Assad Akan Pidato Soal Situasi Terakhir Suriah kepada Warganya Malam Ini

DAMASKUS, (PRLM).-Di tengah eskalasi konflik Suriah, Presiden Suriah Bashar al-Assad , Minggu (6/1) malam waktu setempat, akan menyampaikan pidato kepada warganya soal perkembangan terakhir di negaranya.

Seperti diberitakan kantor berita Sana, pidato tersebut merupakan yang kali pertama sejak November 2012 lalu. Selama konflik Suriah berlangsung sejak Maret 2011 lalu, Assad terbilang jarang melakukan pidato di televisi.

Dilaporkan, dalam pidatonya nanti, Assad akan menyinggung kondisi terakhir di Damaskus dan wilayah lainnya di Suriah yang saat ini sedang bergejolak.

Sementara itu, pertempuran sengit masih terus melanda berbagai kota di Suriah. Dalam pertempuran terbaru dilaporkan, pasukan oposisi kini semakin mendekati ibu kota.

Sejak tiga bulan terakhir ini, kekuatan oposisi memang meningkat signifikan dan mereka berhasil menguasai sejumlah infrastruktur strategis seperti bandara dan jalan raya. (A-133/A-89)***

Baca Juga

SEJUMLAH mahasiswi yang tergabung dalam Badan Koordinasi Muslimah KAMMI daerah Bandung melakukan aksi unjuk rasa, di depan Gedung Sate, Jln. Diponegoro, Kota Bandung, Rabu (14/9). Aksi unjuk rasa yang dilakukan dalam rangka peringatan International Hijab

Begini Awal Mula International Hijab Solidarity Day

Beberapa hari ke depan, perempuan muslim akan merayakan International Hijab Solidarity Day atau yang biasa disingkat dengan IHSD merupakan salah satu momen bagi para wanita muslim di beberpa negara untuk mengampanyekan pemakian hijab di dunia.

Roket SpaceX Meledak, Satelit Facebook Rusak

FLORIDA, (PR).- Roket milik SpaceX meledak di launch pad Cape Canaveral pada Kamis, 1 September pagi waktu setempat. Akibatnya, roket serta sebuah satelit yang rencananya akan diluncurkan pada Sabtu, 3 Agustus 2016 tersebut rusak.

Setahun Tragedi Mina, Iran-Arab Saudi Perang Mulut

RIYADH, (PR).- Hubungan Iran dan Arab Saudi kembali memanas setelah kedua negara saling melontarkan kecaman terkait tragedi Mina yang menewaskan 2.426 jemaah haji termasuk 400 jemaah haji asal Iran, negara dengan korban tewas terbanyak.