunkan biaya kuliah pada Tahun Kademik 2013-2014 untuk mempermudah akses pendidikan tinggi bagi masyarakat.

Rektor Unswagati Dzakaria Machmud mengatakan, realisasi perubahan status tersebut tinggal menunggu keputusan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. "Jika ada political will, maka target kami pasti terwujud tahun ini," katanya kepada wartawan, Jumat (1/2).

Seperti diketahui, wacana perubahan status Unswagati menjadi PTN sudah bergulir sejak 2010 lalu. Namun, syarat ketersediaan lahan minimal 30 hektar menjadi kendala yang menghambat proses perubahan status itu hingga saat ini.

Menurt Dzakaria, proses pembebasan lahan untuk perluasan kampus Unswagati saat ini masih berlangsung di kawasan Harjamukti. Ia berharap, Pemprov Jawa Barat juga tetap memegang janjinya untuk membantu penyediaan lahan sebagai syarat perubahan status menjadi PTN itu.

Dzakaria menegaskan, perubahan status Unswagati menjadi PTN jelas akan meningkatkan angka partisipasi kumulatif (APK) perguruan tinggu warga kawasan timur Jawa Barat.

Pasalnya, selama ini warga Cirebon dan sekitarnya harus merantau jauh ke Kota Bandung dan Jakarta agar bisa mengakses PTN.

Meski demikian, belum terwujudnya perubahan status tidak membuat Unswagati terhambat dalam menyediakan akses perguruan tinggi terjangkau bagi warga wilayah timur Jawa Barat.

"Kami rencananya akan menurunkan biaya kuliah terhitung September mendatang, untuk Tahun Akademik 2013-2014," katanya.

Penurunan itu, tambah Dzakaria, berlaku untuk semua angkatan. Artinya penurunan akan dirasakan baik oleh mahasiswa baru maupun mahasiswa lama.

Kebijakan itu sendiri sebenarnya telah dilakukan Unswagati sejak dua tahun terakhir. Banyaknya mahasiswa dari masyarakat tingkat menengah ke bawah, dilansir sebagai pertimbangan munculnya kebijakan itu.

Menurut Dzakaria, animo masyarakat menengah ke bawah untuk menguliahkan anaknya ke Unswagati terbilang sangat tinggi. Dengan banyaknya mahasiswa asal ekonomi lemah, pihaknya sendiri selama ini telah melakukan sejumlah program perlindungan seperti beasiswa.

Sementara itu, Ketua Komisi C DPRD Kota Cirebon Yuliarso mengatakan, sudah waktunya Cirebon memiliki PTN. Terlebih dengan rencana pengembangan Cirebon sebagai salah satu kawasan metropolis Jawa Barat. "Dalam hal ini, Unswagati memiliki potensi untuk dijadikan PTN," katanya.

Menurut Yuliarso, perubahan status Unswagati menjadi PTN seharusnya sudah dilakukan sejak lama. Untuk itu DPRD Kota Cirebon akan mendesak realisasi hal itu secepat mungkin. (A-178/A-89)***

Baca Juga

Lembar Soal UN Belum Ramah bagi Disabilitas

JAKARTA,(PR).- Lembar soal Ujian Nasional (UN) 2016 masih belum ramah bagi disabilitas, terutama penyandang tuna netra. Di sejumlah daerah tidak adanya naskah soal dalam bentuk braille membuat peserta UN penyandang tuna netra kesulitan.

Uji Kompetensi Nasional, Dikti

Minimnya Kelulusan UKN Bidang Kesehatan Perlu Dikaji

SURABAYA, (PR).- Kementrian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) akan melakukan kajian terkait masih minimnya jumlah peserta yang lulus Uji Kompetensi Nasional bidang kesehatan dari sejumlah besar program studi (prodi).

Siswa KBB Berebut 35 Beasiswa Kuliah di ITB

NGAMPRAH, (PR).- Pemerintah Kabuaten Bandung Barat memberikan kesempatan bagi 35 putra daerah terbaiknya untuk mengenyam pendidikan tinggi di Institut Teknologi Bandung (ITB), dengan tanggungan beasiswa.

SISWA menunggu jemputan saat jam pulang sekolah di Kompleks SDN Cingcin 01, 02, dan 03 di Jln. Raya Soreang, Desa Cingcin, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, Rabu (25/2/2015). Lahan sekolah masih banyak yang terbatas sehingga beberapa harus bergabung d

Proses Alih Kelola SMA/SMK Sudah 80 Persen

JAKARTA,(PR).- Proses alih kelola pendidikan menengah dari kabupaten/kota ke pemerintah provinsi, hingga April ini sudah mencapai 80 persen. Ditargetkan, pada Oktober 2016 seluruh proses alih kelola sudah tuntas.