Walhi, "PLTSa Menambah Beban Polusi Udara"

BANDUNG, (PRLM).- Sikap Gubernur Jawa Barat yang mendukung Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) dengan menggunakan insinerator (alat pembakaran) untuk mengatasi menumpuknya sampah di Kota Bandung didasari karena ketidakpahaman.. Padahal masyarakat Kota Bandung, khususnya warga sekitar rencana PLTSa menolak pembangunan Insinerator PLTSa di sekitar Pemukiman Griya Cempaka Arum (GCA) Gedebage Kota Bandung.

"Gubernur belum memahami permasalahan lingkungan hidup yang sebenarnya terjadi di Kota Bandung dan Cekungan Bandung dan tidak paham model insinerator PLTSa yang akan dibangun," kata Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jawa Barat , Dadan Ramdan, kepada "PRLM", Rabu (9/1).

Walhi Jabar memandang beban kerusakan lingkungan hidup di Cekungan Bandung semakin meningkat seiring dengan menurunya daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup sehingga semakin menurunnya kualitas lingkungan hidup di Cekungan Bandung. "Bahkan pengelolaan sampah yang dibakar bertentangan dengan UU No 18 Tahun 2008 Tentang Pengelolaan Sampah dimana dilarang pengelolaan sampah dengan cara pembakaran apalagi dalam skala besar," katanya.

Kehadiran PLTSa dengan teknologi insinerator (sampah dibakar) di Kota Bandung bukan hanya berdampak pada masyarakat sekitar pemukiman namun akan menimbulkan beban polusi atau pencemaran udara yang semakin meningkat. "Tentunya ini akan menjadi bencana ekologi bagi cekungan Bandung itu sendiri selain banjir dan kekeringan yang tiap tahun terjadi. Insinerator PLTSa di sekitar pemukiman tidak akan menyelesaikan problem lingkungan hidup ke depan. Berdasarkan laporan KLH indeks kualitas lingkungan (IKLH) tahun 2011, IKLH Jawa Barat dimana Kota Bandung sebagai sampelnya sangat buruk, indeks kualitas pencemaran udara (IPU) sekitar 38.92 Jawa Barat berada pada perangkat 3 dari bawah dari seluruh propinsi di Indonesia," ujarnya.(A-71/A-147)***

Baca Juga

Proyek Infrastruktur Jabar Diperkenalkan pada Mahasiswa

BANDUNG, (PR).- Penguatan ekonomi Jawa Barat yang berimbas pada perkembangan kualitas hidup masyarakatnya terus digenjot Pemerintah Provinsi Jabar melalui investasi, utamanya di bidang infrastruktur.