Situasi di Suriah Semakin tak Menentu

LUAR NEGERI

DAMASKUS, (PRLM).-Situasi Suriah semakin tidak menentu. Konflik antara pasukan pemerintah dan oposisi masih terus berkecamuk, bahkan mengeskalasi sehingga korban jiwa terus bertambah.

Dilaporkan korban meninggal dalam konflik yang sudah berlangsung selama 22 bulan itu mencapai lebih dari 65.000 orang.

Begitu juga dengan jumlah pengungsi Suriah, setiap hari terus bertambah dan keadaan mereka ini dilaporkan sangat memprihatinkan.

Parahnya, berdasarkan data PBB, mayoritas pengungsi Suriah masih anak-anak.

Menurut koordinator Regional UNHCR (Badan PBB Urusan Pengungsi) untuk Suriah, Panos Moumtzis, Minggu (20/1), jumlah pengungsi anak-anak di luar negeri yang saat ini mencapai 642 ribu orang. Jumlah total pengungsi Suriah saat ini mencapai 1,1 juta orang.

Dengan demikian, lebih dari separuh pengungsi Suriah tersebut masih berstatus anak-anak.

Seperti diketahui, krisis Suriah yang meletup sejak Maret 2011 lalu, telah menyebabkan rakyat Suriah mengungsi ke negara-negara tetangga, seperti Turki, Libanon, Yordania, Irak, Mesir, dan negara-negara di Afrika Utara. (A-133/A-89)***

Baca Juga

Pencari Suaka Naik 45% Karena Suriah dan Irak

LUAR NEGERI

NEW YORK, (PRLM).- Jumlah pengungsi yang mencari suaka di negara-negara berkembang meningkat hampir setengahnya tahun lalu, mencapai tingkat tertinggi dalam 22 tahun, lapor PBB.

Pernah Jadi Pramugara, Lubitz Sering Dirisak

LUAR NEGERI

BERLIN, (PRLM).-Tim peyidik kasus Germanwings juga menginvestigasi kemungkinan pilot Andreas Lubitz dirisak (di-bullied) sejumlah koleganya.

Duduki Jarum Suntik di Bus, Gadis ABG Periksa HIV dan Hepatitis

LUAR NEGERI

BRIGHTON, (PRLM).- Seorang gadis remaja menantikan hasil tes darah setelah menduduki jarum suntik dalam bus umum.

Francesca Palmer-Norris (16) berada di dek atas bus, ketika merasa nyeri pada tubuhnya.

Supaya tak "Bankrupt",

Germanwings Harus Buktikan Kecelakaan Bukan Akibat Pilot

LUAR NEGERI

BERLIN, (PRLM).- Pakar hukum penerbangan asal Jerman, Marco Abate, mengatakan, sulit bagi Kufthansa dan Germanwings lolos dari tuntutan pembayaran kompensasi lebih tinggi dari Rp 2 miliar per orang.