Situasi di Suriah Semakin tak Menentu

LUAR NEGERI

DAMASKUS, (PRLM).-Situasi Suriah semakin tidak menentu. Konflik antara pasukan pemerintah dan oposisi masih terus berkecamuk, bahkan mengeskalasi sehingga korban jiwa terus bertambah.

Dilaporkan korban meninggal dalam konflik yang sudah berlangsung selama 22 bulan itu mencapai lebih dari 65.000 orang.

Begitu juga dengan jumlah pengungsi Suriah, setiap hari terus bertambah dan keadaan mereka ini dilaporkan sangat memprihatinkan.

Parahnya, berdasarkan data PBB, mayoritas pengungsi Suriah masih anak-anak.

Menurut koordinator Regional UNHCR (Badan PBB Urusan Pengungsi) untuk Suriah, Panos Moumtzis, Minggu (20/1), jumlah pengungsi anak-anak di luar negeri yang saat ini mencapai 642 ribu orang. Jumlah total pengungsi Suriah saat ini mencapai 1,1 juta orang.

Dengan demikian, lebih dari separuh pengungsi Suriah tersebut masih berstatus anak-anak.

Seperti diketahui, krisis Suriah yang meletup sejak Maret 2011 lalu, telah menyebabkan rakyat Suriah mengungsi ke negara-negara tetangga, seperti Turki, Libanon, Yordania, Irak, Mesir, dan negara-negara di Afrika Utara. (A-133/A-89)***

Baca Juga

Kubu "Ya" Diprediksi Menang Referendum Yunani

LUAR NEGERI

ATHENA, (PRLM).- Hasil referendum Yunani soal dana talangan baru akan diketahui pada Minggu pukul 21.00 waktu setempat atau hari Senin pukul 02.00 dini hari WIB.

Beda Pendapat, Kubu "Ya" dan Kubu "Tidak" Tetap Damai

LUAR NEGERI

ATHENA, (PRLM).- Rakyat Yunani akhirnya menyatakan menolak persyaratan dana talangan yang diajukan troika (IMF, Bank Sentral Eropa dan Komisi Eropa.

USAID Targetkan Pemuda di Zimbabwe untuk Berantas Kemiskinan

LUAR NEGERI

HARARE, (PRLM).- Di Zimbabwe, Badan Pembangunan Internasional Amerika (USAID) dan organisasi-organisasi bantuan internasional lain yang bermitra dengan pemerintah Zimbabwe telah memulai aliansi baru yang akan memberikan latihan keterampilan teknik, latihan kerja dan kewirausahaan bagi ribuan pemu

Senat South Carolina Perdebatkan Penurunan Bendera Konfederasi

LUAR NEGERI

SOUTH CAROLINA, (PRLM).- Senat negara bagian South Carolina sedang berdebat apakah akan menurunkan bendera Konfederasi yang digunakan semasa Perang Saudara dan telah berkibar di sekitar gedung DPR negara bagian itu selama lebih dari 50 tahun.