Empat Desa di Sumedang Hasilkan Sampah 12 Ton per Hari

SUMEDANG, (PRLM).- Produksi sampah dari empat desa di Kecamatan Jatinangor mencapai 12 ton dalam satu hari, namun hal ini diperparah dengan kurangnya armada untuk menarik sampah tersebut.

Hal diatas dikatakan oleh Komar Supriyadi yang menjabat Koordinator Lapangan Komunitas Peduli Sampah Jatinangor (KPSJ) saat diwawancarai di Jatinangor, Selasa (8/1/13).

Sampah-sampah tersebut kata Komar berasal dari Desa Hegarmanah, Desa Cikeruh, Desa Cibeusi dan Desa Sayang.

"Kami hanya memiliki satu truk pengangkut sampah untuk wilayah ini, itupun milik Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Sumedang, sedangkan pemanfaat jasa kami untuk membersihkan sampah ini jumlahnya sekitar 400 KK," katanya.

Komar memaparkan lebih jauh bahwa ternyata masih banyak kekurangan segi pelayanan dengan alasan keterbatasan fasilitas, bahkan tingkat kesadaran warga membayar retribusi hanya sekitar 70 persen dari seluruh pemanfaat jasa tersebut.

"Kami mencoba untuk memberikan pelayanan terbaik, namun tetap saja terkendala fasilitas. Besaran Retribusi sampah yang diterapkan kepada pelanggan sebatas kesadaran warga," ujarnya.

Sementara itu Komar menjelaskan bahwa Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS) yang berada di Dusun Seke Angkrik, Desa Cibeusi yang lahannya merupakan milik IPDN dinilai tidak refresentatif, karena menurutnya TPS tersebut semrawut sehingga menghambat pengiriman sampah ke tempat tersebut.

Namun kata dia meski demikian, kendala apapun tidak menyurutkan tekad KPSJ untuk sumbangsih menciptakan Jatinangor nyaman bebas sampah. "Semoga pemerintah daerah turut membantu KPSJ terkait fasilitas armada pengangkut sampah," ujarnya. (A-211/A-88)***

Baca Juga

Warga Talegong Kesulitan Air Bersih

GARUT, (PR).- Ribuan warga Desa Mekarmukti Kecamatan Talegong Kabupaten Garut mengeluhkan kesulitan mengakses air bersih memasuki kemarau. Akibat kekurangan air bersih, warga setempat perilaku buang air besar dan kecil kurang diperhatikan.

Kasus Curanmor di Cianjur Naik 100 Persen

CIANJUR, (PR).- Aparat Kepolisian Polres Cianjur meminta warga Cianjur untuk waspada dan berhati-hati, sebab kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) meningkat 100 persen di Cianjur. Hal tersebut diungkapkan Kasat Reskrim Polres Cianjur, Beny Cahyadi, Senin 27 Juni 2016.