Headlines

Launching Wisata Syariah Pertengahan 2013

JAKARTA, (PRLM).- Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengembangkan Wisata Syariah. Pada saat ini tengah dalam tahap penyusunan standar konsep dan diharapkan pada pertengahan 2013 sudah bisa diluncurkan (launching).

Direktur Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-Obatan dan Kosmetika (LPPOM) MUI Lukmanul Hakim menuturkan, nota kesepahaman atau MOU antara MUI dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sudah ditandatangani.

"Diharapkan, pada Juni 2013 sudah selesai konsepnya dan bisa di-’launching’ oleh Presiden," ujar Lukman saat ditemui seusai Milad ke-24 LPPOM MUI yang berlangsung di Gedung MUI Pusat Jakarta, Selasa (8/1).

Hadir pada milad tersebut antara lain Koordinator Ketua Harian MUI KH Ma’ruf Amin, Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sapta Nirwandar, Wakil Menteri Kesehatan Ali Ghufron Mukti, sejumlah pejabat kementerian/lembaga, dan undangan.

Koordinator Ketua Harian MUI KH Ma’ruf Amin yang juga Ketua Dewan Syariah Nasional (DSN) MUI KH Ma'ruf Amin menyambut baik kerja sama tersebut karena wisatawan muslim, baik lokal Indonesia maupun dari berbagai negara Muslim lain, memang membutuhkan wisata yang lebih Islami. Ini dikelola secara syariah, antara lain aspek makanan, tempat, perjalanan, dan lain-lain.

Sementara itu, Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sapta Nirwandar menuturkan, pengembangan wisata syariah ini terkait dengan tingginya potensi dan pasar Indonesia. “Ini diharapkan akan menjadi pilihan bagi wisatawan dunia datang ke Indonesia,” katanya.

Dijelaskan Sapta, wisata syariah ini menyangkut beragam aspek, dari mulai perjalanan wisata, lokasi wisata, hotel, makanan, sampai pemandunya. "Dalam aspek penyediaan kuliner terjamin kehalalannya,” tuturnya. (A-94/A-26).***

Customize This