Situasi di Suriah Semakin tak Menentu

DAMASKUS, (PRLM).-Situasi Suriah semakin tidak menentu. Konflik antara pasukan pemerintah dan oposisi masih terus berkecamuk, bahkan mengeskalasi sehingga korban jiwa terus bertambah.

Dilaporkan korban meninggal dalam konflik yang sudah berlangsung selama 22 bulan itu mencapai lebih dari 65.000 orang.

Begitu juga dengan jumlah pengungsi Suriah, setiap hari terus bertambah dan keadaan mereka ini dilaporkan sangat memprihatinkan.

Parahnya, berdasarkan data PBB, mayoritas pengungsi Suriah masih anak-anak.

Menurut koordinator Regional UNHCR (Badan PBB Urusan Pengungsi) untuk Suriah, Panos Moumtzis, Minggu (20/1), jumlah pengungsi anak-anak di luar negeri yang saat ini mencapai 642 ribu orang. Jumlah total pengungsi Suriah saat ini mencapai 1,1 juta orang.

Dengan demikian, lebih dari separuh pengungsi Suriah tersebut masih berstatus anak-anak.

Seperti diketahui, krisis Suriah yang meletup sejak Maret 2011 lalu, telah menyebabkan rakyat Suriah mengungsi ke negara-negara tetangga, seperti Turki, Libanon, Yordania, Irak, Mesir, dan negara-negara di Afrika Utara. (A-133/A-89)***

Baca Juga

Donald Trump Akan Agresif di Asia Pasifik

JAKARTA, (PR).- Ketua Ikatan Keluarga Alumni Hubungan Internasional Universitas Padjajaran (IKAHI Unpad) Irman G Lanti menilai Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan bertindak agresif di Asia Pasifik terutama menyangkut urusan politik dan keamanan.

Penyerangan Masjid di Quebec, New York Waspada

NEW YORK, (PR).- Usai insiden penembakan di masjid Quebec yang menwaskan 6 orang, kepolisian New York (NYPD) AS meningkatkan patroli di berbagai rumah ibadah di kota kediaman keluarga Donald Trump tersebut.