Tenaga Kerja Perempuan Mendominasi Lapangan Kerja di Kab. Subang

EKONOMI

SUBANG, (PRLM).-Tenaga kerja perempuan hingga kini masih mendominasi sejumlah lapangan kerja di Kabupaten Subang. Dari 7.595 pekerja yang masuk pada tahun 2012, hampir 90 persen di antaranya merupakan perempuan.

“Hanya 692 di antaranya yang merupakan pekerja laki-laki. Ini menunjukkan bahwa lapangan kerja di Subang sampai sekarang banyak membutuhkan tenaga perempuan,” kata Ade Rusmana, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Subang, Selasa (8/1).

Ade menuturkan bahwa data tersebut diperoleh berdasarkan data jumlah pembuat kartu kuning sepanjang 2012 lalu yang mencapai 12.118 orang, terdiri atas 5.295 laki-laki dan 6.826 perempuan.

Semua pelamar kerja perempuan pada tahun itu kini sudah bekerja di sejumlah perusahaan, sementara 4.000 lebih pelamar kerja lainnya yang berjenis kelamin laki-laki tidak tersalurkan.

Dominasi pekerja perempuan di Subang, menurut Ade, terjadi karena hingga kini sejumlah perusahaan masih banyak yang membuka lapangan pekerjaan untuk mereka. Sementara untuk laki-laki, lapangan pekerjaan di Subang masih minim karena membutuhkan keahlian khusus.

“Kebanyakan perusahaan di Subang bergerak di sektor garmen yang bisa menampung tenaga kerja dari lulusan SMA, SMP, bahkan SD. Akibatnya, penyerapan tenaga kerja untuk laki-laki sangat sedikit,” katanya.

Untuk menyiasati penumpukan jumlah calon pencari kerja pria, Ade mengaku terus melakukan berbagai upaya di antaranya dengan memberi pelatihan kewirausahaan. Selain itu, dia juga berupaya mencari investor baru yang banyak memerlukan tenaga kerja pria.

Pada 2013 ini, Ade mengungkapkan, bakal ada industri pabrik ban asal Italia yang diperkirakan akan menampung ribuan tenaga kerja pria. “Dengan adanya lapangan kerja baru itu, diharapkan penyerapan tenaga kerja pria tahun ini lebih banyak dari tahun lalu,” ujarnya.

Ketua DPC Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kabupaten Subang, Cahyadi, mengatakan, ketimpangan penyerapan tenaga kerja perempuan-pria itu memang akibat mayoritas perusahaan yang masuk Subang saat ini kebanyakan bergerak di sektor garmen.

"Di setiap perusahaan garmen, perbandingan antara pekerja perempuan dan pria itu 80:20 persen. Pekerja pria hanya dibutuhkan untuk tenaga keamanan, pergudangan dan pengemasan,” tuturnya.

Dengan rencana datangnya pengusaha asal Eropa dan Cina yang akan berinvestasi di Subang tahun ini, dia berharap agar ribuan calon tenga kerja pria yang kini masih menganggur bisa terserap. (A-192/A-89)***

Baca Juga

Pengusaha Akui Marak Suap Dalam Kasus "Dwelling Time"

EKONOMI

JAKARTA, (PRLM).- Pertengahan Juni 2015 lalu saat mengunjungi Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Presiden Joko Widodo marah setelah melihat lambatnya proses dwelling time yang menurut presiden berpotensi merugikan negara sekitar Rp 780 triliun per tahun karena membuat sistem perdagangan juga menja

Johnson Maju sebagai Calon Ketua Umum INSA

EKONOMI

JAKARTA, (PRLM).- Johnson W.

El Nino Skan Picu Kelangkaan Elpiji 3 Kg

EKONOMI

JAKARTA, (PRLM).- Pemerintah harus menaruh perhatian serius atas terjadinya musibah kekeringan akibat gelombang panas el nino yang melanda negeri ini, khususnya terhadap para petani dan juga para petambak ikan yang menggunakan elpiji 3 kg bersubsidi sebagai bahan bakar untuk mesin penyedot air.

Bank Bjb Perluas Layanan Pembayaran PBB

EKONOMI
DIRUT Bank Bjb Ahmad Irfan (kanan), berbincang dengan Direktur Konsumer Bank Bjb Femiyanti (kiri), Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar (kedua kanan), dan Direktur Corporate Affair Alfamart Solihin, seusai peluncuran perluasan "Delivery Channel" pembayara