Rp 300 M Dana Pendamping BOS SMA/SMK

BANDUNG, (PRLM).- Pemerintah Provinsi Jawa Barat siapkan Rp 300 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) perubahan sebagai dana pendamping Bantuan Operasional Sekolah (BOS) SMA/SMK negeri dan swasta.

Dengan demikian 1.200 siswa SMA/SMK Jabar akan menerima Rp 1.000.000 BOS dari pemerintah pusat dan Rp 250.000 dana pendamping BOS provinsi mulai Juli 2013.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Wahyudin Zarkasyi mengatakan karena diberikan mulai tahun ajaran baru 2013 maka akan mulai diglontorkan Rp. 500.000 dari pemerintah pusat dan Rp. 125.000 untuk dana pendamping.

"Uangnya sudah ada, akan diluncurkan ke sekolah-sekolah. Hanya perlu kami perbaiki mekanisme pencariannya saja agar sekolah tidak dirugikan,” kata Wahyudin di di Dinas Pendidikan Jawa Barat, Jln. Dr. Rajiman, Kota Bandung, Senin (14/1).

Dia mengatakan dana BOS pusat langsung disalurkan ke sekolah. Sementara dana pendamping provinsi untuk sekolah negeri diberikan ke bantuan keuangan dan untuk sekolah swasta diberikan langsung ke sekolah. (A-208/A-26).***

Baca Juga

Redistribusi Guru Dimulai 2018

JAKARTA, (PR).- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memastikan proses redistribusi jumlah guru akan dimulai pada awal tahun 2018.

SISWA kelas XII IPA mengikuti Ujian Sekolah, di SMAN 5 Bandung, Jln. Belitung, Kota Bandung, Senin (17/3/2014). Ujian yang berlangsung hingga Sabtu (22/3/2014) itu, diikuti sebanyak 387 siswa dengan rincian 321 siswa IPA dan 66 siswa dari bidang IPS.*

Nilai USBN dan UN Tak Dipakai untuk SNMPTN dan SBMPTN

JAKARTA, (PR).- Nilai hasil ujian sekolah berstandar nasional (USBN) dan ujian nasional (UN) tidak akan dipakai untuk penerimaan seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) dan seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBM

Anak Muda, Jangan Golput!

BERGABUNG dengan partai politik adalah pilihan Kamal Nuryadin sejak Juni 2017.

Industri Didorong Dirikan Politeknik

JAKARTA, (PR).- Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi mendorong pihak industri untuk mendirikan dan mengelola politeknik secara mandiri.