Assad Akan Pidato Soal Situasi Terakhir Suriah kepada Warganya Malam Ini

LUAR NEGERI

DAMASKUS, (PRLM).-Di tengah eskalasi konflik Suriah, Presiden Suriah Bashar al-Assad , Minggu (6/1) malam waktu setempat, akan menyampaikan pidato kepada warganya soal perkembangan terakhir di negaranya.

Seperti diberitakan kantor berita Sana, pidato tersebut merupakan yang kali pertama sejak November 2012 lalu. Selama konflik Suriah berlangsung sejak Maret 2011 lalu, Assad terbilang jarang melakukan pidato di televisi.

Dilaporkan, dalam pidatonya nanti, Assad akan menyinggung kondisi terakhir di Damaskus dan wilayah lainnya di Suriah yang saat ini sedang bergejolak.

Sementara itu, pertempuran sengit masih terus melanda berbagai kota di Suriah. Dalam pertempuran terbaru dilaporkan, pasukan oposisi kini semakin mendekati ibu kota.

Sejak tiga bulan terakhir ini, kekuatan oposisi memang meningkat signifikan dan mereka berhasil menguasai sejumlah infrastruktur strategis seperti bandara dan jalan raya. (A-133/A-89)***

Baca Juga

Pentagon: Kesalahan Pengiriman Antraks Hidup Lebih Parah

LUAR NEGERI

PRLM - Departemen Pertahanan AS atau Pentagon mengatakan kasus spora hidup antraks yang secara tidak sengaja dikirim ke laboratorium komersil dan militer di Amerika dan di luar negeri lebih parah dari yang dilaporkan semula.

Italia Menahan Puluhan Orang Terkait Mafia Pusat Migran

LUAR NEGERI

ROMA, (PRLM).- Polisi di Italia menangkap 44 orang terkait pemalsuan kontrak pemerintah untuk menjalankan pusat penerimaan migran.

Politikus setempat adalah sebagian dari orang yang ditangkap setelah sebuah penyelidikan mengungkap terjadinya korupsi yang meluas.

Putri Pangeran William Dibaptis 5 Juli Mendatang

LUAR NEGERI

LONDON, (PRLM).- Putri Charlotte, anak Pangeran William dan Kate Middleton akan dibaptis pada 5 Juli 2015, demikian keterangan yang dikeluarkan Istana Kensington.

Upacara ini akan dipimpin oleh Uskup Agung Canterbury Justin Welby, kata Istana.

Pengadilan Mesir: Hamas Bukan Organisasi Teroris

LUAR NEGERI

KAIRO, (PRLM).- Pengadilan Mesir membatalkan putusan oleh pengadilan lain di negara itu yang menyatakan faksi Hamas yang memerintah di Gaza sebagai organisasi teroris.

Belum ada reaksi hari Sabtu (6/6), baik dari pemerintah Mesir maupun Hamas.