Akibat Ulah Pendukung, Dortmund Didenda 20.000 Euro

OLAH RAGA

BERLIN, (PRLM).- Juara bertahan Liga Jerman Borussia Dortmund didenda 20.000 euro akibat masalah yang ditimbulkan para penggemar mereka di dua pertandingan kandang Liga Jerman, demikian disampaikan asosiasi sepak bola Jerman (DFB), Rabu (16/1/13).

Para pendukung Dortmund melemparkan korek api dan benda-benda lain ke lapangan pada pertandingan liga melawan rival regional Schalke 04 pada Oktober, sedangkan kiper Schalke Lars Unnerstall terkena lemparan koin.

Para penggemar juga menginterupsi pertandingan saat Dortmund menghadapi VfL Wolfsbrug pada Desember, setelah melemparkan gulungan kertas ke gawang tim tamu sehingga mendesak wasit untuk menghentikan pertandingan selama beberapa saat.

Liga Jerman dilanjutkan pada Jumat setelah selama empat pekan menjalani libur musim dingin, dengan Dortmund menghuni peringkat ketiga, tertinggal 12 poin dari pemuncak klasemen Bauern Munich. (rtr/A-108)***

Baca Juga

Wahana Hadapi NVC Pada Perempat Final Turnamen Bola Voli Putri

OLAH RAGA

BANDUNG, (PRLM).-Wahana Express Group (WEG) akan menghadapi runner up Pul B NVC pada perempat final Open Turnamen Bola Voli Putri Ramadhan Cup IV Tahun 2015.

PSSI tak Diakui Pemerintah, Djohar Arifin Mundur dari Dewan Kehormatan

OLAH RAGA

JAKARTA, (PRLM).- PSSI tak diakui pemerintah, mantan Ketua Umum periode 2011-2014, Djohar Arifin memilih untuk mundur sebagai Dewan Kehormatan Federasi Sepak Bola Indonesia tersebut.

Hal itu dikatakannya dalam pesan singkat kepada awak media, Rabu (1/7/2015).

Liga Inggris

Manchester United Tawar Thomas Muller £50 Juta

OLAH RAGA

MANCESTER, (PRLM).- Meski telah mengutarakan niatnya untuk bertahan di Bayern Munich, Thomas Muller terus saja digoda Manchester United, dengan kabar terbaru menyebutkan bahwa manajer Louis van Gaal menawar mantan anak asuhnya itu di kisaran £50 juta.

Copa America 2015

Sergio Aguero Bertekad Bawa Argentina Jadi Juara

OLAH RAGA

SANTIAGO, (PRLM).- Sergio Aguero berharap bisa membawa Argentina menjadi juara di Copa America demi membayar ketidakmampuannya tampil maksimal selama Piala Dunia 2014.